Riza Faulina
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Konsumsi Temulawak Dan Madu Dalam Meningkatkan Nafsu Makan Pada Balita Di Desa Alai Selatan Wilayah Puskesmas Lembak Kabupaten Muara Enim Tahun 2025 Indah Puspita; Riza Faulina; Nur Siti Yaroh
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48701

Abstract

Masalah kurang nafsu makan pada balita merupakan tantangan umum yang dapat berdampak pada pertumbuhan, perkembangan, dan status gizi anak. Salah satu pendekatan alami yang dipercaya dapat meningkatkan nafsu makan adalah penggunaan bahan herbal seperti temulawak (Curcuma xanthorrhiza) yang mengandung kurkumin, serta madu yang kaya akan nutrisi dan energi. Kombinasi keduanya diyakini mampu merangsang sistem pencernaan dan meningkatkan selera makan secara alami. Untuk Mengetahui Pengaruh Konsumsi Temulawak Dan Madu Dalam Meningkatkan Nafsu Makan Pada Balita Di Desa Alai Selatan Wilayah Puskesmas Lembak Kabupaten Muara Enim Tahun 2025. metode pra experiment dengan pendekatan one group pre-posttest design, pada desain ini peneliti hanya melakukan intervensi pada satu kelompok tanpa pembanding. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak nafsu makan kurang di tandai penilaian berat badan kategori kurang menggunakan rumus IMT dengan pengukuran tinggi badan dan panjang badan, sehingga di ambil sesuai kriteria inklusi yaitu IMT dengan kategori kurus. adanya peningkatan nafsu makan yang di tandai dengan peningkatan berat badan dan perubahan frekuensi makan dalam sehari dengan p -value 0,000 yang artinya P<0,05 yang menjelaskan bahwa ada nya Pengaruh Konsumsi Temulawak Dan Madu Dalam Meningkatkan Nafsu Makan Pada Balita Di Desa Alai Selatan Wilayah Puskesmas Lembak Kabupaten Muara Enim. Disarankan Bidan di Posyandu sebaiknya memberikan edukasi kepada ibu mengenai manfaat temulawak dan madu dalam meningkatkan nafsu makan anak serta kandungan mekanisme dengan meningkatkan nafsu makan
Hubungan Riwayat Kekurangan Energi Kronis Saat Hamil dengan Kejadian Stunting pada Balita Desa Alai Wilayah Kerja Puskesmas Lembak Seftyana Puspita; Riza Faulina
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49251

Abstract

Masalah kurang nafsu makan pada balita merupakan tantangan umum yang dapat berdampak pada pertumbuhan, perkembangan, dan status gizi anak. Salah satu pendekatan alami yang dipercaya dapat meningkatkan nafsu makan adalah penggunaan bahan herbal seperti temulawak (Curcuma xanthorrhiza) yang mengandung kurkumin, serta madu yang kaya akan nutrisi dan energi. Kombinasi keduanya diyakini mampu merangsang sistem pencernaan dan meningkatkan selera makan secara alami. Untuk Mengetahui Hubungan Riwayat Kekurangan Energi Kronis Saat Hamil Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Desa Alai Wilayah Kerja Puskesmas Lembak Tahun 2025. Variabel independen dalam penelitian ini adalah Riwayat Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan variabel dependennya adalah stunting. Besar sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin dari jumlah 110 ibu yang mempunyai balita berdasarkan data sekunder dari terdata Desa Alai Wilayah Kerja Puskesmas Lembak. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square, jika tidak memenuhi syarat maka akan dilanjutkan dengan uji fisher exact tes. Pada uji chy – square ini di dapatkan hasil P value 0,157 > 0,05 maka analisanya yaitu tidak adanya hubungan riwayat kekurangan energi kronis (KEK) saat hamil dengan kejadian stunting pada balita. Hasil perhitungan OR 0,357 yang artinya KEK saat hamil berpeluang kecil 0,357 kali stunting di bandingkan dengan tidak KEK (95% CI 0,083 – 1,540). Diharapkan agar memperkuat program intervensi gizi secara terpadu dan lintas sektor, termasuk mengoptimalkan program posyandu, PMT Bumil KEK, serta pemantauan tumbuh kembang balita secara berkala. Intervensi tidak boleh hanya difokuskan pada masa kehamilan, tetapi harus dilanjutkan hingga masa anak usia dini
Efektifitas Pemberian Seduhan Jahe Terhadap Mual Muntah pada Ibu Hamil Trimester I di UPTD Puskesmas Krui Olva Ferina; Riza Faulina
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i4.11154

