Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kandungan L-3,4-dihydroxyphenylalanine (L-DOPA) pada Sistem Penghantaran Obat Sediaan Patch Transdermal Aulia Nurul Rahim; Diar Herawati Effendi; Andrieanto N
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.14965

Abstract

Abstract. Preparations with the transdermal route are preparations that are applied through the skin by sticking or applying. The transdermal route was chosen because of the active substances that have low bioavailability when used orally. One of them is vitamin B1 which is needed by the body to increase resistance to bacteria. So it needs to be made in a transdermal dosage form. One of the dosage forms by the transdermal route is the patch. Transdermal patches are preparations that are applied by sticking which have the main components of active substances, polymers or adhesives. Polymers have an important role in patch preparations that can help the drug release process. L-DOPA or L-3,4-dihydroxyphenylalanine is a polymer produced from shellfish. In the shellfish there is a sea scallop leg protein that produces byssus. Byssus can help stick to the surface and is proven to have good adhesion properties. This research is a follow-up research, where previously L-DOPA was successfully combined using HPMC with different concentrations in each formula, which became a preparation that had a poor penetration rate in the highest concentration formula of HPMC. For this reason, this test needs to be carried out with the aim of knowing that L-DOPA produces preparations that meet the aspects of inert, safe and quality. So as to provide therapeutic effectiveness in accordance with the requirements. The test showed that the L-DOPA polymer meets the aspects of safety, quality and produces preparations at an economical price. This was proven through organoleptic, hedonic, pH, thickness and weight uniformity, folding resistance, moisture absorption and drug penetration tests. Abstrak. Sediaan dengan rute transdermal merupakan sediaan yang diaplikasikan melalui kulit dengan cara ditempelkan atau dioleskan. Rute transdermal bisa dipilih salah satunya karena zat aktif yang memiliki bioavaibilitas rendah apabila digunakan secara oral. Vitamin B1 merupakan salah satu zat aktif yang memiliki biovaibilitas rendah untuk dikonsumsi secara oral. Vitamin B1 ini dibutuhkan oleh tubuh untuk meningkatkan ketahanan terhadap bakteri. Dan vitamin B1 ini perlu dibuat dalam bentuk sediaan transdermal. Salah satu dari bentuk sediaan dengan rute transdermal adalah patch. Patch transdermal merupakan sediaan yang diaplikasikan dengan cara ditempelkan yang memiliki komponen utama zat aktif, polimer atau perekat. Polimer memiliki peran penting dalam sediaan patch yang dapat membantu proses pelepasan obat. L-DOPA atau L-3,4-dihydroxyphenylalanine merupakan polimer yang dihasilkan dari kerang. Dalam kerang terdapat protein kaki kerang laut yang menghasilkan byssus. Byssus dapat membantu menempel pada permukaan dan dibuktikan memiliki sifat adhesi yang baik. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan, dimana sebelumnya L-DOPA berhasil dikombinasikan dengan menggunakan HPMC dengan konsentrasi yang berbeda pada setiap formula, yang menjadi sediaan yang memiliki tingkat penetrasi yang kurang baik pada formula konsentrasi tertinggi dari HPMC. Untuk itu, pengujian ini perlu dilakukan bertujuan untuk mengetahui L-DOPA menghasilkan sediaan yang memenuhi aspek yaitu inert, aman dan berkualitas. Sehingga memberikan efektivitas terapetik yang sesuai dengan persyaratan. Pada pengujian menunjukkan bahwa polimer L-DOPA memenuhi aspek aman, berkualitas serta menghasilkan sediaan dengan harga yang ekonomis. Hal ini dibuktikan melalui pengujian organoleptik, hedonik, pH, keseragaman ketebalan serta bobot, ketahanan lipat, daya serap lembab dan penetrasi obat.