Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA MELALUI PEMBELAJARAN DENGAN MEDIA FLIPBOOK PADA MATERI LIMIT FUNGSI Cindi Fitriani; Wily Wandari; Elly Rizeqia Fadilah
Jurnal Numeracy Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/numeracy.v10i2.2314

Abstract

Perkembangan penggunaan media pembelajaran interaktif sangat berkembang secara pesat, melalui penggunaan media pembelajaran mampu meningkatkan kemampuan matematis siswa. Komunikasi matematis merupakan salah satu kemampuan matematika yang perlu dipahami oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mengenai kemampuan komunikasi matematis siswa yang menggunakan media flipbook pada materi limit fungsi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri Tomo Kabupaten Sumedang sebanyak 35 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes berupa soal komunikasi matematis pada materi limit fungsi berupa soal uraian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan komunikasi matematis siswa sebesar 75.857 yakni berada pada kategori baik.AbstractThe development of the use of interactive learning media is growing rapidly, through the use of learning media it is able to improve students' mathematical abilities. Mathematical communication is one of the mathematical skills that students need to understand. This research aims to examine the mathematical communication skills of students who use flipbook media on function limits material. This research is qualitative research with a descriptive approach. The subjects in this research were 35 students in class XI Science at Tomo State High School, Sumedang Regency. The data collection technique used was a test method in the form of mathematical communication questions on function limit material in the form of description questions. The results of the research show that the average score for students' mathematical communication skills is 75.857, which is in the good category.
Analysis of Middle School Students' Learning Styles for Differentiated Learning in Mathematics Lessons Azi Nugraha; Erlinda Isulis Marissa; Elly Rizeqia Fadilah
RANGE: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 1 (2024): Range Juli 2024
Publisher : Pendidikan Matematika UNIMOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jpm.v6i1.7087

Abstract

The aim of this research is to obtain a description of students' learning styles in studying mathematics. Learning style questionnaires and in-depth interview methods were used in this qualitative descriptive research design. Thirty class VIII students from one of the middle schools in Majalengka Regency were used as research subjects. An interview guide and a Google form-based learning style questionnaire were used as research instruments. The data analysis approach used is data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the analysis show that 17% of Class VIII students in one of the middle schools in Majalengka Regency have a kinesthetic learning style, 53% have a visual learning style, and 30% have an auditory learning style. These findings indicate that the visual learning style is the most common type of learning. To develop differentiated learning, teachers and schools must consider the different learning styles and needs of students.
Learning Trajectory of Arithmetic Sequences and Series with a PMRI Approach Using the Context of Yogyakarta's Kawung Batik Fabric: Lintasan Belajar Barisan dan Deret Aritmatika dengan Pendekatan PMRI Menggunakan Konteks Kain Batik Kawung Yogyakarta Fadilah, Elly Rizeqia; Nugraha, Azi; Marissa, Erlinda Isulis
Journal of Society and Development Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Medpro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57032/jsd.v4i2.292

Abstract

Mathematics learning is often perceived as abstract and disconnected from students’ real-life experiences. To bridge this gap, this study developed a culturally contextualized learning trajectory using Kawung Batik patterns from Yogyakarta to support students' understanding of arithmetic sequences and series. Employing the Indonesian Realistic Mathematics Education (PMRI) approach within a design research framework, this study followed three main phases: preliminary phase, design experiments (pilot and teaching experiments), and retrospective analysis. The participants were 32 tenth-grade science students at SMAS Muhammadiyah Kedawung. The findings indicate that the Kawung Batik context facilitated students’ transition from informal to formal reasoning in learning arithmetic sequences and series. Students actively identified patterns, organized batik motifs into arithmetic sequences, and formulated the general term and the sum of the first n terms through meaningful contextual engagement. Visual strategies and group discussions promoted active participation and conceptual understanding in solving culturally grounded mathematical problems. This study contributes to the development of culturally contextual mathematics instruction in Indonesia and provides a practical model for designing meaningful arithmetic sequence and series lessons. The proposed learning trajectory serves as a reference for teachers seeking to connect mathematics learning with students' cultural environments.
Strategi Pengembangan Agroeduwisata Petik Melon Desa Adan-Adan Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri Dwinata, Anggara; Aida Arini; Emy Yunita Rahma Pratiwi; Nur Hayati; Syaipul Pahru; Leny Suryaning Astutik; Fannidya Hamdani Zeho; Elly Rizeqia Fadilah
Dinamis: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/dinamis.v5i1.8861