Abstract

ABSTRACT The Lampung Provincial Health Office showed that in 2015, nausea and vomiting in pregnant women occurred in 60–80% of primigravidas and 40–60% of multigravidas. Giving ginger infusion can help reduce the frequency of nausea and vomiting because ginger is rich in natural ingredients such as gingerol, which is very beneficial for pregnant women to relieve nausea and vomiting during pregnancy. This study aims to determine the effectiveness of giving ginger infusion on levels of nausea and vomiting in first-trimester pregnant women at the UPTD of the Krui Health Center. This study used a quasi-experimental research design (quasi-experiment) with a pre-post-test approach and a control group design. The population of all pregnant women in the first trimester was 33. The sample in this study was 30 people using a daily checklist sheet for steeping ginger and a daily checklist sheet for Fe tablets. Univariate and bivariate data analysis. The results showed that the average decrease in the frequency of nausea and vomiting in pregnant women before being given ginger infusion had an average value of 9.47, and the average decrease in the frequency of nausea and vomiting in pregnant women after being given it was 6.40. In the control group, the average initial frequency of nausea and vomiting was 8.80, and the final frequency of nausea and vomiting was 7.73. There is an effect of giving ginger infusion on the decrease in the frequency of nausea and vomiting in pregnant women in the first trimester, with a p-value of 0.00. The conclusion from giving ginger steeping is that it is very useful for reducing the frequency of nausea and vomiting in pregnant women in the first trimester, and it is recommended for pregnant women to be active in seeking information and increasing their knowledge so that they know more about nausea and vomiting in pregnancy. They are advised to carry out routine pregnancy checks, consume lots of foods that contain iron, and be able to actively participate in mother's classes and activities at posyandu. As well as making ginger infusions in an effort to prevent nausea and vomiting in pregnancy. Keywords: Pregnancy, Nausea and Vomiting, Brewed Ginger  ABSTRAK Dinas Kesehatan Provinsi Lampung menunjukan pada tahun 2015 Mual dan muntah pada ibu hamil terjadi pada 60- 80% primigravida dan 40- 60% terjadi pada multigravida. Pemberian seduhan jahe dapat membantu mengurangi frekuensi mual muntah karena jahe kaya akan kandungan alami seperti gingerol yang sagat bermanfaat bagi ibu hamil agar dapat meredakan gangguan mual mutah selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemberian seduhan jahe terhadap kadar mual muntah pada ibu hamil trimester I di UPTD Puskesmas Krui. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan pendekatan pre post test with control group design. Populasi seluruh ibu hamil trimester I sebanyak 33 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang dengan menggunakan lembar ceklist harian seduhan jahe serta lembar ceklist harian tablet Fe. Analisa data secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian diketahui rata - rata penurunan frekuensi mual muntah pada ibu hamil sebelum diberikan seduhan jahe yang memiliki nilai rata-rata yaitu 9,47 dan rata-rata penuruna frekuensi mual muntah pada ibu hamil sesudah diberikan menjadi 6,40. Pada kelompok kontrol rata - rata frekuensimual muntah awal yaitu 8,80 dan frekuensi mual muntah akhir 7,73. Ada pengaruh dari pemberian seduhan jahe terhadap peurunan frekuesi mual muntah pada ibu hamil trimester I dengan p-value 0,00. Kesimpulan dari pemberia seduhan jahe ini sangat bermanfaat untuk menurunkan frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester I dan disarankan bagi ibu hamil agar aktif dalam mencari informasi serta lebih meningkatkan pengetahuan agar lebih mengetahui tentang mual muntah pada kehamilan dan disarankan untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin serta lebih banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi dan untuk dapat aktif mengikuti kelas ibu serta kegiatan di posyandu. Serta menjadikan seduhan jahe sebagai salah satu upaya untuk pencegahan mual muntah dalam kehamilan. Kata Kunci: Kehamilan, Mual Muntah, Seduhan Jahe 
Hubungan Dukungan Suami dengan Angka Kejadian Post Partum Blues di Wilayah Kelurahan Bungursari Puskesmas Bungursari Kota Tasikmalaya Iis Istianah; Riza Faulina
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i4.11197

