Optimasi penggunaan beton precast telah menjadi fokus utama dalam industri konstruksi modern, terutama dalam konteks meningkatkan keberlanjutan dan kecepatan konstruksi. Beton precast, yang diproduksi di pabrik kemudian dipindahkan ke lokasi konstruksi, menawarkan sejumlah keuntungan dibandingkan dengan metode konvensional. Penggunaan beton precast tidak hanya berfokus pada kecepatan konstruksi tetapi juga pada keberlanjutan melalui inovasi material dan teknik. Dengan memanfaatkan material alternatif dan teknologi modern, industri konstruksi dapat mengurangi dampak lingkungan sambil memenuhi tuntutan proyek yang semakin kompleks dan cepat. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi optimasi yang tidak hanya mengatasi tantangan tersebut, tetapi juga mendorong inovasi dalam praktik konstruksi untuk mencapai hasil yang lebih berkelanjutan dan efisien. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif melalui analisis statistic proyek pembangunan dari penelitian terdahulu. Perubahan desain menggunakan pelat precast half-slab menghasilkan penghematan sebesar 5,2% terhadap biaya konstruksi pelat konvensional. Pemilihan pelat half-slab untuk diimplementasikan merupakan akumulasi nilai tertinggi dari decision matrix. Tidak hanya itu selisih perbandingan metode konvensional dan metode HCS juga terjadi pada proyek yang lainnya dengan selisih sebesar Rp.1,720,484,393.67. Penggunaan beton precast dalam konstruksi telah menjadi solusi yang menjanjikan untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan. Secara keseluruhan, penggunaan beton precast dalam proyek konstruksi memberikan manfaat yang signifikan dalam hal efisiensi waktu, pengurangan biaya, dan minimisasi limbah material.