Dian Aghnaita Hasrini
Department of Biology, Faculty of Sains and Mathematics, Universitas Diponegoro Cluster for Paleolimnology (CPalim), Universitas Diponegoro

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Stratigrafi Diatom di Perairan Pesisir Morosari, Kabupaten Demak, Jawa Tengah Dian Aghnaita Hasrini; Tri Retnaningsih Soeprobowati; Jumari Jumari
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 5 (2024): September 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.5.1356-1363

Abstract

Pesisir Morosari terdapat di wilayah Desa Morosari, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Permasalahan yang terjadi di pesisir Morosari ialah banjir rob dan naiknya permukaan air laut yang menyebabkan degradasi. Hal ini dapat merusak ekosistem perairan disekitar mangrove, maka perlu dilakukan biomonitoring guna memperbaiki kualitas perairan dengan mengetahui stratigrafi diatom. Stratigrafi diatom dapat merekam perubahan perairan pada masa lampau hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis stratigrafi diatom di pesisir Morosari untuk memonitoring kondisi lingkungan. Penelitian dilakukan bulan Juni-November 2022 dengan pengambilan sampel sedimen diatom di 3 lokasi yaitu stasiun Morosari 1 (M1), Morosari 2 (M2) dan Morosari 3 (M3) menggunakan Purposive Sampling. Analisis stratigrafi diatom menggunakan software C2 1.5.1 dan analisis Clustering dengan PAST. Hasil penelitian ditemukan 137 spesies dan 46 genus diatom. Analisis stratigrafi menunjukan diatom yang melimpah yaitu Thalassiosira pseudonana, Fallacia pygmaea dan Simonsenia Lange-Bertalot. Munculnya diatom tersebut menunjukan kualitas perairan tercemar ringan hingga berat. Kumpulan diatom didominasi diatom air tawar (52%) dibandingkan diatom air laut (48%), ini membuktikan wilayah pesisir Morosari telah dipengaruhi oleh sumber air tawar yang berasal dari hujan dan sungai di sekitar lokasi penelitian yang bergerak dari Hulu ke Hilir dibandingkan dengan sumber air laut.