Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI ERA DIGITALISASI MELALUI PELATIHAN BATIK ECOPRINT DI DESA KEDUNGMLATI Siti Dinarti; Esty Saraswati Nur Hartiningrum; Anisa Nur Aini Fadhila Wati; Ais Arum Pratiwi
JURNAL PADI (Pengabdian mAsyarakat Dosen Indonesia) Vol 7 No 1 (2024): Jurnal PADI – Pengabdian mAsyarakat Dosen Indonesia
Publisher : STKIP PGRI Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51836/jpadi.v7i1.752

Abstract

This service activity was carried out in Kedungmlati Village, Kesamben District, Jombang Regency, East Java. In the area there are many leaves that have high leaf green substances and are potential that can be developed for the empowerment of the Kedungmlati village community. The community can utilise the natural resources around them as materials as a form of new business opportunities, one of which is the development of ecoprint batik typical of Kedungmlati. Community empowerment with nature-friendly batik skills, namely ecoprint, can reduce textile waste. Ecoprint is a technique of giving patterns to fabric media using natural materials. The fabric can be processed again into multipurpose items such as bags. Marketing of ecoprint results is done through marketplaces and social media. This service activity was carried out in the form of training in making ecoprint batik, training in making bags from ecoprint batik, and digital marketing training using marketplace applications. The targets of this activity are PKK mothers who mostly have a side business as a celebration bag tailor. The method used in this community service activity is community-based participatory action which is divided into three stages, namely planning, implementation and evaluation. During the training activities, the making of ecoprint batik went well. The participants were very enthusiastic when practising it. The results of this service are very important to be developed as a form of community skills development effort so that it can be used as an alternative effort to improve the economy of Kedungmlati Village.
SOSIALISASI PARENTING DALAM UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN PERAN ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN SOCIAL EMOSIONAL ANAK Rr. Agung Kesna Mahatmaharti; Siti Dinarti
JURNAL PADI (Pengabdian mAsyarakat Dosen Indonesia) Vol 7 No 1 (2024): Jurnal PADI – Pengabdian mAsyarakat Dosen Indonesia
Publisher : STKIP PGRI Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51836/jpadi.v7i1.755

Abstract

This parenting socialization aims to increase understanding of the role of parents towards children's social emotional development. In today's digital era, the role of parents is very important in shaping the character and social emotional abilities of children from an early age. This activity was carried out at TK Muslimat IV Nidhomiyah Jombang with the subject of student guardians. The method used in the implementation of this service activity is in the form of socialization designed to provide parents with knowledge and practical skills in supporting their child's social emotional development. Through this activity, it can increase parents' understanding of the importance of effective communication, empathy, and emotional support in forming socially and emotionally healthy children. The follow-up of this community service activity is expected to improve the quality of relationships between parents and children, as well as create a more harmonious and supportive family environment.
Integrasi Konstruksi Limas Pemandu Inovasi dan Antropolinguistik dalam Performansi Asma’ Artho Diana Mayasari; Siti Dinarti; Akramullah Akramullah; Abdillah Adhim
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i3.35568

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji performansi Asma’ Artho melalui integrasi pendekatan antropolinguistik dengan konstruksi Limas Pemandu Inovasi sebagai kerangka analisis. Asma’ Artho, untuk menemukan bentuk ekspresi budaya lisan yang sarat nilai spiritual dan sosial, tidak hanya mengandung dimensi linguistik, tetapi juga merepresentasikan sistem pengetahuan dan kepercayaan masyarakat pendukungnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif bersifat etnografis dengan pendekatan antropolinguistik digunakan untuk menelusuri makna budaya yang terkandung dalam praktik bahasa dan simbol verbal-nonverbal pada performansi Asma’ Artho. Sementara itu, konstruksi Limas Pemandu Inovasi—yang meliputi empat elemen utama: artefak tradisional, lingkungan, pengajaran tradisi, dan budaya material digunakan untuk memetakan dinamika inovasi kultural dalam praktik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kedua pendekatan ini mampu mengungkap cara-cara masyarakat memaknai, mempertahankan, dan mentransformasikan warisan budaya secara adaptif dan kreatif dengan ditemukannya aspek ko-teks, konteks yang merepresentasikan nilai-nilai dalam AA sebagai bentuk inovasi kultural tradisi tersebut. Dengan demikian, model integratif ini dapat menjadi kontribusi teoretis dan metodologis dalam kajian kebudayaan berbasis kearifan lokal serta inovasi sosial berkelanjutan.
Jejak Etnomatematika di Masjid Moeldoko: Perpaduan Budaya dan Ilmu Matematika dalam Arsitektur dan Desain Siti Dinarti; Amalia Revy Herninda; Tetania Salsabila Qotrunnada
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 9 No. 4 (2024): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v9i4.3208

