Yohanes Leonardus Sukestiyarno
Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KONSTRUKSI SISTEM OTOMASI KELEMBABAN DAN SUHU SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI JAMUR TIRAM KELOMPOK TANI ARSAROWO Yohanes Leonardus Sukestiyarno; Irene Nindita Pradnya; Uswatun Hasanah; Dian Fithra Permana; Dyta Silvia Masayasi; M. Maulana Maghribi; Muhammad Iqbal; Irfan Alfian Rizky
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.21928

Abstract

Abstrak: Wilayah desa Bejalalen, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang merupakan daerah di lereng gunung Merbabu. Iklim sejuk di Desa Bejalen, Semarang dimanfaatkan Kelompok Tani Arsorowo untuk budidaya jamur tiram putih. Sejak tahun 2003, 7 pembudidaya dapat menghasilkan 30-50 kg jamur setiap 14 hari sekali. Budidaya jamur tiram putih memerlukan kondisi ruangan yaitu suhu 17-250C, kelembaban antara 80-90 %, serta penyiraman kurang lebih 2-3 kali sehari guna menjaga kelembaban ruangan. Permasalahan yang dihadapi pembudidaya yaitu keterbatasan pengetahuan sehingga mengakibatkan 40% produksi jamur tiram menghasilkan 40% jamur berukuran kecil, berwarna kuning dan terkendala dalam pengelolaan usaha. Tujuan pengabdian yaitu mengenalkan teknologi terbaru penyiraman otomatis sesuai kelembaban dan suhu yang sesuai. Oleh karena itu,Pembudidaya akan mendapatkan skill dari alat sprinkle water untuk penyiraman otomatis, alat pengontrol suhu dan kelembaban serta pendampingan manajemen usaha. H …Hasil pengabdian ini adalahyang 7 didapatkan pembudidaya menggunakan alat penyiraman otomatis sehinggatersebut yaitu 80% 76 kg produksi jamur tiram mengalami kenaikan ukuran, berat serta berwarna putih ukuran. dan mendapatkan penyiraman yang cukup pada suhu dan kelembaban yang sesuai. Alat yang digunakan berbasis IoT (Internet of Things), sehingga mampu mengkondisikan ruangan suhu dan kelembaban budidaya jamur, yang dapat dipantau kapanpun dan dimanapun. Sistem evaluasi yang digunakan yaitu setiap 3 bulan sekali pengabdi memantau alat yang digunakan, dimana terjadi peningkatan 30% penjualan jamur tiram dengan kualitas unggul dan dapat terjual lebih banyak.Abstract: The cold climate in Bejalen Village, Semarang is used by the Arsorowo Farmers Group to cultivate white mushrooms. Since 2003, 7 cultivators have been able to produce 30-50 kg of mushrooms every 14 days. Cultivating white mushrooms requires room conditions, namely a temperature of 17-250C, humidity between 80-90%, and watering approximately 2-3 times a day to maintain room humidity. The problem faced by cultivators is limited knowledge, resulting in 40% of oyster mushroom production being small, yellow in color and problems in business management. The aim of the service is to introduce the latest automatic watering technology according to the appropriate humidity and temperature. Cultivators will gain skills from sprinkler water tools for automatic watering, temperature and humidity control tools as well as business management assistance. The result of this service was that 7 cultivators used automatic watering equipment so that 76 kg of oyster mushroom production increased in size, weight and white color. The tools used are based on IoT (Internet of Things), so they are able to condition the temperature and humidity of mushroom cultivation, which can be monitored anytime and anywhere. The evaluation system used is that once every 3 months the staff monitors the tools used, where there is a 30% increase in sales of white mushrooms with superior quality and can be sold more.