Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

NILAI LOKAL SEBAGAI MODEL MEDIASI PERDATA DI INDONESIA Zuhri, Lahmuddin; Syaifuddin, Endra
Veritas et Justitia Vol. 3 No. 1 (2017): Veritas et Justitia
Publisher : Faculty of Law, Parahyangan Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25123/vej.v3i1.2523

Abstract

Indonesian society in general does not view land only as economic capital, but perceive the value of land more from a cultural-ecological religious perspective. How land is valued from this perspective and the way it influences method of land dispute settlements at the local level may be used to develop alternate models of land dispute settlement at the national level.  A legal anthropological approach is used here to examine mediation as the basic approach to settle land disputes.  The main argument here is that mediation, which put forth local wisdom, consensus building with full society participation, should be prioritized in developing alternate methods of land dispute settlements.
Penerapan Prinsip Kehati-Hatian (Prudential Principle) Dalam Proses Pembiayaan Pada Bank Syariah Di Indonesia : (Studi Kasus Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Mataram Nusa Tenggara Barat) Puji Sakti, M. Anugerah; Ahmad, Endra Syaifuddin
Jurnal Risalah Kenotariatan Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Risalah Kenotariatan
Publisher : Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/risalahkenotariatan.v4i1.96

Abstract

Prinsip kehati -hatian sebagai salah satu prinsip dalam kegiatan usaha bank di Indonesia wajib diterapkan atau di laksanakan oleh bank. Prinsip kehati -hatian (prudential principle) tersebut mengharuskan pihak bank untuk selalu waspada dan hati -hati dalam menjalankan usahanya, dalam arti harus selalu konsisten dan taat dalam melaksanakan peraturan perundang-undangan dibidang perbankan berdasarkan profesionalisme dan itikad baik.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana penerapan prinsip kehati-hatian dalam proses pembiayaan yang dilakukan oleh Bank Syariah kepada nasabah sesuai dengan fungsi perbankan syariah di Indonesia, kemudian penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui hambatan-hambatan dalam penerapan prinsip kehati-hatian dalam pembiayaan murabahah pada bank syariah mandiri KC Mataram. Penelitian ini merupakan penelitian normatif yang didukung dengan wawancara. Data yang digunakan adalah data sekunder kemudian dilakukan analisis kualitatif dan intrepretasi data bersifat deskriptif. Hasil penelitian ini berupa: pertama, prinsip kehati-hatian pada Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Mataram dalam pembiayaan menggunakan akad murabahah dilaksanakan dengan menganalisis beberapa nilai yang dianggap mampu merepresentasikan calon nasabah. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk menilai calon nasabah pembiayaan, serta menjadi kriteria untuk memutuskan menerima atau menolak pembiayaan yang diajukan agar tidak terjadi pembiayaan yang bermasalah sehingga menimbulkan resiko bagi pihak bank. Kedua, Hambatan-hambatan yang dihadapai dan sering terjadi dalam penerapan prinsip kehati-hatian pada perbankan syariah cukup beragam. Hambatan tersebut dapat diklasifikasikan menjadi faktor eksternal dan internal.
NILAI LOKAL SEBAGAI MODEL MEDIASI PERDATA DI INDONESIA Zuhri, Lahmuddin; Syaifuddin, Endra
Veritas et Justitia Vol. 3 No. 1 (2017): Veritas et Justitia
Publisher : Faculty of Law, Parahyangan Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25123/vej.v3i1.2523

Abstract

Indonesian society in general does not view land only as economic capital, but perceive the value of land more from a cultural-ecological religious perspective. How land is valued from this perspective and the way it influences method of land dispute settlements at the local level may be used to develop alternate models of land dispute settlement at the national level.  A legal anthropological approach is used here to examine mediation as the basic approach to settle land disputes.  The main argument here is that mediation, which put forth local wisdom, consensus building with full society participation, should be prioritized in developing alternate methods of land dispute settlements.