Muhammad Bayu Panatagama
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Desain Ulang Pasar Tradisional Kelapa Kota Cilegon Provinsi Banten dengan Pendekatan Arsitektur Tropis Muhammad Bayu Panatagama; Endy Marlina
Jurnal Arsitektur GRID Vol 5, No 2 (2023): Desember
Publisher : Jurnal Arsitektur GRID

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v5i2.876

Abstract

Pasar tradisional Kelapa Merupakan salah satu pasar yang berada di Kota Cilegon. Pasar ini memiliki peran penting untuk pertumbuhan ekonomi kota yang mengandalkan sebesar 12,07% untuk usaha perdagangan besar dan eceran, namun terdapat terdapat berbagai permasalahan yang menyebabkan pasar ini menjadi sepinya minat pengunjung yang menjadikan pasar ini disebut sebagai pasar setengah hari, seperti adanya banjir, penghawaan yang kurang memadai, parkiran yang kurang tertata, dan juga sempitnya sirkulasi pengunjung. Berdasarkan pertimbangan kondisi pasar tersebut, maka diperlukannya mendesain ulang (redesain) terhadap bangunan pasar tersebut. Redesain pasar ini dengan menggunakan arsitektur tropis mengingat pasar ini berada di kota Cilegon yang memiliki iklim hutan basah tropis. Metode Perancangan pada penelitian ini berasal dari data premier dan juga sekunder. Data - data yang diperoleh melalui teknik pengumpulan data dan juga analisis pengumpulan data. Dari metode tersebut menghasilkan data yang dapat disimpulkan bahwa orientasi bangunan arah timur-barat memaksimalkan siklus orientasi matahari secara maksimal. Pada bangunan di terapkan ventilasi silang agar menciptakan penghawaan yang cukup memadai dan juga diperlukannya perbedaan level ketinggian antara site dengan bangunan untuk merespon banjir tersebut.
Desain Ulang Pasar Tradisional Kelapa Kota Cilegon Provinsi Banten Dengan Pendekatan Arsitektur Tropis Muhammad Bayu Panatagama; Endy Marlina
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 5, Nomor 2 (2023): Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v5i2.55

Abstract

Pasar Kelapa merupakan salah satu pasar tradisional yang ada di Cilegon. Pasar ini berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi kota yang mengandalkan 12,07% perdagangan besar dan eceran. Namun ada beberapa permasalahan yang menyebabkan masyarakat jarang mengunjungi pasar ini sehingga membuat pasar ini disebut dengan pasar setengah hari. Permasalahan tersebut antara lain banjir, ventilasi yang tidak memadai, parkir yang tidak tertata, dan terbatasnya ruang pengunjung. Untuk mengatasi kondisi tersebut, perlu dilakukan desain ulang bangunan pasar. Pasar ini didesain ulang dengan menggunakan arsitektur tropis, mengingat pasar ini terletak di Cilegon, yang beriklim hutan basah tropis dan musim hujan di Cilegon hampir sepanjang tahun. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Data yang diperoleh melalui teknik pengumpulan data kemudian dianalisis untuk memperoleh kesimpulan. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa orientasi bangunan timur-barat dapat memaksimalkan siklus orientasi matahari secara maksimal. Ventilasi silang diterapkan pada bangunan untuk menciptakan ventilasi yang cukup dan juga perlunya perbedaan tingkat ketinggian antara lokasi dan bangunan untuk merespon banjir.