Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KONSEP TRI HITA KARANA DAN UPAYA PENANGANAN PEMANASAN GLOBAL Si Luh Nyoman Seriadi
Veda Jyotih: Jurnal Agama dan Sains Vol. 1 No. 2 (2022): Veda Jyotih: Jurnal Agama dan Sains
Publisher : Perkumpulan Organisasi Profesi DPP Dosen Hindu Indonesia (DHI) Bekerja sama dengan Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61330/vedajyotih.V1i2.15

Abstract

Pemanasan global menjadi masalah serius terkait lingkungan yang dihadapi dunia akibat tumpukan gas-gas rumah kaca di atmosfer. Gas-gas ini terdiri dari Karbondioksida (CO), Metana (CH4), Nitrous Oksida (N2O), Hydroperfluorokarbon (HFCs), Perfluorokarbon (CFCs), Sulfur Heksaflorida (SF6). Gas-gas tersebut secara alami terdapat di udara (atmosfer), sedangkan efek rumah kaca merupakan istilah untuk panas yang terperangkap di dalam atmosfer Bumi dan tidak bias menyebar. Tanpa disadari aktivitas manusia setiap harinya menyumbangkan gas-gas rumah kaca ke atmosfer yang memicu terjadinya pemanasan global. Aktivitas manusia yang semakin canggih dan instan secara langsung dan tidak langsung membawa pengaruh terhadap kesemimbangan alam. Aktivitas tersebut diantaranya, pencemaran udara akibat dari pembakaran hutan, pembakaran lahan gambut, asap kendaraan, asap pabrik, pencemaran air dan lain sebagainya. Menghadapi permasalah lingkungan seperti ini, terdapat konsep tradisional Bali, Tri Hita Karana, yang dapat diimplementasikan untuk meminimalisir dampak dari pemanasan global. Artikel ini menguraikan bagaimana implikasi dari Tri Hita Karana terhadap penurunan dampak pemanasan global menggunakan pendekatan hermeneutik. Tri Hita Karana sebagai konsep tradisional Bali mengajarkan manusia untuk mencapai kebahagiaan dan keseimbangan hidup melalui cara menjalin hubungan harmonis dengan Tuhan, menjalin hubungan harmonis dengan sesame manusia, dan menjalin hubungan harmonis dengan alam sekitar. Menjaga hubungan harmonis dengan alam sekitar inilah yang menjadi poin penting dalam meminimalisir dampak pemanasan global. Jika manusia menjaga kesehatan alam, maka alam juga menjaga dan melindungi kesehatan manusia. Namun jika manusia mengancam keselamatan alam, maka keselamatan manusia itu sendiri juga terancam oleh alam.