Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sistem Operasi Pada Komputer Yang Paling Banyak Digunakan Ilham Maulana; Hafiyan Rizqi Sanjaya; Febri Setiyansyah; Danu Righel Wibowo; Fried Sinlae
ARembeN Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi Juni
Publisher : CV. Ro Bema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/aremben.v2i1.49

Abstract

Dalam era digital saat ini, sistem operasi menjadi pilihan penting untuk di pertimbangkan. Sistem operasi menangani berbagai aspek penting pada komputer. Perangkat lunak yang berfungsi sebagai pengelola perangkat keras dan fasilitas tambahan yang digunakan oleh pengguna komputer disebut sistem operasi. Dalam jurnal ini, penulis membahas pentingnya sistem operasi, serta membandingkan dan menganalisis sistem operasi pada komputer yang paling banyak digunakan di dunia. Pengabdian ini merujuk pada sumber yang berjudul “5 sistem operasi paling populer”, “Sistem operasi yang paling banyak digunakan di seluruh dunia”, dan “Pangsa pasar OS desktop di seluruh dunia”. Metode pengabdian yang digunakan dalam pengabdian ini adalah studi literatur. Data pengabdian ini dikumpulkan dari berbagai sumber jurnal dan referensi lain yang membahas tentang sistem operasi yang banyak digunakan oleh pengguna komputer di seluruh dunia. Studi tersebut membandingkan penggunaan Windows, Unix/Linux, macOS, dan sistem operasi lainnya dari tahun 2018 hingga 2022, menunjukkan bahwa Windows tetap menjadi pilihan yang paling banyak digunakan oleh pengguna komputer di seluruh dunia. Selain itu, data dari Statistik Global Statcounter untuk pangsa pasar sistem operasi desktop di seluruh dunia pada September 2023 mengungkapkan bahwa Windows jauh lebih banyak digunakan dibandingkan sistem operasi lain, dengan pangsa pasar sebesar 68,41%. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa Windows masih menjadi sistem operasi yang paling banyak digunakan di dunia, disusul macOS, Linux, Chrome OS, dan lainnya. Studi tersebut juga menemukan bahwa Windows adalah sistem operasi terbaik untuk penggunaan pribadi, sedangkan Linux adalah sistem operasi tercepat. Bagi yang memiliki keterbatasan budget, bisa menggunakan sistem operasi alternatif gratis seperti Linux, Chrome OS, dan lainnya
Scrum Board Application Development Using MERN via Scrum Method and AHP Algorithm for Software Project Management Hafiyan Rizqi Sanjaya; R Wisnu Prio Pamungkas; Fried Sinlae
Jurnal Kecerdasan Buatan dan Teknologi Informasi Vol. 5 No. 3 (2026): September 2026 In progress.
Publisher : Ninety Media Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69916/jkbti.v5i3.523

Abstract

Agile Scrum is widely adopted in software engineering, yet teams frequently face challenges such as unstructured backlog management, limited sprint progress visibility, and highly subjective priority decisions. This study addresses these critical issues by developing an Android-based project management application that integrates Scrum Board functionality with the Analytical Hierarchy Process (AHP) for objective and measurable backlog prioritization. Built on the MERN Stack architecture (MongoDB, Express.js, React Native, Node.js), the system was developed iteratively through four one-week sprint cycles. The integrated AHP module evaluates backlog items using three weighted criteria: Urgency (0.65), Complexity (0.23), and Work Value (0.12). System correctness and reliability were rigorously validated using Black Box Testing methodologies. The results demonstrate that the AHP module yields a highly consistent priority ranking (Consistency Ratio = 0.017), successfully identifying the Login Feature as the highest priority with a score of 4.42. Furthermore, functional testing confirmed 100% compliance across all core scenarios, including user authentication, sprint creation, task assignment, and Scrum Board status updates. This research successfully unifies Agile Scrum management and AHP decision support within a single, cohesive mobile application. By embedding objective decision-making directly into the daily project workflow, the system effectively eliminates reliance on external prioritization tools, bridging the current project management tool gap. Ultimately, it provides a scalable, replicable architecture suitable for future enhancements, such as real-time collaboration, push notifications, and multi-project portfolio management.