Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Suronan Sedekah Gunung Merapi: Ekspresi Simbolik Rasa Syukur dan Strategi Kultural Mitigasi Risiko Bencana Kunti Dewi Masyithoh; Didi Pramono
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiis.v12i1.111781

Abstract

Desa Lencoh terletak di antara Gunung Merapi dan Gunung Merbabu menjadikan wilayah ini dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi. Selain itu, masyarakat juga bergantung kepada alam sebagai sumber penghidupan. Tujuan penelitian untuk menganalisis tradisi Suronan Sedekah Gunung Merapi sebagai wujud ekspresi simbolik rasa syukur dan strategi kultural mitigasi risiko bencana. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, serta wawancara mendalam terhadap tokoh adat sebagai pemimpin ritual serta masyarakat yang terlibat langsung dalam pelaksanaan Suronan dengan teknik purposive sampling. Uji kredibilitas data melalui triangulasi. Analisis data mengacu pada model analisis Miles, Huberman, dan Saldana dengan landasan teori interaksionisme simbolik Herbert Blumer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Suronan Sedekah Gunung Merapi merepresentasikan makna kolektif yang memposisikan manusia dalam relasi harmoni dengan Tuhan, alam, dan makhluk spiritual Gunung Merapi. Simbol budaya berupa gunungan rasul, gunungan nasi tumpeng, dan gunungan panggangbuto dimaknai sebagai simbol ungkapan syukur masyarakat. Sedangkan sesaji sirah maeso (kepala kerbau) dan sesaji Merapi merepresentasikan strategi kultural mitigasi risiko bencana melalui ujub, kidung, dan doa. Adapun bentuk adaptasi prosesi ritual pasca erupsi Gunung Merapi menunjukkan bahwa tradisi ini bersifat dinamis tanpa menghilangkan esensi makna simboliknya. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya integrasi pengetahuan lokal dalam merumuskan regulasi mitigasi bencana.