Shivi Mala Ghummiah
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

QIRA’AH MUBADALAH SEBAGAI DIALEKTIKA PENAFSIRAN AYAT-AYAT NUSYŪZ DI ERA KONTEMPORER Shivi Mala Ghummiah
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 8 No 02 (2023): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v8i02.5321

Abstract

NusyÅ«z secara umum dikenal sebagai kedurhakaan istri kepada suami. Sedangkan perilaku durhaka pada hakikatnya bisa dilakukan oleh kedua belah pihak; bukan hanya istri saja. Al-qur’anpun sebenarnya telah menyinggung persoalan nusyÅ«z dari dua sisi, nusyÅ«z istri pada Qs. Qs. al-Nisā ayat 34, dan nusyÅ«z suami pada Qs. al-Nisā ayat 128. Konsep pemahaman nusyÅ«z jika hanya dipandang dari sisi penafsiran al-qur’an dan produk hukum Islam klasik menjadi terlihat kurang relevan di masa kini yang mulai sadar akan konsep kesetaraan. Penelitian ini bertujuan melakukan interpretasi dan pemikiran ulang terkait konsep nusyÅ«z dalam nash al-qur’an agar tidak terjadi pemahaman yang bias gender. Penelitian ini merupakan penelirian pustaka (library research) dengan menggunakan pendekatan gender. Analisis pada penelitian ini menggunakan teori mubadalah  yang digaungkan oleh Faqihuddin Abdul Kadir. Dalam penelitian ini, penafsiran ayat-ayat nusyÅ«z akan dielaborasikan dengan teori mubadalah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, dengan adanya qira’ah mubadalah, nusyÅ«z bisa dipahami dengan lebih berimbang dalam relasi rumah tangga. NusyÅ«z bisa dilakukan oleh suami dan istri. Suami dan istri sama-sama memiliki hak untuk memberi peringatan terhadap pelaku nusyÅ«z. Adapun penyelesaian nusyÅ«z dalam al-Qur’an adalah dengan memberi nasihat, pisah tempat tidur, dan memukul, akan tetapi; dalam pandangan mubadalah, solusi terbaik adalah dengan saling kompromi dan introspeksi diri antara suami dan istri.Â