Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Kesehatan Tentang Tuberkulosis Pada Kader Surabaya Hebat Puskesmas Putat Jaya Surabaya Sajuni Sajuni; Risma Ikawaty; Anita Purnamayanti
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 4 No 3 (2024): I-Com: Indonesian Community Journal (September 2024)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/icom.v4i3.5224

Abstract

ABSTRACT Great Surabaya Cadres play a role in breaking the chain of Tuberculosis transmission. Putat Jaya Health Center has as many as 1500 Great Surabaya Cadres, and only half of the cadres have received knowledge about Tuberculosis, so that dedication was carried out to Great Surabaya Cadres at the Putat Jaya Community Health Center. The service was carried out for approximately 3 hours on March 23 2024 with a total of 48 Great Surabaya Cadres participating. The method of this service is education, providing explanations about Tuberculosis accompanied by discussions. There was a significant increase in knowledge before and after education. Keywords: Tuberculosis, education, Great Surabaya Cadres, Putat Jaya.
Sinergi Edukasi Gizi dan Sanitasi Sebagai Upaya Menurunkan Angka Stunting dan Dysbiosis di Kelurahan Pagerluyung, Kabupaten Mojokerto Windra Prayoga; Rachmad Poedyo Armanto; Risma Ikawaty; Alethea Theofilus; Roosca Quintanova; Mohammad Luqman Nabil
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 4 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (Desember 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v5i4.8230

Abstract

Angka kejadian stunting dan dysbiosis yang tinggi di Kelurahan Pagerluyung, Kabupaten Mojokerto menunjukkan dua permasalahan utama: (1) kurangnya pengetahuan tentang batas pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif dan makanan pendamping ASI (MPASI), serta (2) kurangnya sanitasi lingkungan. Penyuluhan dan sosialisasi pengaturan gizi anak serta pendirian fasilitas pengolahan air menggunakan sistem filtrasi menjadi upaya yang dirasa mampu untuk mengatasi stunting dan dysbiosis tersebut. Hasilnya, terjadi peningkatan pemahaman tentang pengaturan gizi anak hingga 24 poin, dimana peningkatan ini diharapkan mampu menurunkan angka kejadian stunting di Kelurahan Pagerluyung di masa depan. Kombinasi sumur bor kedalaman 32 meter sebagai sumber air dan pengolahan air sistem filtrasi yang baru dibangun, terbukti mampu menyediakan air bersih yang memiliki kualitas lebih baik, yang dibuktikan dengan nilai TDS rendah, untuk masyarakat. Air bersih ini nantinya diharapkan mampu menurunkan angka kejadian dysbiosis di wilayah ini di masa depan.