Pendahuluan: Perasaan kehilangan dapat mengakibatkan tingginya rasa kedukaan yang dialami masyarakat. Angka kematian yang tinggi menyebabkan individu mengalami rasa kedukaan. Kematian yang disebabkan karena Covid-19 menjadi kematian yang traumatis dan menjadi kehilangan karena kematian yang paling menyakitkan dari semua kematian yang wajar karena sakit pada umumnya. Keadaan emosi yang mungkin timbul pada keluarga yang ditinggalkan adalah perasaan chronic sorrow. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah melihat keadaan chronic sorrow pada pasangan hidup yang telah ditinggal meninggal oleh pasangan hidupnya. Selanjutnya untuk mengetahui pengalaman Chronic Sorrow Pada Individu Yang Ditingal Meninggal Oleh Pasangan Akibat Covid-19 Di Gondosari. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Hasil: Hasil Penelitian Berdasarkan analisis penelitian didapatkan 4 tema utama yaitu : (1) Denial akan ketentuan Tuhan yang tidak adil. (2) Support system menjadi penguat menjalani hidup. (3) Mengkhawatirkan masa depan. (4) Upaya untuk bangkit dari keterpurukan. Kesimpulan: Denial akan ketentuan Tuhan yang tidak adil seperti menyangkal atas meninggalnya pasangan hidup,menyalahkan tuhan atas ketidakadilan yang dirasakan. Support system menjadi penguat menjalani hidup seperti support system utama adalah anak,peran orang tua menjadi alasan kuat di depan anak. Mengkhawatirkan masa depan seperti khawatir di kemudian hari,cemas akan ekonomi. Upaya untuk bangkit dari keterpurukan seperti bekerja dengan keras,dan mengisi waktu luang.