Jessica Nathalia HERMAWAN
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Hybrid Marketing untuk Meningkatkan Akuisisi Pasien Non-BPJS di Rumah Sakit Perdesaan: Studi Kasus Kualitatif Jessica Nathalia Hermawan; Hilda Yunita Wono
Jurnal Ilmu Manajemen Terapan Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Ilmu Manajemen Terapan (Maret - April 2026)
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jimt.v7i4.7907

Abstract

Rumah sakit perdesaan di Indonesia menghadapi tantangan struktural dalam memperluas segmen pasien non-BPJS karena pemanfaatan layanan masih didominasi oleh skema Jaminan Kesehatan Nasional. Dalam konteks tersebut, ketergantungan pada promosi digital semata maupun pendekatan konvensional belum cukup untuk menghasilkan akuisisi pasien yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan merancang strategi pemasaran hibrida untuk meningkatkan akuisisi pasien non-BPJS melalui orkestrasi bauran pemasaran jasa (7P). Studi ini menggunakan pendekatan kuasi-kualitatif dengan desain studi kasus pada RSK Mojowarno dan analisis tematik berbasis kerangka 7P. Data diperoleh dari empat informan kunci yang merepresentasikan perspektif strategis, operasional, pemasaran, dan pasien, kemudian dianalisis menggunakan NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi efektif terbentuk melalui tiga program yang saling terintegrasi: Poli Prioritas sebagai sistem layanan cepat berbasis nilai, Sahabat Sehat Desa sebagai mekanisme pembangunan kepercayaan komunitas dan institusi, serta Suara Pasien sebagai lingkar reputasi berbasis pengalaman dan pengelolaan umpan balik. Temuan menegaskan bahwa pada konteks perdesaan, kanal digital berfungsi sebagai penguat akses dan visibilitas, sementara kanal relasional dan komunitas menjadi pembangun kepercayaan utama. Studi ini berkontribusi pada pengembangan konsep Hybrid Marketing Orchestration sebagai kerangka kontekstual untuk akuisisi pasien non-BPJS. Keterbatasan penelitian terletak pada desain satu kasus dan jumlah informan yang terbatas. Penelitian selanjutnya dapat menguji model ini secara kuantitatif atau membandingkannya pada tipe rumah sakit yang berbeda.