Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan Metode Analisis dan Metode Deteksi dalam Serangan ARP Spoofing Fajar Muhammad; Yustian Servanda
Jurnal Sains dan Teknologi (JSIT) Vol. 4 No. 2 (2024): Mei - Agustus
Publisher : CV. Information Technology Training Center - Indonesia (ITTC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jsit.v4i2.1906

Abstract

Dengan perkembangan dan penggunaan teknologi yang sangat pesat sekarang manusia sangat berkaitan erat dengan jaringan internet, Hal ini pun tidak luput dari Kejahatan Siber yang sangat marak terjadi, dampaknya pun tidak hanya individu tetapi juga sebuah organisasi, salah satu tindak kejahatan yang ada di internet antara lain adalah ARP Spoofing atau ARP Poisoning Attack. Salah satu teknik serangan yang paling sering terjadi ialah ARP Cache Poisoning, teknik ini melibatkan manipulasi pada tabel ARP Cache milik target atau korban, Penyerang akan mengirimkan sebuah pesan ARP palsu yang mengandung alamat MAC duplikasi / palsu dengan alamat IP yang valid. Dengan melakukan ini, penyerang akan menggantikan entri yang benar dalam tabel ARP cache dengan entri palsu, sehingga mengarahkan lalu lintas jaringan ke perangkat yang telah dikendalikan oleh penyerang. Melalui ringkasan diatas bisa disimpulkan bahwa serangan ARP Spoofing sangatlah berbahaya dikarenakan tidak hanya memantau tetapi juga bisa memodifikasi dan mencuri identitas, maka dari itu peneliti akan mengkaji sekiranya metode dan tools forensic dalam penanganan serangan ARP Spoofing, ada banyak metode dan tools forensic yang digunakan tergantung pada studi kasus, contohnya adalah metode TAARA dan Live Forensic yang bisa digunakan dengan kebutuhan yang berbeda-beda juga, dan tentunya peneliti akan membahas berdasarkan teori dan studi kasus yang pernah dilakukan sebelumnya oleh para peneliti lainnya.
Evaluasi Tata Kelola TI Menggunakan COBIT 5 Domain DSS05 pada PT Pos Indonesia Regional Kalimantan Muhammad Khairul; Muhammad Fadilah; Yustian Servanda
Jurnal Sains dan Teknologi (JSIT) Vol. 6 No. 2 (2026): Mei - Agustus
Publisher : CV. Information Technology Training Center - Indonesia (ITTC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jsit.v6i2.4943

Abstract

IT security governance has become an urgent organizational concern, as government agencies and state-owned enterprises managing sensitive data face escalating cybersecurity threats and stricter obligations under Indonesia's Personal Data Protection Law. PT Pos Indonesia, a long-established state-owned enterprise now processing personal data and financial transactions of millions of customers daily, has never had its IT security governance evaluated against an internationally recognized framework, leaving its actual capability level unknown despite operating with a notably limited internal IT team. This study aims to evaluate the capability level of IT security governance at PT Pos Indonesia Regional Kalimantan using the COBIT 5 framework, specifically the DSS05 (Manage Security Services) domain, to identify gaps against the targeted maturity level and formulate structured improvement recommendations. A descriptive quantitative approach was employed, with primary data collected through a 35-item Likert-scale questionnaire administered to twenty cross-divisional respondents via purposive sampling, complemented by semi-structured interviews with four key informants; capability levels were determined by converting average scores to the COBIT 5 Process Assessment Model scale and analyzed through gap analysis against the targeted Level 3 (Established). Results show an overall average score of 3.74, placing governance at Level 3, with five of seven sub-domains meeting the target while DSS05.02 (Network Security) and DSS05.03 (Endpoint Security) remained at Level 2 and DSS05.04 (Identity Management) exceeded expectations at Level 4. Recommended improvements include network segmentation, formal endpoint control policy, and sustained security awareness training.