Latar belakang: Pemilihan makanan atau pangan adalah cara seseorang untuk memilih makanan atau pangan yang hendak akan dikonsumsinya baik dapat dilihat dari kesehatan, rasa, aroma, warna makanan, dan lain sebagainya. Pemilihan makanan ditentukan oleh berbagi faktor diantaranya faktor seputar pengetahuan gizi, faktor penyakit yang diderita generasi muda, faktor social ekonomi, dan sebagainya (1). World Health Organization (WHO) mendefinisikan pemuda sebagai seseorang yang berusia antara 10 sampai 24 tahun (WHO). Ada sekitar 360 juta remaja yang terdiri dari sekitar 20% populasi di negara-negara South-EastAsia Region ( SEAR). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor pemilihan makanan sebagai tolak ukur pemenuhan gizi pada generasi muda. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian dan literature review ini adalah mengkaji secara kiritis tentang jurnal yang sebelumnya sudah dilakukan penelitian dan dipublikasikan. Penulis membandingkan 3 jurnal yang mendukung dan sesuai dengan judul kajian ini. Jurnal penelitian yang digunakan berasal dari 2 sumber yaitu SINTA dan Google Scholar serta didapatkan melalui jurnal dengan berindex Sinta 2 dan Sinta 3.jurnal ini dipublikasikan pada situs Sinta sejak tahun November 2014 sampai dengan tahun 2017. Hasil: Literature review ini menunjukkan bahwa faktor pemilihan makanan perlu adanya motivasi dan dukungan dari lingkungan sekitar, keluarga, sosial ekonomi, kesadaran, motivasi, dan pengetahuan setiap generasi muda. Dengan pemilihan makanan yang sehat dapat memenuhi kebutuhan gizi generasi muda, kesehatan, dan pertumbuhan secara fisik maupun psikis seseorang, serta mencegah faktor risiko untuk kondisi kronis seperti penyakit menular. Kesimpulan: Faktor pemilihan makanan yang tepat dan adanya motivasi dari berbagai aspek baik lingkungan sekitar, keluarga, sosial ekonomi, kesadaran, motivasi, dan pengetahuan dapat mendukung dan menjadi tolak ukur pemenuhan gizi pada generasi muda.