Latar Belakang: Kegiatan fraudulent financial reporting merupakan tindakan penipuan yang sering dilakukan. Kecurangan pelaporan keuangan menimbulkan banyak kerugian bagi beberapa pihak. Penelitian ini dilakukan untuk mencari faktor-faktor yang dapat mengurangi kecurangan pelaporan keuangan. Salah satu faktor yang ingin diuji adalah komite audit. Penelitian ini menguji komponen komite audit (size, expertise, meet, gender diversity) pada kecurangan laporan keuangan (fraudulent financial reporting).Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh komite audit khususnya variabel komite audit (size), komite audit (expertise), komite audit (meet), komite audit (gender diversity) terhadap fraudulent financial reporting.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dan menggunakan data sekunder laporan keuangan perusahaan manufaktur tahun 2018-2021. Populasi penelitian adalah perusahaan manufaktur pada Bursa Efek Indonesia tahun 2018-2021. Sampel penelitian menggunakan metode purposive sampling yang menghasilkan sampel sejumlah 492. Analisis penelitian yang digunakan adalah analisis regresi logistik. Hasil Penelitian: komite audit (expertise) yang menggambarkan keahlian komite audit terbukti mempunyai pengaruh negatif terhadap fraudulent financial reporting, sedangkan komite audit (size, meet, gender diversity) tidak mempunyai pengaruh terhadap fraudulent financial reporting.Keaslian/Kebaruan Penelitian: memasukkan variabel gender diversity (komite audit) dalam menguji dampak perempuan pada komite audit pada fraudulent financial reporting yang diukur menggunakan jumlah perempuan yang terlibat pada anggota tim komite audit, sedangkan penelitian sebelumnya menggunakan pengukuran dummy. Kebaharuan lain pada penelitian ini adalah menguji komponen komite audit size, expertise, meet dan gender diversity dalam satu model penelitian fraudulent financial reporting.