Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Edukasi Pentingnya Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Melakukan Pemeriksaan IVA Anissa Syafitri Almufaridin; Wulan Dari; Devi Lismasari; Hanif Sukesti; Selvia Susantri; Indah Irasti; Ferti Wahyuni; Marya Amin; Titin Titin; Metty Sylviani; Riska Novianasari
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2025): Juli: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v5i2.5178

Abstract

Cervical cancer is one of the most common types of cancer experienced by women in Indonesia, with incidence rates continuing to rise. Early detection through the IVA (Visual Inspection with Acetic Acid) test is a crucial step in reducing mortality rates from this disease. The aim of this activity was to educate the community about early detection of cervical cancer through IVA testing and to improve participants' knowledge and awareness regarding the importance of routine screening as a preventive measure against cervical cancer. This community service activity was conducted on Tuesday, January 14, 2025, at Buay Nyerupa Public Health Center, involving 20 participants. The activity sought to raise public awareness about the importance of early detection of cervical cancer through the IVA test. The program began with an educational session for participants about early symptoms, risk factors, and the importance of early detection of cervical cancer. Following the educational session, participants underwent IVA testing, conducted directly by healthcare professionals. The evaluation results showed a significant improvement in participants' knowledge. Before the educational session, out of 20 participants, 40% had poor knowledge, 35% had moderate knowledge, and 25% had good knowledge. However, after the educational session, 40% of respondents had moderate knowledge, and 60% had good knowledge. This indicates that after the education, there were no respondents with poor knowledge. It is hoped that this activity will continue to expand its reach and improve reproductive health in the community. Additionally, regular IVA screening can be conducted.
Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Asi Eksklusif Pada Bayi Usia 6-12 Bulan Di Puskesmas Rantau Tijang Kabupaten Tanggamus Tahun 2025 Mita Sari; Rika Agustina; Elsy Juni Andri K; Wulan Dari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3597

Abstract

Latar belakang : Menurut data world health organization (WHO), cangkupan pemberian ASI eksklusif tahun 2023 mencapai 68%, sedikit meningkat dibandingkan tahun 2022 yaitu 67,96%. Namun di Indonesia capaian pemberian ASI eksklusif pada tahun yang sama hanya 55,5%, masih jauh di bawa target nasional sebesar 80%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa capaian ASI eksklusif di Indonesia masih menjadi permasalahan Kesehatan masyarakat. Bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif berisiko mengalami malnutrisi, infeksi, dan penyakit noninfeksi pada masa pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi keberhasilan ASI pada bayi di Puskesmas Rantau Tijang Kabupaten Tanggamus Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan di Puskesmas Rantau Tijang Kabupaten Tanggamus. Sampel penelitian adalah 59 orang. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Data diambil menggunakan kuesioner dilakukan pada tanggal 22-23 Agustus 2025 dan dianalisi menggunakan Uji Chi-Square. Hasil analisis univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi, 52,55% ibu yang mendapatkan dukungan keluarga dan 4,1% ibu memilki pengetahuan baik dan 32% ibu memiliki kepercayaan baik,serta 45,8% yang memberikan ASI eksklusif. Analisis Bivariat untuk mengahui adanytiga faktor  pengaruh signifikan antara dukungan keluarga (p-0,00), pengetahuan (p-0,00), efikasi diri(p-0,00) dengan praktik keberhasilan ASI eksklusif. ibu menyusui diharapkan meningkatkan dukungan keluarga, pengetahuan dan efikasi diri dengan memanfaatkan sumber informasi yang valid, deperti petugas Kesehatan, materi edukasi resmi, atau penyuluhan Kesehatan, sehingga informasi yang diperoleh akurat dan dapat dipertanggung jawabkan.
Pengaruh Pemberian Edukasi Kesehatan Terhadap Pengetahuan Untuk Mempersiapkan Masa Pubertas Pada Anak Di Sd Negeri 2 Gunung Tiga Lampung Timur Okta Shelvia; Wulan Dari; Komalasari Komalasari; Inggit Primadevi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3657

Abstract

Masa pubertas merupakan periode perkembangan penting dalam kehidupan seorang anak, ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang signifikan. Permasalahan yang paling utama adalah rendahnya pengetahuan kesehatan reproduksi remaja. Dengan adanya persoalan kesehatan reproduksi tersebut, maka pemberian informasi, layanan dan pendidikan kesehatan reproduksi menjadi sangat penting. Permasalahan yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi karena kurangnya informasi dan pemahaman. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui adakah Pengaruh Pemberian Edukasi Kesehatan Terhadap Pengetahuan Untuk Mempersiapkan Masa Pubertas Pada Anak di SD Negeri 2 Gunung Tiga Lampung Timur Tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperiment one group Pre-test – Post-test.  Sampel dalam penelitian ini adalah siswa-siswi Kelas V dan VI yang berjumlah 45 orang, dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan tentang Masa pubertas, dianalisis menggunakan  uji statistik paired T-Test karena data berdistribusi normal. Hasil penelitian di dapatkan rata-rata sebelum pemberian edukasi minimum 27, maximum 43 mean 34.53 dan std deviation 3.935 dan Sesudah pemberian edukasi minimum 36, maximum 51 mean 41.44 dan std deviation 3.159. Uji statistik  menunjukan p-value 0,000 <0.05 yang berarti ada pengaruh pemberian edukasi  kesehatan terhadap pengetahuan. Saran untuk Sd Negeri 2 Gunung Tiga diharapkan dapat menjadikan media leafleat sebagai edukasi rutin di sekolah untuk meningkatkan pemahaman dan mempersiapkan masa pubertas.
Pengaruh Edukasi Kanker Payudara Terhadap Sikap WUS Dalam Melakukan SADARI di UPTD Puskesmas Rejosari Kabupaten Pringsewu Rosmita Dini; Anissa Syafitri Almufaridin; Wulan Dari; Nila Qurniasih
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5030

