Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Metode Ice Breaking Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Pembelajaran Fiqih Rohmadi
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 21 No 2 (2023): Desember
Publisher : FAKULTAS TARBIYAH UNIVERSITAS QOMARUDDIN GRESIK - JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jipi.v21i2.3984

Abstract

During the learning process, motivation is needed to encourage and encourage students to be motivated in achieving the desired learning goals. This study aims to increase students’ motivation, enthusiasm for learning by using Ice Breaking method, to determine students’ learning motivation before and after the implementation of the Ice Breaking learning through fiqih material during the new normal period at MTs N 1 Palembang in class IX.J This Researcher uses a pre-eksperimental type of research (pre-experimental) with a one –grup pretest-posttest design. The popation in this study is all 152 students of class IX MTs N 1 Palembang. Determining the sample using purposivesampling technique. Then through, data collection techniques through questionnaires and documentation as well as data analysis techniques using validity testing, realiability testing and hypothesis testing using t test (paired samples test) through SPSS Version 23. From the results obtained in this study and the analysis can be seen from the average score of students’ learning motivation before classified as high as 7 students (24%), classified as moderate 7 students (24,1%), and classified as moderate 15 students (51%). And from the average score of students’ learning motivation after the Ice Breaking method was applied, namely students who were classfied as higt as many as 9 students (27,5%), classified as medium 12 students (41,3%), and classified as low 9 students (32%). Meanwhile, based on the t test analysis (paired samples test) obtained as sig value of 0.00 which is smaller than 0.05 (0,00 < 0,05) thus it can be concluded that ho is rejected and Ha is accepted which means there is an increase or difference in student learning motivation between before and after applying the Ice Breaking method
The Ngobeng Tradition in Palembang: Implementing Local Wisdom and Religious Moderation in Multicultural Education to Achieve Social Harmony Rohmadi; Achmad Fadil; Zaki Faddad Syarif Zain; Nyayu Soraya
MUSLIM HERITAGE Vol 10 No 1 (2025): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v10i1.10874

Abstract

Ngobeng tradition in Palembang is a community practice of serving food at religious and social events. This tradition has received increasing academic attention due to its role in building inter-group relations amidst increasing social and religious polarization in a multicultural society. In the context of multicultural education, Ngobeng is a learning tool that instills the values of togetherness, tolerance and respect for diversity in social life. The purpose of this study is to examine the contribution of Ngobeng tradition to multicultural education by combining local wisdom and religious moderation values to create social harmony. This research uses a qualitative method with an ethnographic approach, through participatory observation in the implementation of the Ngobeng tradition, in-depth interviews with community leaders and residents, and literature review of relevant cultural and educational theories. The results showed a dynamic integration between cultural practices and religious values. The Ngobeng tradition not only strengthens relationships between individuals across social and religious groups, but also serves as a medium for multicultural learning. Abstrak Tradisi Ngobeng di Palembang merupakan praktik masyarakat dalam menyajikan makanan pada acara keagamaan dan sosial. Tradisi ini semakin mendapat perhatian akademik karena perannya dalam membangun hubungan antar kelompok di tengah meningkatnya polarisasi sosial dan keagamaan di masyarakat multikultural. Dalam konteks pendidikan multikultural, Ngobeng menjadi sarana pembelajaran yang menanamkan nilai kebersamaan, toleransi, dan penghargaan terhadap keberagaman dalam kehidupan sosial. Tujuan penelitian ini mengkaji  kontribusi tradisi Ngobeng  terhadap pendidikan multikultural dengan menggabungkan kearifan lokal dan nilai moderasi beragama untuk menciptakan harmoni sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi, melalui observasi partisipatif dalam pelaksanaan tradisi Ngobeng, wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat dan warga, serta telaah pustaka terhadap teori-teori budaya dan pendidikan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan adanya integrasi yang dinamis antara praktik budaya dan nilai-nilai keagamaan. Tradisi Ngobeng tidak hanya mempererat hubungan antarindividu lintas kelompok sosial dan agama, tetapi juga menjadi media pembelajaran multikultu Keywords: Ngobeng Tradition; Local Wisdom; Religious Moderation; Multicultural Education
The Ngobeng Tradition in Palembang: Implementing Local Wisdom and Religious Moderation in Multicultural Education to Achieve Social Harmony Rohmadi; Achmad Fadil; Zaki Faddad Syarif Zain; Nyayu Soraya
MUSLIM HERITAGE Vol 10 No 1 (2025): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v10i1.10874

Abstract

Ngobeng tradition in Palembang is a community practice of serving food at religious and social events. This tradition has received increasing academic attention due to its role in building inter-group relations amidst increasing social and religious polarization in a multicultural society. In the context of multicultural education, Ngobeng is a learning tool that instills the values of togetherness, tolerance and respect for diversity in social life. The purpose of this study is to examine the contribution of Ngobeng tradition to multicultural education by combining local wisdom and religious moderation values to create social harmony. This research uses a qualitative method with an ethnographic approach, through participatory observation in the implementation of the Ngobeng tradition, in-depth interviews with community leaders and residents, and literature review of relevant cultural and educational theories. The results showed a dynamic integration between cultural practices and religious values. The Ngobeng tradition not only strengthens relationships between individuals across social and religious groups, but also serves as a medium for multicultural learning. Abstrak Tradisi Ngobeng di Palembang merupakan praktik masyarakat dalam menyajikan makanan pada acara keagamaan dan sosial. Tradisi ini semakin mendapat perhatian akademik karena perannya dalam membangun hubungan antar kelompok di tengah meningkatnya polarisasi sosial dan keagamaan di masyarakat multikultural. Dalam konteks pendidikan multikultural, Ngobeng menjadi sarana pembelajaran yang menanamkan nilai kebersamaan, toleransi, dan penghargaan terhadap keberagaman dalam kehidupan sosial. Tujuan penelitian ini mengkaji  kontribusi tradisi Ngobeng  terhadap pendidikan multikultural dengan menggabungkan kearifan lokal dan nilai moderasi beragama untuk menciptakan harmoni sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi, melalui observasi partisipatif dalam pelaksanaan tradisi Ngobeng, wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat dan warga, serta telaah pustaka terhadap teori-teori budaya dan pendidikan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan adanya integrasi yang dinamis antara praktik budaya dan nilai-nilai keagamaan. Tradisi Ngobeng tidak hanya mempererat hubungan antarindividu lintas kelompok sosial dan agama, tetapi juga menjadi media pembelajaran multikultu Keywords: Ngobeng Tradition; Local Wisdom; Religious Moderation; Multicultural Education