Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Krisis Penerbangan: Studi Kasus Tindakan Malaysia Airlines pada Tragedi MH370 An Nirma Minkasari; Bima Adyatma; Maulana Muzaky
SKYHAWK : Jurnal Aviasi Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024): SKYHAWK: Jurnal Aviasi Indonesia
Publisher : Akademi Penerbang Indonesia Banyuwagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52074/skyhawk.v4i2.260

Abstract

Penanganan krisis oleh Malaysia Airlines setelah kehilangan pesawat MH370 pada tahun 2014 telah menimbulkan banyak kritik dari berbagai pihak, terutama keluarga korban. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana Malaysia Airlines mengelola krisis secara internal dan eksternal, serta bagaimana mereka berkomunikasi dengan keluarga penumpang dan awak pesawat. Penelitian ini juga menilai efektivitas kolaborasi maskapai dengan pemerintah dan badan internasional dalam upaya pencarian pesawat MH370, serta strategi yang digunakan untuk menjaga dan mengelola reputasi perusahaan di tengah sorotan media dan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Malaysia Airlines telah melakukan berbagai upaya untuk mengelola krisis dan menjaga reputasi, masih terdapat banyak kelemahan dalam transparansi, kecepatan, dan konsistensi komunikasi. Saran yang diberikan meliputi peningkatan transparansi informasi, kepemimpinan yang kuat, akuntabilitas, serta pengembangan budaya perusahaan yang lebih fokus pada keselamatan dan komunikasi terbuka. Studi ini memberikan wawasan berharga bagi perusahaan penerbangan dalam menghadapi krisis serupa di masa depan.
Turbulensi Kesehatan: Perlindungan Hukum Penumpang yang Terbang dengan Kecemasan An Nirma Minkasari; Maulana Muzaky; Niken Kusuma Wardani
SKYHAWK : Jurnal Aviasi Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024): SKYHAWK: Jurnal Aviasi Indonesia
Publisher : Akademi Penerbang Indonesia Banyuwagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52074/skyhawk.v4i2.263

Abstract

Penelitian ini mengkaji perlindungan hukum bagi penumpang yang mengalami gangguan kesehatan mendadak selama penerbangan, baik dari perspektif hukum nasional maupun internasional. Meskipun terdapat regulasi yang memadai seperti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan dan berbagai Peraturan Menteri Perhubungan, serta konvensi internasional seperti Konvensi Warsawa 1929 dan Konvensi Montreal 1999, implementasi dari regulasi tersebut masih memiliki celah yang dapat menghambat efektivitas perlindungan hukum. Penelitian ini mengidentifikasi beberapa masalah utama seperti kurangnya pengawasan dan penegakan hukum, ketidakjelasan standar layanan medis, dan kurangnya pelatihan awak pesawat dalam menangani situasi medis darurat. Dengan menganalisis celah-celah ini, penelitian ini memberikan rekomendasi untuk memperbaiki implementasi regulasi, meningkatkan kejelasan standar layanan medis, dan memperluas pelatihan untuk awak pesawat. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan tanggung jawab maskapai penerbangan dalam situasi darurat medis di udara, serta menciptakan pengalaman perjalanan udara yang lebih aman dan nyaman bagi semua penumpang.