Ahmad Fauzi
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Status Gizi dan Pola Makan Terhadap Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Enim Kevin Merdayanti; Ahmad Fauzi
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i4.11086

Abstract

ABSTRACT Women of childbearing age (WUS) are women whose reproductive organs are functioning properly between the ages of 20-45 years. Age of fertility is in the range of 20-29 years. At this age a woman has a 95% chance of getting pregnant. The prevalence of anemia at the Tanjung Enim Health Center in January - March 2019 was 71 pregnant women. In April-May the researchers found 30 pregnant women with anemia which was quite high. To determine the relationship between nutritional status and diet on the incidence of anemia in pregnant women at the Tanjung Enim Health Center in 2023. This research is an analytic study with a cross-sectional or survey study design. The population that became the object of this study were pregnant women who were in Trimesters 1, 2 and 3 as well as pregnant women who suffered from anemia and those who did not suffer from anemia at the Tanjung Enim Health Center. The research sample was taken using simple random sampling. Data analysis used univariate analysis of frequency distribution and bivariate Spearman rank analysis. The results of the Speramean Rank correlation test for nutritional status obtained P-Value 0.04 0.05. The results of the Spearmean Rank correlation test for eating patterns obtained a P-Value of 0.000 0.05. There is a relationship between nutritional status and eating pattern with the incidence of anemia in third trimester pregnant women at the Tanjung Enim Health Center. Keywords: Nutritional Status, Diet, Anemia  ABSTRAK Wanita usia subur (WUS) adalah wanita yang keadaan organ reproduksinya berfungsi dengan baik antara umur 20-45 tahun. Usia kesuburan ada pada rentang 20-29 tahun. Pada usia ini wanita memiliki kesempatan 95% untuk hamil. Prevalensi anemia di Puskesmas Tanjung Enim pada bulan Januari - Maret 2019 sebanyak 71 ibu hamil. Pada bulan April – Mei peneliti mendapatkan 30 ibu hamil dengan anemia yang terbilang cukup tinggi. Tujuan untuk mengetahui hubungan antara satus gizi dan pola makan terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Tanjung Enim tahun 2023. Penelitian ini adalah studi analitik dengan desain studi cross-sectional atau survei. Populasi yang menjadi objek penelitian ini adalah ibu hamil yang berada di Trimester 1, 2, dan 3 serta ibu hamil yang menderita anemia dan yang tidak menderita anemia di Puskesmas Tanjung Enim. Sampel penelitian yang diambil menggunakan simple random sampling Analisis data menggunakan analisis univariat distribusi frekuensi dan analisis bivariat spearman rank. Hasil uji korelasi Speramean Rank status gizi diperoleh P-Value 0.04 0.05. Hasil uji korelasi Spearmean Rank pola makan diperoleh P-Value 0.000 0.05. Terdapat hubungan Status Gizi dan pola makan dengan Kejadian Anemia Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Tanjung Enim. Kata Kunci: Status Gizi, Pola Makan, Anemia 
Fenomena Perkawinan Anak di Masa Pandemi Covid-19 di Desa Karang Harum Kabupaten Bekasi Sri Yuni Gerhanawati; Ahmad Fauzi
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i3.11008

Abstract

ABSTRACT The pandemic that has spread in Indonesia has had a major impact on the world of health and education. As a result of the pandemic, school activities are carried out online which causes the school to not be optimal in providing supervision and the presence of parents who do not pay enough attention to their children in socializing. In this case, it has resulted in a trend of increasing the number of married phenomena at a young age, especially in Karangharum Village, Kedungwaringin District. Based on the data obtained, there were 14 birth registrations at the Mitra Sehat Clinic for the 2020-2021 period and 33 pregnancies with mothers aged less than 19 years. To find out the phenomenon of child marriage during the Covid-19 pandemic in the village of Karang Harum, Bekasi Regency. The research method used in this study is a qualitative descriptive research method which was carried out from April 2023 to May 2023 in Karangharum Village, Kedungwaringin District, Bekasi Regency. The results of this study, the authors have interviewed 10 informants consisting of 5 people as key informants, 3 parents who married their children, 2 community leaders, 1 village staff, and 1 headman of Karangharum village. The characteristics of the informants discussed in the study include: age and the Covid-19 pandemic. (1) Age. Overall, the cause of child marriage is due to promiscuity or pregnancies out of wedlock, which are dominated by those still attending school who are less than 19 years old. (2) Covid-19 pandemic. Data was collected during the period when the Covid-19 pandemic occurred, namely March 2020 to December 2021. The Covid-19 pandemic has become a strong supporting factor for the increase in child marriage in Karangharum Village, this is supported by data from Amil Village informants and village staff who stated that there was an increase in child marriage during the Covid-19 pandemic. Children who experience early marriage have an impact on health, namely the number of high-risk pregnancies due to age less than 20 years, high cases of CS, bleeding, baby blues and the threat of cervical cancer. Keywords: Child Mariagge, Covid19  ABSTRAK Pandemi yang menyebar di Indonesia berdampak besar pada dunia kesehatan maupun pendidikan. Akibat pandemi, kegiatan sekolah dilakukan secara online yang menyebabkan pihak sekolah tidak optimal dalam memberikan pengawasan serta adanya factor orang tua yang kurang dalam memperhatikan anaknya dalam bersosialisasi. Dalam hal ini mengakibatkan terjadinya trend peningkatan jumlah fenomena menikah saat usia muda khususnya di Desa Karangharum Kecamatan Kedungwaringin. Berdasarkan data yang didapatkan terdapat pencatatan kelahiran pada Klinik Mitra Sehat periode 2020-2021 sebanyak 14 anak dan kehamilan dengan usia ibu kurang dari 19 tahun sebanyak 33 orang. Untuk mengetahui fenomena perkawinan anak di masa pandemic Covid-19 di desa Karang Harum Kabupaten Bekasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan pada bulan April 2023 sampai pada bulan Mei 2023 di Desa Karangharum Kecamatan Kedungwaringin Kabupaten Bekasi. Hasil penelitian ini, penulis telah mewawancarai 10 orang informan yang terdiri dari 5 orang sebagai informan inti, 3 orang tua yang menikahkan anak, 2 orang tokoh masyarakat, 1 orang staff desa, dan 1 penghulu desa Karangharum. Karakteristik informan yang dibahas dalam penelitian meliputi: usia dan pandemic Covid-19. (1)Usia, Secara keseluruhan penyebab perkawinan anak dikarenakan adanya pergaulan bebas atau hamil diluar nikah yang didominasi masih duduk dibangku sekolah yang usianya kurang dari 19 tahun. (2)Pandemi Covid-19, Data dikumpulkan pada periode pandemi Covid-19 terjadi yaitu Maret 2020 sampai dengan Desember 2021. Pandemi Covid-19 menjadi faktor pendukung kuat terhadap peningkatan perkawinan anak di Desa Karangharum, hal ini didukung data dari informan Amil Desa dan Staff desa yang memberikan pernyataan bahwa adanya peningkatan perkawinan anak pada saat pandemic Covid-19. Anak-anak yang mengalami perkawinan usia dini memiliki dampak pada kesehatan yaitu banyaknya kehamilan beresiko tinggi karena usia kurang dari 20 tahun, tingginya kasus SC, perdarahan, baby bluess dan ancaman kanker serviks. Kata Kunci: Perkawinan Anak, Covid19