Benny Bintarjo DH
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH MATERIAL – MEREVITALISASI LAPANGAN OLAHRAGA THOR DI KOTA SURABAYA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR METAFORA Isvan Hidayat; Benny Bintarjo DH
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 13 No 2 (2023): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v13i2.4626

Abstract

Merevitalisasi Lapangan Olahraga diharapkan dapat menarik kunjungan warga kota Surabaya kembali setelah jumlah kunjungan menururn. Penurunan jumlah angka kunjungan tersebut perlu dievaluasi sehingga perlu untuk memperhatikan permasalahan yang ada di Kota Surabaya. Permasalahan yang utama pada Lapangan yang sekarang salah satunya adalah tidak optimalnya bangunan rancangan saat ini dimana banyak fasilitas yang rusak dan tidak terawat. Konsep dari bagunan yang akan di revitalisasi ini adalah Jenis metafora yang digunakan dalam rancangan metafora gabungan sehingga dapat dijabarkan beberapa karakteristik olahraga yang memiliki sifat semangat dan kompak sportifitas. Penyelesaian melalui pendekatan arsitektur metafora ditujukan pada aspek struktur pada bangunan olahraga.Dengan ini perlu di usulkan rancangan revitalisasi kawasan Thor Gelora Pancasila. Dikarenakan Lapangan Thor akan diselenggarakannya tempat latihan sepak bola untuk para pemain piala dunia U20 di tahun 2023 mendatang.
MATERIAL ARSITEKTURAL DALAM PANTI JOMPO TERPADU DI KOTA MALANG DENGAN PENERAPAN PENDEKATAN ARSITEKTUR PERILAKU Satriya Angga Pramudya; Benny Bintarjo DH
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 13 No 2 (2023): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v13i2.4628

Abstract

Perasaan kehampaan adalah rasa yang tersisihkan, terpencil dan, cenderung menilai dirinya sebagai orang yang tidak berharga. Tidak diperhatikan dan tidak dicintai. Permasalahan ini terkait dengan sikap masyarakat yang terlalu protektif ketika seorang manula masih aktif dalam kegiatan aktivitas yang padat atau produktif. Tidak hanya dari segi sosial dan psikologis yang diperhatikan dalam melakukan perawatan kepada manusia lanjut usia. Namun, diperlukan juga dari segi fasilitas, bangunan, interior, kelayakan tempat tinggal bagi manusia lanjut usia dan membuat suasana menjadi seperti rumah bagi para lansia. Maka penelitian ini menggunakan metode kualtitatif dengan pengumpulan data menggunakan studi literatur. Dari hasil yang di peroleh dari sebuah perencanaan fasilitas hunian bagi warga lansia memiliki beberapa aspek desain fasilitas meliputi. Kamar mandi, aksesbilitas, denah, pencahayaan, taman dan jogging track.