Aisyah Nuramini
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gaya Kepemimpinan Spiritual Dalam Membangun Organisasi Multikultural Aisyah Nuramini
Jurnal Matlamat Minda : Manajemen Dakwah Vol 2 No 2 (2022): Vol. 2 No. 2 Desember 2022
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56633/jdki.v2i2.436

Abstract

Abstrak: Penelitan ini bertujuan untuk menemukan makna dan strategi yang dilakukan oleh pemimpin melalui gaya kepemimpinan spiritual dalam membangung organisasi multicultural. Penelitian ini didasarkan pada pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Hasilnya menunjukkan bahwa kepemimpinan spiritual melihat organisasi yang multicultural adalah anugrah, potensi, dan keunikan yang dititipkan tuhan di dunia. Adapun strategi kepemimpinan spiritual dalam membangun organisasi multicultural tidak terlepas dari memegang teguh prinsip hidup pemimpin spiritual. Selanjutnya pemimpin membangun organisasi multicultural dengan strategi pendidikan, pembiasaan, dan keteladanan. Berdasarkan gaya kepemimpinan spiritual dan strategi membangun organisasi multicultural yang diimplementasikan dalam kegiatan sekolah bertujuan untuk menciptakan rasa saling menghormati, menghargai dan sekaligus lingkungan yang kondusif dalam mencapai tujuan organisasi. Pemimpin membuat kegiatan dan kebijakan sesuai dengan kemampuan dan komptensinya tanpa harus mengurangi semangat spiritualnya dan bersinggungan dengan perbedaan yang ada di dalam organisasi.
Sosialisasi Disiplin Positif Dalam Membentuk Kecerdasan Emosional Santri Aisyah Nuramini; Shalsabilla, Siska
SIGMA : Jurnal Sinergi Mengabdi Vol. 2 No. 2 (2025): Januari 2025
Publisher : LPPM-STIT Hidayatullah Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61456/jurnalsigma.v2i2.246

Abstract

Pengabdian ini berdasarkan pada kasus kekerasan di pondok pesantren. Kekerasan memiliki pengaruh misalnya kecenderungan melahirkan pribadi santri sebagai pemberontak, pemarah, trauma, dan masalah kesehatan mental lainnya. Sehubungan dari output pesantren yaitu menjadi pribadi yang cerdas secara emosional selain religious dan terampil dalam mengola masalah kehidupan. Pengabdian ini berfokus pada usaha pendidik membentuk kecerdasan emosional santri melalui disiplin positif dan karakter kecerdasan emosional santri menggunakan pendekatan disiplin positif. Pengabdian ini dilakukan di pondok pesantren dengan peserta pengelola pondok pesantren, guru, dan pengasuh asrama. Hasil sosialisasi ini menggambarkan bahwa Pendekatan disiplin positif ini mendukung program pesantren ramah santri. Pendekatan disiplin positif bukan tidak membenarkan hukuman sama sekali, namun hukuman bukan cara yang terbaik dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi santri dan efektif untuk jangka panjang. Pendekatan disiplin berorientasi untuk menumbuhkan keyakinan santri. Pendidik pesantren dapat membentuk kecerdasan emosional dengan pendekatan disiplin positif, diantaranya memberikan kesempatan kepada santri sehingga santri tidak kehilangan rasa kontribusi, rasa dihargai, dan rasa perduli. Memberikan validasi perasaan atau memahami perasaan santri. Strateginya dapat dilakukan seperti pertemuan kelas, melibatkan santri dalam pemecahan masalah, dan membangun rasa memiliki (dihargai).