Frishela Sekar Ayu Ramadhani
Farmasi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kandungan Sibutramin HCl dan Furosemid pada Jamu Pelangsing yang Tersedia di E-Commerce Menggunakan Metode Spektrofotometri UV-Vis Frishela Sekar Ayu Ramadhani
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.15560

Abstract

Abstract. Jamu, traditionally regarded as a blend of natural ingredients such as spices and herbal plants, is often considered safe and beneficial for health. However, in some instances, jamu is misused by the addition of Pharmaceutical Chemical Ingredients (BKO), posing potential risks to consumers. This study aims to analyze the presence of Sibutramine HCl and Furosemide in six slimming jamu samples available on e-commerce platforms. The methods employed involve quantitative analysis using UV-Vis spectrophotometry. Further quantitative analysis revealed that the levels of Sibutramine HCl in jamu samples D and E were 2.7025% and 2.3136%, respectively, while the level of Furosemide in jamu sample F was 3.2007%. These findings confirm the presence of BKO in the jamu samples, particularly in products lacking BPOM (Indonesian Food and Drug Authority) approval, which poses a significant health risk to consumers. This emphasizes the critical need for strict monitoring of jamu products sold online to protect the public from hidden dangers. Abstrak. Jamu, yang dikenal sebagai campuran bahan alami seperti rempah-rempah dan tanaman herbal, sering kali dianggap aman dan bermanfaat untuk kesehatan. Namun, dalam beberapa kasus, jamu disalahgunakan dengan penambahan Bahan Kimia Obat (BKO) yang berpotensi membahayakan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan Sibutramin HCl dan Furosemide dalam enam sampel jamu pelangsing yang tersedia di e-commerce. Metode yang digunakan melibatkan analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Analisis kuantitatif lebih lanjut menemukan bahwa kadar Sibutramin HCl pada jamu D dan E masing-masing sebesar 2,7025% dan 2,3136%, serta kadar Furosemide pada jamu F sebesar 3,2007%. Hasil ini menegaskan adanya BKO dalam sampel jamu, terutama pada produk yang tidak memiliki izin edar dari BPOM, yang menimbulkan risiko serius bagi kesehatan konsumen. Temuan ini menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap produk jamu yang dijual secara daring untuk melindungi masyarakat dari bahaya yang tidak terlihat.