Fiqha Aulia Achsam
Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep Pajak Dalam Kitab Al-Kharaj Abu Yusuf : Relevansi dengan Sistem Perpajakan di Era Globalisasi Fiqha Aulia Achsam; Hasmira Rahmadani; Riska Salim
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Digital Vol. 2 No. 1 (2024): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

As a widely known figure, Abu Yusuf has written a phenomenal work in the study of taxation, namely the book al-Kharaj. This book, written at the request of Caliph Harun ar-Rasyid, is used as a guide in tax management efforts. As one of the crucial sectors of state revenue, taxes should not deceive the public from their percentages. This article aims to determine the context of the book al-Kharaj and its contents. Therefore, this study attempts to reveal Abu Yusuf's thoughts and background which are traced through his attitudes, writings and responses to a case that occurred at that time. Apart from that, this article also aims to understand the tax concept initiated by Abu Yusuf and its practice in current economic conditions. This study found that Abu Yusuf's thinking about taxes is a concept that is still used today. This concept is applied in determining the percentage of tax revenue by the state. The al-Kharaj concept is also used in the land and building tax (PBB) sector and customs revenues.
Analisis Praktik Gadai Buah Kopi Pra Panen Ditinjau dari Perspektif Hukum Ekonomi Syariah (Studi Kasus di Desa Kahayya, Kabupaten Bulukumba) Fiqha Aulia Achsam; Hasanuddin; Mega Mustika
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 5 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Maret)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik gadai buah kopi sebelum masa panen yang dilakukan masyarakat Desa Kahayya serta menilai kesesuaiannya dengan prinsip hukum ekonomi syariah. Kajian ini penting untuk memastikan bahwa mekanisme pembiayaan tradisional yang berkembang di pedesaan tidak bertentangan dengan nilai keadilan dan perlindungan harta sebagaimana diatur dalam syariat Islam. Penelitian menggunakan pendekatan yuridis‑empiris dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan mengaitkan temuan lapangan terhadap konsep rahn, larangan gharar, dan ketentuan hukum positif (KUHPerdata) serta fatwa DSN‑MUI. Validitas data diuji melalui triangulasi sumber dan metode untuk memastikan keakuratan informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik gadai pra‑panen di Desa Kahayya dilakukan secara lisan tanpa kontrak tertulis, dengan objek jaminan berupa buah kopi yang masih di pohon. Mekanisme ini bebas dari unsur riba, namun mengandung gharar karena ketidakpastian jumlah dan kualitas objek jaminan, sehingga tidak memenuhi syarat sah rahn menurut KHES dan fatwa DSN‑MUI. Dari perspektif KUHPerdata, hak gadai baru lahir setelah penyerahan nyata atas objek yang spesifik. Penelitian merekomendasikan penataan akad melalui kontrak tertulis, penyerahan sebagian marhun yang ditimbang, atau pengalihan ke akad salam untuk mengurangi gharar dan menjaga prinsip keadilan.