Abstract

Matematika merupakan mata pelajaran yang dapat menunjang kemajuan pendidikan di Indonesia. Namun, banyak peserta didik menganggap bahwa matematika sebagai pelajaran yang sulit dan menakutkan. Sebagian masyarakat juga menganggap bahwa matematika hanya suatu pelajaran di sekolah saja. Dari permasalahan itulah, diperlukan sebuah solusi dan inovasi baru dalam pembelajaran matematika sebagai upaya agar peserta didik menjadi tertarik untuk belajar matematika, salah satunya adalah dengan mengembangkan pelajaran matematika yang berkaitan dengan budaya atau lebih dikenal dengan etnomatematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola geometri dalam arsitektur Masjid Moeldoko, proporsi matematika dalam desain arsitektur, dan nilai filosofis dan matematika yang terdapat dalam Masjid Moeldoko. Penelitian ini menggunakan model deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Hasil dari penelitian ini yaitu arsitektur masjid dapat menjadi media pembelajaran matematika yang kontekstual dan menyenangkan, sekaligus memberikan wawasan tentang hubungan erat antara matematika, budaya, dan spiritualitas. Rencana tahapan selanjutnya yaitu penelitian ini akan dilanjutkan dengan tahapan strategis yang lebih terarah, yaitu pengumpulan data primer melalui studi lapangan di Masjid Dr. H. Moeldoko.
Studi Etnomatematika Konsep Volume Wadah Air Standar Fikih dalam Pembelajaran Matematika Kelas V SD Siti Dinarti; Faridatul Masruroh; Siti Munawaroh; Selsa Amilia Rosida
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Agustus 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i3.1339

Abstract

Pembelajaran matematika di sekolah dasar memerlukan konteks yang dekat dengan kehidupan peserta didik agar konsep-konsep abstrak dapat dipahami secara lebih bermakna. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah etnomatematika melalui integrasi praktik budaya dan keagamaan ke dalam pembelajaran. Berbeda dengan penelitian etnomatematika yang umumnya mengkaji artefak budaya lokal, penelitian ini mengeksplorasi wadah air standar fikih (dua qullah) sebagai konteks etnomatematika untuk mengungkap konsep volume dalam praktik keagamaan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi konsep-konsep matematika yang terdapat pada wadah air standar fikih serta menganalisis implikasinya dalam pembelajaran matematika kelas V Sekolah Dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi. Data dikumpulkan melalui studi literatur, observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap wadah air yang digunakan dalam praktik bersuci, kemudian dianalisis secara deskriptif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wadah air standar fikih merepresentasikan konsep-konsep matematika berupa volume, kapasitas, pengukuran, konversi satuan, rasio, serta hubungan antara bentuk geometri dan isi wadah. Wadah tersebut dapat dimodelkan ke dalam bangun ruang, terutama balok dan tabung, sehingga relevan dengan materi volume pada pembelajaran matematika kelas V Sekolah Dasar. Temuan ini menunjukkan bahwa praktik keagamaan dapat menjadi sumber belajar kontekstual yang membantu peserta didik menghubungkan konsep matematika dengan pengalaman nyata. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan pembelajaran matematika berbasis etnomatematika serta menyediakan alternatif konteks pembelajaran yang dapat dimanfaatkan guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara lebih kontekstual dan bermakna.
Batako Go Digital: Inovasi Limbah Sekam Padi Menjadi Produk Unggulan Ramah Lingkungan Desa Gongseng Siti Dinarti; Rossa Zahrotul Firdausi; Elly Ainur Rosyidah
ALMUJTAMAE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/almujtamae.v6i1.24214

Abstract

Batako memiliki kelemahan berupa berat jenis yang tinggi, sementara limbah sekam padi belum dimanfaatkan secara optimal. Pengabdian ini bertujuan memberdayakan masyarakat melalui program Batako Go Digital dengan memanfaatkan sekam padi sebagai campuran batako serta mengintegrasikan pemasaran digital. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi, pelatihan, pendampingan usaha, dan digitalisasi pemasaran. Hasil menunjukkan bahwa batako sekam padi lebih ringan, layak digunakan sebagai material non-struktural, dan berpotensi membuka peluang usaha. Digitalisasi turut meningkatkan visibilitas produk dan kemandirian masyarakat. Program ini berkontribusi pada pengurangan limbah sekaligus penguatan ekonomi lokal.