Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMANFAATAN TALI RAFIA MENJADI KERAJINAN BUNGA HIAS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KREATIVITAS MAHASISWA Nur Azizil; Affandy Ibrahim; Muh. Fahrul Nur Hidayat; Ainun Iccang; Andi Nurzabila; Samsinar Samsinar
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i2.8607

Abstract

Tali rafia merupakan bahan baku yang umum digunakan dalam industri pertanian dan pengemasan. Namun potensi tali rafia tidak hanya terbatas pada dua bidang tersebut. Di balik kesederhanaannya, tali rafia menawarkan fleksibilitas dan kemudahan pengolahan yang memungkinkan para pengrajin tangan untuk berkreasi menghasilkan berbagai macam bunga hias unik dan menarik. Di era modern yang serba cepat, dimana material sintetis mendominasi dunia desain, tali rafia mungkin terlihat ketinggalan zaman. Namun, tali rafia justru sedang mengalami kebangkitan yang tenang. Kelangkaannya, keserbagunaan, dan daya tahan yang mengejutkan kini mulai diakui oleh generasi pengrajin dan seniman baru. Tujuan dari program kreatifitas mahasiswa kewirausahaan (PKM-K) adalah meningkatkan semangat mahasiswa untuk berwirausaha dalam mengolah tali rafia menjadi suatu produk kerajinan bunga hias yang memiliki nilai jual. Metode pelaksanaan pada program kreativitas mahasiswa kewirausahaan (PKM-K) ini yang digunakan yaitu input, proses, output, dan evaluasi. Hasil dari kegiatan pembuatan produk ini dimulai dari tahap produksi yaitu menyiapkan bahan dan alat hingga produk siap dipasarkan, output dari proses pembuatan produk ini yakni siap dipasarkan kepada konsumen, terakhir evaluasi yaitu melakukan pengecekan produk yang telah selesai, lalu melihat kekurangan yang membuat konsumen merasa kurang puas. Kesimpulan dari kegiatan PKM-K ini yaitu untuk memanfaatkan tali rafia menjadi bunga hias yang unik dan menarik serta bernilai jual.
JAJANAN TRADISIONAL ONDE-ONDE PELANGI BERBAGAI ISIAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS MAHASISWA YANG BERNILAI JUAL Arisah Arisah; Afia Utari; Afdal Afdal; Suci Ramadani; Samsinar Samsinar
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i2.8993

Abstract

Makanan tradisional adalah makanan yang biasanya dikonsumsi oleh sekelompok masyarakat dan memiliki ciri khas tersendiri. Saat ini makanan tradisional sudah jarang ditemukan. Hal ini disebabkan sebagian masyarakat memiliki pola pikir yang menganggap makanan tradisional adalah hal yang kuno sehingga mereka mengikuti apa yang tengah menjadi tren saat ini. Onde-onde itu sendiri diduga dibawa pendatang dari tiongkok yang kemudian berkembang luas di Indonesia. Nama onde-onde berasal dari sekelompok cemilan yang terbuat dari tepung terigu ataupun tepung ketan yang direbus kemudian permukaan atau bagian kulitnya ditaburi wijen. Banyak masyarakat yang memvariasikan onde-onde menjadi bervariasi, yang meliputi ada onde-onde yang isinya gula merah, kacang hijau, keju, ketela dan lain sebagainya. Diantara variasi tersebutlah yang pasti akan menarik kembali minat masyarakat untuk mencicipi camilan onde-onde.. Tujuan dari program kreativitas mahasiswa (PKM-K) adalah untuk meningkatkan minat mahasiswa dalam berwirausaha membuat makanan menjadi suatu produk kreasi makanan yang memiliki nilai jual. Metode pelaksanaan PKM-K ini adalah input, proses, output dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini dimulai dari proses produksi yaitu menyiapkan bahan dan alat, hingga onde-onde siap di pasarkan. Luaran dari proses pembuatan onde-onde siap dijual dan dipasarkan kepada konsumen dan terakhir tahap evaluasi yaitu pengecekan onde-onde yang sudah jadi, kemudian meninjau kembali program ini akan dilaksanakan di Kota Palopo, terutama di kalangan mahasiswa dengan lokasi kegiatan yang strategis dan metode pelaksaan berbais proses input.