Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Stimulasi dan Deteksi Perkembangan Balita Menggunakan KPSP Pada Kader Posyandu Luluk Alfiya; Ishaq Syahid
BAHRI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/muljeh.v1i2.510

Abstract

The important period in child development is at the age of under five years because at that age it influences and determines the child's further development. Early stimulation itself is a stimulation that is carried out since being in the womb, carried out every day, to stimulate all sensory systems from hearing, sight, touch, smell, taste. During this toddler period, the development of language skills, creativity, social awareness, emotional and intelligence runs very quickly as the foundation for subsequent development, so that any abnormalities or deviations, no matter how small, if not detected and not handled properly. Children who receive targeted and regular stimulation will develop faster than those who receive less or no stimulation at all. The brain tissue of children who receive a lot of stimulation will develop to 80% by the age of 3 years. If the child is never given stimulation, the brain tissue will decrease, this has a tendency to reduce the quality of human resources in the future. Stimulation of infant/toddler growth and development using the Pre-Screening Questionnaire for Development (KPSP) is one of the stimulation methods that can be used to detect toddler growth and development. Therefore, it is very important to improve the skills of Posyandu Cadres in using KPSP. The output from the use of KPSP will be one of the indicators of the success of fostering toddler growth and development at Posyandu, not only improving the health and nutritional status of toddlers but also the mental, emotional, social and independence of toddlers developing optimally.
GANGGUAN PERILAKU PADA ANAK USIA DINI : TINJAUAN LITERATUR FAKTOR RISIKO DAN PENANGANANNYA Luluk Alfiya
Wawasan Belajar Anak Usia Dini Vol. 4 No. 1 (2026): Juni,Wawasan Belajar Anak Usia dini
Publisher : Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/waladi.v4i1.958

Abstract

Gangguan perilaku pada anak usia dini merupakan salah satu permasalahan yang dapat memengaruhi perkembangan emosional, akademil dan sosial anak di masa mendatang. Berbagai bentuk gangguan perilaku, seperti perilaku agresif, hiperaktivitas, tantrum berlebihan, serta perilaku menentang, perlu mendapatkan perhatian khusus sejak dini agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih kompleks dikemudian hari. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman mengenai faktor-faktor yang berperan sebagai risiko munculnya gangguan perilaku pada anak usia dini serta berbagai strategi intervensi yang dapat diterapkan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur melalui penelaahan sistematis terhadap artikel ilmiah nasional dan internasional yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir. Proses analisis dilakukan dengan mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis temuan-temuan penelitian yang relevan guna menghasilkan kesimpulan yang komprehensif. Hasil kajian menunjukkan bahwa gangguan perilaku pada anak-anak dipengaruhi oleh banyak factor, natara lain adalah pola asuh orang tua dirumah yang cenderung kurang tepat, konflik keluarga, penggunaan gaget dan fasilitas lainnya yang berlebihan, kondisi sosial ekonomi keluarga dan faktor biologis serta temperamental anak itu sendiri. Sementara itu, strategi penanganan yang efektif meliputi penerapan pola asuh positif dirumah, intervensi berbasis permainan dirumah maupun dilungkungan, penguatan keterampilan sosial-emosional, serta kolaborasi antara orang tua, guru, dan tenaga professional lainnya. Kajian ini menekankan bahwa sangat penting untuk dilakukan deteksi dini secara berkelanjutan oleh orang tua untuk mencegah perkembangan gangguan perilaku yang lebih pada anak usia dini.