Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

OPTIMALISASI PEMANFAATAN VIDEO SEBAGAI ALAT PROMOSI UNTUK MENINGKATKAN POPULARITAS DESA WISATA BAKAS, KLUNGKUNG Retno Juwita Sari; Ida Ayu Etsa Pracintya; I Wayan Putra Aditya
Sewagati Vol. 3 No. 2 (2024): Sewagati
Publisher : Fakultas Teknik dan Informatika Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59819/sewagati.v3i2.4413

Abstract

The digitalization 5.0 nowdays needs to be studied in order to adapt with the tourism developments over time, including in the promotion sector. One of the developing tourism village is Bakas. Bakas Tourism Village has taken advantage of existing digitalization opportunities by promoting its potential attractions through Instagram social media. Bakas Tourism Village which located in Klungkung district, is a tourist village that has the potential for natural, culinary and spiritual tourist attractions. It is important to maximize the use of social media, to promote the various attractions of Bakas Tourism Village. The aim of this program was to help the stake holders in Bakas Tourism Village to carry out promotions on social media, by editing videos and photos using the features offered to edit in various social media. The results of this training were; (1) Developing business social media account, (2) Uploading photos of that have been edited using various editing features, (3) Uploading videos by adding interesting filters, captions and songs. In conclusion, these three outputs can make the products they offer more attractive before uploading them to social media accounts.
SINERGI ANTARA KEINDAHAN ALAM DAN PARIWISATA BERBASIS KOMUNITAS PADA PAKET WISATA DESA PLAGA, BADUNG Retno Juwita Sari; Ni Wayan Kurnia Sari; Swyti Fandalista Silly; Ida Ayu Etsa Pracintya; I Wayan Putra Aditya
Sewagati Vol. 4 No. 1 (2025): Sewagati
Publisher : Fakultas Teknik dan Informatika Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59819/sewagati.v4i1.4975

Abstract

Pelaga Village, located in Badung Regency, Bali, is known for its natural beauty and diverse agricultural products, making it an ideal destination for tourists seeking tranquility and an experience close to nature. The village has cool air and lush green landscapes, as well as superior agricultural commodities such as asparagus, coffee, and organic vegetables. Pelaga Village faces challenges in managing sustainable tourism, including a lack of community understanding of the importance of environmentally friendly tourism. In an effort to increase tourism potential, a three-day, two-night educational and adventure-based tour package was designed, which includes a climb to Puncak Mangu Temple, a visit to an asparagus garden to learn about sustainable agriculture, and trekking to Nungnung Waterfall. This package aims to provide an immersive experience for tourists, while empowering local communities through active participation in tourism management. Through a holistic and sustainable approach, it is hoped that this tour package will not only attract tourists, but also have a positive impact on the community and the environment. By involving the community as guides and service providers, this program is expected to improve the economic welfare of the village, environmental conservation, and education for tourists about local culture and agriculture. These results are expected to be a model for other villages in developing sustainable and community-based tourism.
Digital Nudging and Visit Intention Among Generation Z: Evidence from Scarcity and Urgency Cues in Kaba-Kaba Tourism Village, Bali Ni Made Ayu Natih Widhiarini; Ida Ayu Etsa Pracintya; I Komang Angga Tria Saputra
International Journal of Management Science and Information Technology Vol. 6 No. 2 (2026): July - December 2026
Publisher : Lembaga Komunitas Informasi Teknologi Aceh (KITA), Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/ijmsit.v6i2.7721

Abstract

Digital platforms increasingly shape destination discovery, but the effectiveness of behavioral cues may differ between commercial tourism products and community-based cultural destinations. This study examines the effects of Scarcity Nudge, Urgency Nudge, and Fear of Missing Out (FOMO) on Generation Z's Visit Intention toward Kaba-Kaba Tourism Village, Bali. Using a between-subject quasi-experimental design, 120 active social media users aged 18-29 who had never visited the village were exposed to neutral, scarcity-based, or urgency-based digital promotional content. The visual format and destination information were standardized, while the textual cue was varied across conditions. Data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Urgency Nudge had a positive and significant effect on Visit Intention (beta = 0.570, p < 0.001), whereas Scarcity Nudge (beta = 0.105, p = 0.315) and FOMO (beta = 0.121, p = 0.079) were not significant. FOMO also did not moderate either nudge-intention relationship. The findings show that Generation Z responded more strongly to credible time-bound opportunities than to limited-availability or social-pressure cues in this cultural tourism context. The study extends digital nudging research by demonstrating its destination-specific effectiveness and recommends that tourism village managers promote genuine limited-time cultural events, seasonal activities, and community-led experiences while avoiding artificial scarcity claims.
Analisis Potensi Wisata Dan Pengemasan Paket Wisata Di Desa Buahan, Payangan, Gianyar Natalia Angelica Mailool; Pemban Teguh Panuntun; Mariya Takerbak; Ida Ayu Etsa Pracintya
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 12 No 2: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v12i2.2924

