Pontus Sitorus
Sekolah Tinggi Teologi Amsal, Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Membumikan Injil: Menjangkau Generasi Milenial dengan Pesan Injil yang Relevan Pontus Sitorus
Jurnal Teologi Gracia Deo Vol 6, No 2: Januari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46929/graciadeo.v6i2.179

Abstract

This article narrates the importance of presenting a relevant gospel message in responding to the millennial generation's spiritual needs and challenges. In an era dominated by the rapid advancement of technology and massive information in all lifelines, millennials often face uncertainty, difficulty understanding life's meaning, and the search for a clear identity and purpose due to the amount of false content and information spread in the digital world. Therefore, churches and spiritual leaders need to understand the context of habits and values believed by this generation. Grounding the gospel so that it can be adjusted to deliver the gospel message without reducing the substance, essence, and norms of the truth of God's word. By utilizing language, media, and communication formats relevant to the millennial generation, churches can build strong relationships and empower them to live meaningful lives based on the teachings of Christ. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it can be concluded that the church's role in grounding the gospel to reach the millennial generation with relevant gospel messages is necessary to understand the nature and importance of preaching the gospel to Christianity. This aims to equip it to reach the millennial generation and its existing challenges so that actualization in grounding the gospel can be accepted. It also uses evangelization strategies for the relevant Millennial generation. AbstrakArtikel ini menarasikan pentingnya menghadirkan pesan Injil yang relevan dalam merespons kebutuhan kerohanian dan tantangan yang dihadapi oleh generasi milenial. Dalam era yang didominasi oleh pesatnya kemajuan teknologi dan informasi yang masif disegala lini kehidupan, generasi milenial sering kali menghadapi ketidakpastian, kesulitan dalam memahami makna hidup, dan pencarian akan identitas serta tujuan yang jelas. Akibat banyaknya konten dan informasi palsu yang tersebar di dunia digital. Oleh karena itu, penting bagi gereja dan pemimpin rohani untuk memahami konteks habit dan nilai-nilai yang diyakini oleh generasi ini. Membumikan Injil agar dapat penyesuaian dalam penyampaian pesan Injil, tanpa mengurangi substansi dan esensi serta norma kebenaran firman Tuhan. Dengan memanfaatkan bahasa, media, dan format komunikasi yang relevan dengan generasi milenial, gereja dapat membangun hubungan yang kuat dan memberdayakan mereka untuk menjalani kehidupan yang bermakna berdasarkan ajaran Kristus. Mengunakan Metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literature maka dapat disimpulkana bahwa peran gereja dalam membumikan injil sebagai usaha untuk menjangkau generasi milenial dengan pesan injil yang relevan, maka diperlukan pemahaman terkait hakikat dan Pentingnya memberitakan Injil kepada kekristenan. Hal ini bertujuan memperlangkapi sehingga dapat menjangkau generasi milenial dan tantangannya yang ada supaya aktualisasi dalam membumikan Injil dapat diterima. Dan hal itu memang menggunkan strategi penginjilan bagi generasi Milenial yang relevan.   
Oikonomia theou dan oikonomia institusional: Participatio in mysterion sebagai paradigma manajemen pendidikan Kristiani Indonesia Pontus Sitorus
KURIOS Vol. 11 No. 3: Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v11i3.1164

Abstract

This article develops a theological framework for understanding Christian education management through the concept of oikonomia in Pauline and patristic theology. By analyzing the intrinsic relationship between oikonomia theou (divine management) and mysterion (the revealed plan of salvation), this article argues that the management of Christian educational institutions must be understood as participatio, the ontological and practical participation in God's work of salvation. Through exegetical analysis of key texts from Ephesians and Colossians, and by appropriating the concept of participatio from the Thomistic tradition and contemporary sacramental theology, this article offers a theological reconstitution of managerial practices that transcend the technocratic-instrumental approach. The implications of this paradigm are elaborated in the specific context of Indonesian Christian education, considering the challenges of contextualization and the need for theological-practical integration.   Abstrak Artikel ini mengembangkan suatu kerangka teologis, untuk memahami manajemen pendidikan Kristiani melalui konsep oikonomia dalam teologi Paulus dan patristik. Dengan menganalisis hubungan intrinsik antara oikonomia theou (pengelolaan ilahi) dan mysterion (rencana keselamatan yang terungkap), artikel ini berargumen bahwa manajemen institusi pendidikan Kristiani harus dipahami sebagai participation, partisipasi ontologis dan praktis dalam karya penyelamatan Allah. Melalui analisis eksegesis terhadap teks-teks kunci Efesus dan Kolose, serta apropriasi konsep participatio dari tradisi Thomistik dan teologi sakramental kontemporer, artikel ini menawarkan rekonstitusi teologis atas praktik manajerial yang melampaui pendekatan teknokratis-instrumental. Implikasi paradigma ini dijabarkan dalam konteks spesifik pendidikan Kristiani Indonesia dengan mempertimbangkan tantangan kontekstualisasi dan kebutuhan akan integrasi teologis-praktis.