Fitrianti Darusman
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Glimepiride sebagai Antidiabetika Oral pada Diabetes Melitus Tipe 2 Dwi Oktariani; Fitrianti Darusman; Ratih Aryani
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.14952

Abstract

Abstract. Diabetes mellitus is a non-infectious disease with a high prevalence in the world. It has become a growing global problem. The International Diabetes Federation estimates the holistic prevalence of diabetes mellitus to be 540 million in 2021, increasing to 783 million in 2045. So far there is currently no cure for diabetes, but pharmacological therapy may be required to maintain blood glucose levels as close to normal as possible and to delay the development of diabetes-related health problems. Glimepiride is used as an oral antihyperglycemic agent, which is effective and well tolerated in the treatment of type 2 diabetes. This study aims to determine the physicochemical properties and mechanism of glimepiride in reducing blood glucose levels and to determine the advantages of glimepiride from other antidiabes. Glimepirid is an active pharmaceutical substance with the characteristics of a white to almost white powder that is practically insoluble in water, has two polymorphic forms, namely forms I and II. Glimepiride lowers blood sugar levels by binding to sulfonylurea receptors (SUR) ATP-sensitive potassium channels on pancreatic β-cells. Glimepiride lowers blood sugar levels well at low doses, has a fast onset of action, and the side effect of hypoglycemia is lower than other insulin secretagogues. Abstrak. Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan pravelensi yang tinggi di dunia. Penyakit ini telah menjadi masalah global yang terus berkembang. Federasi Diabetes Internasional memperkirakan prevalensi diabetes melitus secara holistik merupakan 540 juta di tahun 2021, dan meningkat menjadi 783 juta di tahun 2045. Sejauh ini belum ada obat untuk diabetes, tetapi terapi farmakologis mungkin diperlukan untuk mempertahankan kadar glukosa darah sedekat mungkin dengan normal dan untuk menunda perkembangan masalah kesehatan terkait diabetes. Glimepiride digunakan sebagai agen antihiperglikemik oral, yang efektif dan dapat ditoleransi dengan baik dalam pengobatan diabetes tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui sifat fisikokimia dan mekanisme glimepirid dalam menurunkan kadar glukosa darah serta mengetahui kelebihan glimepirid dari antidiabes lainnya. Glimepirid merupakan zat aktif farmasi dengan pemerian serbuk putih sampai hampir putih yang praktis tidak larut dalam air, memiliki dua bentuk polimorf, yaitu bentuk I dan II. Glimepirid menurunkan kadar gula darah dengan berikatan dengan reseptor sulfonilurea (SUR) saluran kalium sensitif ATP pada sel β pankreas. Glimepirid menurunkan kadar gula darah dengan baik pada dosis rendah, memiliki onset kerja yang cepat, serta efek samping hipoglikemia yang lebih rendah dari secretagog insulin lainnya.