Currently, the prevalence and incidence of Diabetes Mellitus (DM) continue to increase, making it a worldwide health problem. One way to establish the diagnosis of DM is by examining blood sugar (glucose) levels. This examination can be done in health facilities and independently by individuals who need it. Knowledge and skills on how to do it are important to know for early detection and to prevention of complications of DM. The aims of The Community Partnership Program (PKM), carried out on the Wanita Kaum Ibu kolom 17 Jemaat GMIM Eben Haezar Watutumou, is to increase knowledge about self-testing blood sugar (glucose) examination through counseling, discussion, and demonstration. This activity was attended by 35 people and data was collected before and after counseling through questionnaires to measure the level of knowledge of the participants. The data analysis showed that 69.52% of participants knew about blood sugar (glucose) and self-testing blood sugar (glucose) examinations before the counseling. After counseling, all participants (100%) knew about both examinations. It can be concluded that there was an increase in participants' knowledge about blood sugar (glucose) examination in general and specifically self-testing blood sugar (glucose) examination after participating in PKM activities. ABSTRAK Saat ini prevalensi dan insiden penyakit Diabetes Melitus (DM) terus meningkat sehingga masih menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia. Salah satu cara menegakkan diagnosis DM adalah dengan pemeriksaan kadar gula (glukosa) darah. Pemeriksaan ini selain dapat dilakukan di fasilitas kesehatan, juga dapat dilakukan secara mandiri oleh individu yang memerlukan. Pengetahuan dan ketrampilan tentang bagaimana melakukan pemeriksaan gula (glukosa) darah secara mandiri penting diketahui oleh masyarakat untuk deteksi dini penyakit maupun untuk mencegah terjadinya komplikasi pada individu penderita DM. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang dilakukan pada Wanita Kaum Ibu kolom 17 Jemaat GMIM Eben Haezar Watutumou bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pemeriksaan gula (glukosa) darah mandiri melalui kegiatan penyuluhan, diskusi, dan demonstrasi. Kegiatan ini dihadiri oleh 35 orang dan dilakukan pengambilan data sebelum dan sesudah penyuluhan lewat kuisioner untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta. Hasil analisis menunjukkan sebelum mengikuti penyuluhan sebesar 69.52% peserta tahu tentang pemeriksaan gula (glukosa) darah maupun pemeriksaan gula (glukosa) darah secara mandiri. Setelah mengikuti penyuluhan semua peserta (100%) tahu tentang pemeriksaan gula (glukosa) darah maupun pemeriksaan gula (glukosa) darah secara mandiri. Dapat disimpulkan terjadi peningkatan pengetahuan peserta tentang pemeriksaan gula (glukosa) darah secara umum dan secara khusus pemeriksaan gula (glukosa) darah mandiri setelah mengikuti kegiatan PKM.