Abstract

Desa Buahan merupakan salah satu desa wisata di Kecamatan Payangan, Gianyar, yang memiliki sejumlah fasilitas unggulan yang sangat cocok dijadikan destinasi agrowisata. Daya tarik wisata yang ditawarkan Desa Buahan meliputi atraksi agrowisata yang berkolaborasi dengan eduwisata. Desa dengan lahan pertanian seluas 150 hektar membuat atraksi agrowisata dapat berkembang pesat di Desa Buahan. Potensi yang dimiliki oleh Desa buahan, yaitu: (1). Peternakan lebah madu kele-kele, (2) Air Terjun Gambih, (3) UMKM Umah Tahu, (4) Puspa Aman. Namun, potensi yang dimiliki belum dibuatkan paket tour. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang sifatnya deskriptif dengan menggunakan analisis. Berdasarkan hasil yang telah dipaparkan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa Desa Buahan menawarkan potensi wisata yang beragam, mencakup keindahan alam, kegiatan edukasi, dan aktivitas tambahan yang dapat memikat wisatawan. Air Terjun Banjar Gambih, Puspa Aman, Peternakan Lebah Madu Kele-Kele, dan Umah Tahu menjadi daya tarik utama, sementara trekking dan cycling menambahkan sentuhan petualangan.
Analisis Place, Promotion, Product, Dan Price Di Desa Wisata Pinge, Marga, Tabanan Ni Kadek Rara Elisdayanti; Fila Delfia Gustina Novitasari Hutagalun; Ida Ayu Etsa Pracintya
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 12 No 2: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v12i2.2925

Abstract

Desa Pinge merupakan salah satu desa wisata yang berkembang di Kecamatan Marga, Tabanan, Bali. Desa ini memiliki beberapa potensi wisata yang dapat dikembangkan untuk menunjang kegiatan pariwisata, dengan menawarkan atraksi wisata jogging trekking, berkemah, dan agrowisata. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis bagaimana konsep 4P (product, price, place, promotion) yang dilakukan di Desa Wisata Pinge. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dimana sumber data diperoleh dari observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa tiga aspek place, product, price teridentifikasi dilakukan dengan baik. Sementara pada aspek promotion, di desa ini belum berjalan dengan baik dikarenakan para stakeholder pariwisata di Desa Wisata Pinge ini belum cukup mampu beradaptasi dengan teknologi yang tentunya dapat membantu promosi desa secara online yang dapat menjangkau target pasar wisatawan lebih luas. Sehingga, diantara aspek 4P tersebut, aspek promotion adalah aspek yang perlu ditingkatkan pelaksanaannya.
PENDEKATAN PEMETAAN POTENSI WISATA UNTUK PENGEMBANGAN PAKET WISATA BERKELANJUTAN DAN SDM PARIWISATA KOMPETEN Patricia Devika Liu; I Gede Darma Ada Jaya; Retno Juwita Sari; Ida Ayu Etsa Pracintya; I Wayan Putra Aditya
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 14 No 1: Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v14i1.3839

Abstract

Desa Pelaga, yang terletak di Kabupaten Badung, Bali, memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan potensi wisata di Desa Pelaga serta merancang strategi pengembangan paket wisata yang menarik dan berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi lapangan, wawancara dengan pemangku kepentingan, serta studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi wisata Desa Pelaga dapat dikategorikan ke dalam tiga jenis utama, yaitu wisata alam (pendakian Pura Puncak Mangu, Air Terjun Nungnung, trekking dan birdwatching), wisata edukasi (wisata budidaya asparagus, perkebunan kopi, dan jeruk), serta wisata budaya (Tari Baris Sumbu dan Perang Untek). Berdasarkan hasil pemetaan tersebut, dirancang paket wisata berkelanjutan yang meliputi tur pertanian, pendakian dan trekking, serta workshop budaya. Selain itu, kompetensi sumber daya manusia (SDM) dalam sektor pariwisata juga menjadi faktor kunci dalam mendukung keberlanjutan destinasi ini, khususnya dalam keterampilan komunikasi, pengetahuan budaya, dan manajemen wisata. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan infrastruktur wisata, penguatan kapasitas SDM, serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk mendukung pengembangan Desa Pelaga sebagai destinasi wisata berkelanjutan. Dengan strategi yang tepat, Desa Pelaga dapat menjadi model destinasi wisata yang mengutamakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, dan kelestarian lingkungan.