Abstract

Pariwisata di era milenial menjadi kawasan destinasi menarik bagi masyarakat. Daya tarik sektor pariwisata secara adaptasi zaman tidak harus berdasarkan kemewahan tempat dan sarana, melainkan potensi kearifan lokal yang mengedukasi. Potensi kawasan tersebut diantaranya ada agroeduwisata petik Melon yang kini menjadi kegiatan penanaman buah menarik bagi masyarakat. Di desa Adan-Adan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri terdapat agroeduwisata petik Melon yang sangat menarik untuk dikunjungi. Tim pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang tertarik untuk mengadakan kegiatan secara implisit bersinergi dengan pengelola agroeduwisata petik Melon sebagai bentuk nyata dari peningkatan secara optimal kawasan tersebut. Langkah-langkah kegiatannya meliputi kegiatan analisis mitra, implementasi pelayanan dan promosi, dan evaluasi. Keseluruhan dari rangkaian kegiatan tersebut berdampak signifikan bagi keberlangsungan pengembangan agroeduwisata petik Melon sebagai bentuk daya tarik destinasi kearifan lokal dengan pemanfaatan alam sebagai sarana dalam berkunjung dan berwisata
Strategi Pengembangan Agroeduwisata Petik Melon Desa Adan-Adan Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri Dwinata, Anggara; Aida Arini; Emy Yunita Rahma Pratiwi; Nur Hayati; Syaipul Pahru; Leny Suryaning Astutik; Fannidya Hamdani Zeho; Elly Rizeqia Fadilah
Dinamis: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/dinamis.v5i1.8861

Abstract

Pariwisata di era milenial menjadi kawasan destinasi menarik bagi masyarakat. Daya tarik sektor pariwisata secara adaptasi zaman tidak harus berdasarkan kemewahan tempat dan sarana, melainkan potensi kearifan lokal yang mengedukasi. Potensi kawasan tersebut diantaranya ada agroeduwisata petik Melon yang kini menjadi kegiatan penanaman buah menarik bagi masyarakat. Di desa Adan-Adan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri terdapat agroeduwisata petik Melon yang sangat menarik untuk dikunjungi. Tim pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang tertarik untuk mengadakan kegiatan secara implisit bersinergi dengan pengelola agroeduwisata petik Melon sebagai bentuk nyata dari peningkatan secara optimal kawasan tersebut. Langkah-langkah kegiatannya meliputi kegiatan analisis mitra, implementasi pelayanan dan promosi, dan evaluasi. Keseluruhan dari rangkaian kegiatan tersebut berdampak signifikan bagi keberlangsungan pengembangan agroeduwisata petik Melon sebagai bentuk daya tarik destinasi kearifan lokal dengan pemanfaatan alam sebagai sarana dalam berkunjung dan berwisata
Teachers’ Readiness for Integrating Technology in English Language Education: The Roles of Institutional Support, Self-Efficacy, and Technological Competence Sihombing, Lambok Hermanto; Muliasari, Desiani Natalina; Herlambang, Yusuf Tri; Fadilah, Elly Rizeqia; Supriatna, Nana
International Journal of Educational Qualitative Quantitative Research Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Qualitative and Quantitative Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58418/ijeqqr.v4i2.175

Abstract

The rapid digital transformation in English Language Education (ELE) has made teacher readiness a critical determinant of successful technology integration. This study aims to investigate the roles of institutional support, self-efficacy, and technological competence in shaping teachers’ readiness across two distinct educational landscapes: Australia and Indonesia. Adopting a quantitative research design, data were collected from 125 English language teachers and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The findings reveal that institutional support, self-efficacy, and technological competence all exert a positive and significant influence on teacher readiness, collectively explaining 65.8% of the model’s variance (R2=0.658). Among the predictors, self-efficacy emerged as the most dominant driver (β=0.428), highlighting the primacy of internal psychological confidence in adopting digital tools. These results underscore that technology integration is a complex socio-technical process requiring a synergistic approach that balances environmental resources with individual psychological resilience. This study contributes to the field of educational technology by providing a robust cross-cultural model, suggesting that professional development must prioritize building digital agency and supportive ecosystems over mere infrastructure procurement to ensure sustainable digital transitions.