Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rancang Bangun Smart Feeder Terintegrasi Akuaponik Ramah Lingkungan sebagai Solusi Inovatif Budidaya Ikan Teuku Ferijal; Dewi Sri Jayanti; Diana Sapha A.H; Samadi Samadi
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 3 No 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 3 Nomor 1,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v3i1.82

Abstract

Akuaponik merupakan sistem terpadu yang menggabungkan akuakultur dan hidroponik, sehingga mampu menyediakan pangan sehat sekaligus memanfaatkan limbah ikan sebagai nutrisi tanaman. Diharapkan selain meningkatkan pendapatan, juga efisiensi dalam penggunaan lahan dan dapat meningkatkan kualitas lingkungan. Teknologi smart feeder berbasis mikrokontroler dapat mengotomatisasi pemberian pakan ikan secara presisi dan terjadwal, sehingga mengurangi pemborosan pakan serta mendukung keberlanjutan budidaya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Gampong Geuceu Kompleks melalui penerapan teknologi tepat guna berupa smart feeder yang diintegrasikan dengan sistem akuaponik ramah lingkungan. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat adalah pemberian pakan ikan secara manual, rendahnya efisiensi pemanfaatan bioflok, serta keterbatasan keterampilan dalam pengelolaan budidaya terpadu. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa smart feeder dan akuaponik telah dirancang secara baik sesuai dengan kebutuhan masyarakat mitra dan prinsip teknologi tepat guna. Selain itu juga menunjukkan bahwa mitra dan masyarakat mampu mengoperasikan sistem akuaponik, menggunakan smart feeder untuk efisiensi pakan, serta meningkatkan keterampilan dalam budidaya ikan terpadu modern. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola usaha perikanan ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Transformasi Air Kelapa menjadi Kecap Kelapa: Pendekatan Zero Waste Berbasis Teknologi Pengolahan dan Pemberdayaan Masyarakat Raida Agustina; Dinaroe Dinaroe; Rahmat Fadhil; Agus Arip Munawar; Khairul Anwar; Muhammad Yasar; Dewi Sri Jayanti
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 4 No 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 4 Nomor 1,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v4i1.111

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemanfaatan air kelapa hasil samping produksi Virgin Coconut Oil (VCO) menjadi kecap kelapa sebagai produk pangan bernilai tambah melalui pendekatan zero waste, teknologi pengolahan, dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan dilaksanakan di Gampong Batee Shoek, Kecamatan Sukamakmue, Kota Sabang, dengan mitra Kelompok Tani Ingin Jaya (A.R.A. Oils). Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) yang melibatkan mitra secara aktif melalui tahap persiapan, pelaksanaan, pembinaan, dan evaluasi. Kegiatan meliputi pengenalan potensi air kelapa, demonstrasi formulasi, pemasakan, pemekatan, penyaringan, pengemasan, pelabelan, serta penguatan manajemen usaha dan pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa air kelapa yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal dapat diolah menjadi kecap kelapa dengan warna cokelat gelap, konsistensi lebih pekat, dan penampilan yang sesuai sebagai produk olahan. Keterlibatan langsung mitra meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam proses produksi, sedangkan mahasiswa KKN Tematik memperoleh pengalaman penerapan teknologi dan pendampingan masyarakat. Program ini memperkuat kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah setempat, mahasiswa, dan masyarakat dalam hilirisasi inovasi pangan lokal berkelanjutan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa transformasi air kelapa menjadi kecap kelapa mampu mendukung pemanfaatan hasil samping produksi VCO, memperkuat penerapan konsep zero waste, meningkatkan nilai tambah bahan, serta membuka peluang pengembangan usaha berbasis kelapa yang lebih berkelanjutan di Kota Sabang