Yusuf Jati Wijaya
Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Prediksi Kenaikan Permukaan Laut Menggunakan Data Satelit Altimetri dengan LSTM di Perairan Jepara dan Sekitarnya Refaldi Rizky Maulana; Baskoro Rochaddi; Yusuf Jati Wijaya
Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 2 (2025): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v14i2.67069

Abstract

Perubahan iklim global telah menyebabkan kenaikan permukaan laut yang signifikan, yang mengancam negara kepulauan seperti Indonesia. Penelitian ini berfokus pada wilayah Jepara, Jawa Tengah, yang berbatasan dengan Laut Jawa dan rentan terhadap kenaikan permukaan laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mencari hubungan antara pasang surut dan Sea Level Anomaly (SLA), serta mengevaluasi model Long Short-Term Memory (LSTM) dalam memprediksi data SLA di Jepara. Penelitian ini menggunakan data SLA komponen Delayed Time (DT) dan Near-Real Time (NRT) dari Copernicus Marine Environment Monitoring Service (CMEMS) dan data pasang surut dari Badan Informasi Geospasial (BIG). Hasil analisis menunjukkan bahwa pasang surut di perairan Jepara cenderung bersifat campuran condong ke harian tunggal. Hasil korelasi Pearson yang linear positif yang kuat dan koefisien determinasi sebesar 52,01% pada dataset komponen DT dengan 4 titik pengamatan di perairan Jepara menunjukkan bahwa peningkatan SLA berhubungan dengan peningkatan pasang surut, di mana SLA menjelaskan 52,01% variasi pasang surut. Tren kenaikan SLA dari tahun 1993 hingga 2023 menunjukkan rata-rata kenaikan permukaan laut sebesar 4,794 mm/tahun, dengan puncak tertinggi pada tahun 2022. Model LSTM dengan 2 hidden layers, 100 epochs, 100 hidden units, dan dropout rate 0,1 menunjukkan kinerja yang baik dalam memprediksi data SLA, dengan MAE sebesar 2,3776, RMSE 3,0389, dan MAPE 17%. Hasil evaluasi tersebut menunjukkan nilai error yang kecil, sehingga dapat disimpulkan bahwa model LSTM memiliki performa yang baik dalam memprediksi kenaikan permukaan laut.  Global climate change has caused significant sea level rise, which threatens archipelagic countries like Indonesia. This research focuses on the Jepara region in Central Java, which borders the Java Sea and is vulnerable to rising sea levels. The study aims to analyze and identify the relationship between tides and Sea Level Anomaly (SLA), and evaluate the Long Short-Term Memory (LSTM) model in predicting SLA data in Jepara. The research uses Delayed Time (DT) and Near-Real Time (NRT) SLA data from the Copernicus Marine Environment Monitoring Service (CMEMS) and tidal data from Badan Informasi Geospasial (BIG). The results of the analysis show that the tides in Jepara waters tend to be mixed tide prevailing diurnal. The strong positive linear Pearson correlation and a 52.01% coefficient of determination in the DT component dataset with 4 observation points in Jepara waters indicate that the increase in SLA is related to the increase in tides, where SLA explains 52.01% of the tidal variation. The SLA trend from 1993 to 2023 shows an average sea level rise of 4,794 mm/year, with the maximum height in 2022. The LSTM model with 2 hidden layers, 100 epochs, 100 hidden units, and a dropout rate of 0.1 demonstrated good performance in predicting SLA data, with an MAE of 2.3776, RMSE of 3.0389, and MAPE of 17%. These results indicate that the LSTM model performs well in predicting sea level rise.
Studi Kandungan dan Sebaran Fosfat Serta Klorofil-A Sebagai Indikator Kesuburan di Perairan Pekalongan Salma Ayu Sasmita; Muhammad Zainuri; Kunarso Kunarso; Heryoso Setiyono; Yusuf Jati Wijaya
Indonesian Journal of Oceanography Vol 8, No 1 (2026): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v8i1.30670

Abstract

Perairan Pekalongan merupakan wilayah pesisir Utara Jawa Tengah yang menerima tekanan tinggi akibat kegiatan pengembangan, seperti industri batik, perikanan serta UMKM yang memanfaatkan sungai, muara, dan perairan pantai sebagai tempat pembuangan limbah. Penelitian sebelumnya menunjukkan buangan limbah pada peraiaran Pekalongan memiliki kandungan logam berat (Cd, Pb, Cu, dan Zn) yang tinggi, ditambah banjir rob akibat kenaikan muka air laut. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsentrasi dan pola persebaran fosfat dan klorofil-a sebagai indikator kesuburan perairan. Peningkatan masukan nutrien, khususnya fosfat, berperan langsung terhadap konsentrasi klorofil-a sebagai indikator biomassa fitoplankton dan kondisi trofik perairan. Pengambilan data dilakukan pada 20 stasiun pada muara sungai Loji dan Sengkarang. Fosfat dianalisa menggunakan metode Strickland dan Parsons (1977)  sedangkan klorofil-a dengan metode APHA (2005), kemudian dipetakan yang diolah pada software ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi fosfat berada pada kisaran 0,017-3,419 mg/L (rata-rata 0,386mg/L), mengindikasikan bahwa perairan Pekalongan telah melampaui ambang batas nutrien sedang hingga tinggi, terutama pada area muara yang menjadi titik masuk utama limbah dari daratan. Konsentrasi klorofil-a berkisar antara 0,059-1,334 mg/  (rata-rata 0,404 mg/ ), mengidentifikasikan kondisi autrofikasi rendah. Pola persebaran kedua parameter memperlihatkan nilai tertinggi di muara dan menyebar mengikuti arus pasang-surut dari tenggara ke timur laut menuju perairan lepas.