Abstract

ABSTRACT Postpartum blues or what is more commonly known by the public as baby blues is a psychological disorder experienced by mothers during the postpartum period. If not handled properly, this is prone to developing into postpartum depression or postpartum psychosis. The incidence of postpartum blues is between 50-70% of postpartum women, one in 10 women who have just given birth have a tendency to postpartum blues. The husband is the first and foremost support in providing social support to the wife before other parties provide it. To determine the relationship between husband's support and the incidence of post partum blues in mothers in the Bungursari Village, Bungursari Health Center, Tasikmalaya City. Researchers used quantitative methods with a correlational design with a cross-sectional approach. The time of this research was conducted from April to June 2023. The population in this study were all postpartum mothers in the Bungursari Village, Bungursari Health Center, Tasikmalaya City, totaling 35 people. Samples were taken using total sampling technique so that 35 people were taken. Data were analyzed using univariate analysis and chi square bivariate analysis. The results of the univariate study were obtained from 75 respondents, mostly 55 respondents (73.3%) had husband's support in the good category. The results of the chi-square test showed that p = 0.036 a= 0.05 with r = 0.25. There is a relationship between husband's support and the occurrence of postpartum blues in postpartum mothers in the Bungursari Village Area, Bungursari Health Center, Tasikmalaya City. Keywords: Husband Support, Postpartum Blues  ABSTRAK Postpartum blues atau yang oleh masyarakat lebih sering dikenal dengan istilah baby blues merupakan suatu gangguan psikologis yang dialami ibu pada masa postpartum. Jika tidak tertangani dengan tepat hal ini rentan berkembang menjadi penyakit/gangguan mental postpartum depression atau postpartum psychosis. Angka kejadian postpartum blues antara 50-70% dari wanita pasca persalinan, satu dari 10 wanita yang baru saja melahirkan memiliki kecenderungan postpartum blues. Suami merupakan dukungan pertama dan utama dalam memberikan dukungan sosial kepada istri sebelum pihak lain yang memberikan. Untuk mengetahui hubungan dukungan suami dengan tingkat kejadian post partum blues pada ibu di Kelurahan Bungursari Puskesmas Bungursari Kota Tasikmalaya. Peneliti menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan korelasional pendeketan cross sectional. Waktu penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai dengan Juni 2023. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu postpartum di Kelurahan Bungursari Puskesmas Bungursari Kota Tasikmalaya sebanyak 35 orang. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling sehingga diambil 35 orang. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat chi square. Hasil penelitian univariat diperoleh dari 75 responden, sebagian besar sebanyak 55 responden (73.3%) memiliki dukungan suami pada kategori baik. Hasil uji chi-square menunjukkan hasil p = 0.036 a= 0.05 dengan r = 0.25. Terdapat hubungan antara dukungan suami dengan terjadinya postpartum blues pada ibu postpartum di Wilayah Kelurahan Bungursari Puskesmas Bungursari Kota Tasikmalaya. Kata Kunci: Dukungan Suami, Post Partum Blues 
Pengaruh Pemberian Aromaterapi Inhaler Lemon Terhadap Emesis Gravidarum pada Ibu Hamil Trimester 1 di PMB Siti Nurwendah Mintarsih Alaeni; Riza Faulina
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i5.11212

Abstract

ABSTRACT Hormonal changes in maternal pregnancy are due to an increase in the hormones estrogen and progesterone, which are produced by Human Chronic Gonadotropin. These hormones are thought to cause emesis gravidarum. Emesis gravidarum is an early symptom of nausea accompanied by vomiting that occurs in early pregnancy. 1 at PMB Siti Nurwendah in 2023. Knowing the Effect of Giving Aromatherapy Lemon Inhaler Against Emesis Gravidarum in First Trimester Pregnant Women at PMB Siti Nurwendah. This study uses a quantitative research type with an analytical research design and uses a pre-experimental approach in the form of a one-group pretest and post-test with purposive sampling with a sample of 35 people. Data techniques included in univariate analysis using frequency distribution and bivariate analysis using SPSS program statistical calculations. The statistical test results obtained with a p value of 0.000 mean that H0 is rejected, which means that it can be concluded that there is an effect of Aromatherapy Lemon Inhaler on Emesis Gravidarum in Trimester 1 Pregnant Women at PMB. Siti Nurwendah. There is a significant effect of Aromatherapy Inhaler Lemon on Emesis gravidarum; this research should be a reference for reducing emesis gravidarum by using Aromatherapy Inhaler lemon. Keywords: Pregnant Women, Emesis Gravidarum, Aromatherapy Inhaler Lemon  ABSTRAK Perubahan hormonal pada kehamilan ibu karena terdapat peningkatan hormon estrogen, progesterone yang diproduksi oleh Human Chronic Gonadotropin. Hormon – hormon inilah yang diduga menyebabkan emesis gravidarum, Emesis gravidarum merupakan gejala awal mual yang disertai muntah yang terjadi pada awal kehamilan, Berdasarkan hal tersebut diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Pengaruh Pemberian Aromaterapi Inhaler Lemon Terhadap Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester 1 di PMB Siti Nurwendah Tahun 2023”. Mengetahui Pengaruh Pemberian Aromaterapi Inhaler Lemon Terhadap Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester 1 di PMB Siti Nurwendah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian analitik dan menggunakan pendekatan Pra Ekspiremental bentuk one group pretest and post-tes dengan purposive sampling dengan sample 35 orang. Teknik data termasuk dalam analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan perhitungan statistik program SPSS. Hasil uji statistic didapatkan dengan p value 0,000 artinya H0 ditolak, yang berarti dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Aromatherapy Inhaler Lemon Terhadap Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester 1 Di PMB Siti Nurwendah. Terdapat pengaruh yang signifikan Aromatherapy Inhaler Lemon Terhadap Emesis Gravidarum, penelitian ini sebaiknya dapat menjadi referensi dalam mengurangi emesis gravidarum dengan menggunakan Aromatherapy Inhaler Lemon. Kata Kunci: Ibu Hamil, Emesis Gravidarum, Aromatherapy Inhaler Lemon