Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The meaning of Ancol's new logo: semiotic analysis of Charles Sanders Peirce Abdul Basit; Prisca Amandha Oktavia; Rahmi Winangsih; Fitria Santi; Ilham Ramdana
Jurnal Studi Komunikasi Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Communications Science, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jsk.v8i1.7939

Abstract

Abstract In the first half of 2022, Ancol is rebranding by releasing a new logo. This study uses a qualitative descriptive method with Charles Sanders Peirce's Semiotic Analysis, specifically applying Peirce's Second Trichotomy Theory of Triangle Meaning. Data collection techniques through documentation, literature study, and face-to-face and online interviews via Zoom. The results of this study indicate that the meaning of the message that Ancol wants to convey through its new logo from the visualisation displayed is a depiction of the Ancol parent brand, which presents beach tourism as its main tour and various educational, entertainment and recreational tours with underwater themes as Ancol's sub-brand tourism. The use of ocean blue in the logo represents the tourism identity that Ancol's parent brand presents, namely navy blue for Ancol beach tourism. The “Ancol” typography on the new logo is made with the MVB grenadine font which represents Ancol's vision, especially the letters “C” and “O'' which became an integrated unit like Ancol's vision– to evolve into the most expansive and integrated property development company in Southeast Asia.
Sosialisasi Hubungan Antara Pendapatan Keluarga, Pendidikan Ibu Dan Pekerjaan Ibu Dengan Stunting Mohamad Zulman Hakim; Siti Asriah Immawati; Hesty Erviani Zulaecha; Dewi Rachmania; Muljadi; Fitria Santi; Azizul Adha
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.3409

Abstract

Hasil pengujian hubungan antara tingkat Penghasilan rumah tangga dan kasus Stunting memperlihatkan bahwa metode Pearson Chi-Square menghasilkan angka signifikansi asimtotik mencapai 0,015, yakni angka yang lebih rendah dari standar batas 0,05. Data statistik tersebut memvalidasi keberadaan keterkaitan yang signifikan antara kondisi ekonomi Keluarga dengan angka kejadian Stunting pada Bayi Balita. Kondisi berbeda ditemukan pada faktor Pendidikan Ibu, di mana analisis yang sama menggunakan Pearson Chi-Square memperoleh angka signifikansi asimtotik sebesar 0,514. Mengingat nilai tersebut berada di atas patokan 0,05, dapat disimpulkan bahwa jenjang Pendidikan formal Ibu tidak memperlihatkan korelasi yang berarti dengan probabilitas terjadinya Stunting. Pola yang sama tampak pada faktor keterlibatan Ibu dalam dunia kerja, dengan pengujian Pearson Chi-Square memperlihatkan nilai signifikansi asimtotik 0,383 yang turut melewati batas 0,05. Oleh karena itu, keikutsertaan Ibu dalam kegiatan ekonomi di luar lingkungan rumah tidak memperlihatkan dampak yang berarti terhadap terjadinya kasus Stunting. Pelaksanaan program edukasi bertema Interaksi Sosial Ekonomi dan Dampaknya terhadap Stunting pada Bayi Balita yang diselenggarakan di Posyandu Anggrek Bulan, Kelurahan Margasari, Kota Tangerang, Provinsi Banten, telah berjalan dengan sukses dan mencapai sasaran yang direncanakan. Komunikasi dua arah antara pembicara dan peserta berlangsung dengan baik serta memberikan pengetahuan yang saling melengkapi. Upaya penyuluhan mengenai Hubungan Aspek Sosial Ekonomi dengan Masalah Stunting pada Bayi Usia Dini di lokasi tersebut mencerminkan implementasi konkret dari dedikasi terhadap masyarakat. Aktivitas ini memegang peranan krusial dalam upaya preventif dan promosi kesehatan, sehingga perkembangan dan tumbuh kembang Bayi di Kelurahan Margasari dapat berlangsung maksimal dan terhindar dari risiko Stunting.