Abstract

Breast cancer is one of the leading causes of death worldwide. It is estimated that 2.3 million women worldwide are diagnosed with breast cancer, and 670,000 die from it. Breast cancer education is needed to shape a more positive attitude among women of reproductive age (WRA). The demonstration method was chosen as an interactive and enjoyable educational approach that can encourage active participation from respondents, who are directly involved through observation, use, and discussion of the presented material, thus influencing attitude formation through various senses. This study aims to determine the effect of breast cancer education on the attitudes of women of reproductive age (WRA) in performing BSE (Breast Self-Examination) at the Rejosari Public Health Center (UPTD Puskesmas Rejosari). This study uses a quantitative method with a pre-experimental design, applying a one-group pretest-posttest design. The research sample consisted of 94 respondents, representing all WRAs at the UPTD Puskesmas Rejosari who met the inclusion and exclusion criteria. Data were collected using a questionnaire on the attitudes of WRAs towards performing BSE before and after receiving breast cancer education. Data analysis used the Wilcoxon test. The results showed that the average attitude of WRAs towards performing BSE before education was 67.0717, while after receiving education it increased to 72.6064. The Wilcoxon test showed a significant effect of breast cancer education using the demonstration method on the attitudes of WRAs in performing BSE (p-value < 0.001). The researcher suggests that there is a need for improved understanding of BSE techniques among WRAs and regular monitoring by health workers to ensure that the understanding and attitude of WRAs towards performing BSE techniques remain consistent.
Edukasi KB Implan untuk Meningkatan Pengetahuan dan Minat Wanita Usia Subur (WUS) di Puskesmas Sribhawono Melisa Rosiana Devi; Rini Wahyuni; Ani Kristianingsih; Maulia Isnaini; Wulan Dari; Eti Suliyanti; Ratna Hasiyati; Anjar Dewi Setianingsih; Eva Emilia; Meta Noviyana; Agustini Agustini; Santi Selvianasari; Nurhamidah Nurhamidah; Irma Puspitasari; Wenny Zuliasari; Nana Budiarti; Laila Sari; Indah Marliyani; Megawati Megawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.24859

Abstract

ABSTRAK Rendahnya penggunaan KB implan masih menjadi permasalahan di pelayanan kesehatan primer, termasuk di Puskesmas Sribhawono. Keterbatasan pengetahuan, persepsi negatif, dan kekhawatiran terhadap efek samping menjadi faktor yang memengaruhi rendahnya minat Wanita Usia Subur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan minat Wanita Usia Subur terhadap penggunaan KB implan melalui edukasi kesehatan partisipatif. Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Sribhawono dengan melibatkan 30 Wanita Usia Subur berusia 15 sampai 49 tahun yang belum menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang. Intervensi edukasi dilakukan melalui ceramah, diskusi, tanya jawab, dan pembagian leaflet. Tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner pretest dan posttest. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah edukasi, dengan nilai rata rata meningkat dari 57,83 menjadi 75,50 dan p value sebesar 0,000. Edukasi partisipatif dengan media leaflet terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif terhadap KB implan sebagai metode kontrasepsi jangka panjang. Kata Kunci: KB Implan, Edukasi Kesehatan, Wanita Usia Subur, Pengabdian Masyarakat, Keluarga Berencana.  ABSTRACT Low utilization of implant contraception remains a challenge in primary health care services, including at Puskesmas Sribhawono. Limited knowledge, negative perceptions, and fear of side effects contribute to low acceptance among women of reproductive age. This community service activity aimed to increase knowledge and interest of women of reproductive age toward implant contraception through participatory health education. The activity was conducted at Puskesmas Sribhawono involving 30 women aged 15 to 49 years who were not using long term contraceptive methods. Educational interventions included lectures, discussions, question and answer sessions, and distribution of leaflets. Knowledge levels were measured using pretest and posttest questionnaires. Data were analyzed descriptively and using the Wilcoxon test. The results showed a significant increase in knowledge scores after the educational intervention, with the mean score increasing from 57.83 to 75.50 and a p value of 0.000. These findings indicate that participatory education using leaflet media effectively improves knowledge and encourages positive attitudes toward implant contraception. This activity supports efforts to increase the acceptance of longterm contraceptive methods in the community. Keywords: Implant Contraception, Health Education, Women of Reproductive Age, Community Service, Family Planning.