Yetty Oktarina
Lecturer of Agricultural Economy Study Program University of Baturaja, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Marketing Efficiency of Patin Fish in Belitang District, East OKU Regency Sinta Arzaniah; Munajat Munajat; Yetty Oktarina
International Journal of Economics, Business and Innovation Research Vol. 3 No. 03 (2024): May, International Journal of Economics, Business and Innovation Research (IJE
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Catfish is a type of freshwater fish that is much sought after by the public. This fish is in great demand as a culinary menu because it has the lowest fat content compared to other types of fish. This research will be carried out in Patin village, precisely in Belitang District, East OKU Regency. The location determination was carried out purposively considering that Belitang District, East OKU Regency is the center for catfish cultivation in South Sumatra, especially East OKU. The research method used in this research is the survey method. The sampling method used in this research is the census method. There are two marketing institutions involved in the catfish marketing channel in Belitang District, East OKU Regency, including wholesalers and retailers. Analysis of the data processed in the research is primary and secondary data. Primary data is used to analyze marketing efficiency as seen from marketing margin, producer share and price transmission elasticity. Secondary data was used to analyze the marketing channels for catfish in Belitang District, while to answer the first research problem, marketing margin analysis was used and to answer the second problem formulation, efficiency analysis was used. Based on the research results, there are two marketing channels in Belitang District, East OKU Regency. That the marketing margin obtained for marketing channel I was IDR 5,275 for large traders and IDR. 4,725,- at retailers. Efficient marketing channels in marketing channels II. Marketing channel II is the lowest marketing margin. The low margin value obtained is due to the absence of profit calculations for each institution, where in this channel there are no institutions involved.
Prospek Pengembangan Agribisnis Kelapa Sawit di Sumatera Selatan Nina Alfisyahr; Rini Efrianti; Yetty Oktarina; Novayanti Novayanti
Nomico Vol. 1 No. 4 (2024): Nomico-May
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/w3jnrx47

Abstract

Kelapa sawit merupakan komoditas unggulan bagi negara Indonesia dalam perdagangan internasional. Kelapa sawit termasuk dalam sepuluh komoditas ekspor utama Indonesia dikarenakan daya saingnya yang kompetitif dalam perdagangan internasional. Daya saing tersebut didasarkan pada produktivitas per hektar kelapa sawit di Indonesia yang cukup tinggi. Penelitian ini dilakukan di Provinsi Sumatera Selatan tepatnya di Kabupaten Musi Banyuasin, Banyuasin dan Ogan Komering Ilir. Penentuan lokasi dilakukan secara sengaja (Purposive) dengan pertimbangan bahwa ketiga Kabupaten ini merupakanĀ  Kabupaten yang luas tanamnya paling besarĀ  dibandingkan dengan Kabupaten yang lain di Provinsi Sumatera Selatan. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Metode penarikan contoh yang digunakan dalam penelitian yang berjudul prosfek pengembangan perkebunan sawit di Provinsi Sumatera Selatan yaitu metode acak berlapis. Untuk menjawab rumusan masalah digunakan analisis SWOT dengan menggunakan teknik analisis SWOT dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa posisi faktor internal berada pada skor pada kekuatan sebesar 4,92 dan 2,00 pada kelemahan, hal ini berarti menunjukan bahwa keadaan faktor internal sangat kuat untuk kegiatan pengembangan usaha perkebunan di Sumatera Selatan. Berdasarkan tabel tersebut dapat dilihat skor tertinggi untuk kekuatan yaitu terdapat pada variabel proyeksi konsumsi CPO. Sedangkan diketahui bahwa posisi faktor eksternal berada pada skor pada peluang sebesar 4,00 dan 2,00 pada ancaman, hal ini berarti menunjukan bahwa keadaan faktor eksternal sangat kuat untuk kegiatan pengembangan usaha perkebunan di Sumatera Selatan. Berdasarkan kurva matriks SWOT prospek pengembangan perkebunan kelapa sawit di Sumatera Selatan yang mengacu pada hasil perhitungan tersebut berada pada kuadran I yaitu strategi agresif, artinya kondisi ini menguntungkan bagi petani di dalam menjalankan perkebunan kelapa sawitnya.