Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengembangan Masyarakat Dalam Penggunaan Media Di Majelis Ta’lim At-Taqwa Desa Sukamaju Perspektif Komunikasi Pembangunan Bagya Husna Fatwa; Andi M. Faisal Bakti; Tantan Hermansah
Bayyin: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 3 No. 2 (2025): Bayyin
Publisher : Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71029/bayyin.v3i2.99

Abstract

Majelis merupakan wadah penyampaian pesan dakwah sekaligus tempat pengembangan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan masyarakat Islam dengan memanfaatkan media lokal dan modern yang dilakukan oleh Majelis Ta'lim At-Taqwa Desa Sukamaju dalam perspektif komunikasi pembangunan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori komunikasi dan pembangunan dari Jan Servaes (Sujatha Sosale dalam Servaes). Sujatha Sosale menggunakan pendekatan wacana untuk mengidentifikasi dua strategi kekuasaan dalam komunikasi dan pembangunan. Dari teori Sujatha Solale ini kemudian dikaji lebih lanjut dengan menghubungkannya dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Al Qur'an. Persaudaraan Islam terdapat dalam surat Al-Hujurat (49:10). Dalam hal dakwah terdapat dalam Q.S An-Nahl, 16: 125. Dan dalam Sulthon tercantum dalam Q.S Ar-Rahman, (55: 33). Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan ilmu dakwah dan ilmu komunikasi serta ilmu sosial dan ilmu ekonomi, dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah Majelis Ta'lim At Taqwa Desa Sukamaju. Objek penelitian ini adalah dakwah dan pengembangan masyarakat. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Analisis dari penelitian ini Majelis Ta'lim At-Taqwa Desa Sukamaju masih belum mampu memadukan media tradisional dan modern untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah yang mengintegrasikan nilai-nilai pembangunan untuk membantu meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam program-program pembangunan.  
Serial Animasi Trungtung pada Kanal Youtube Little Giantz dalam Perspektif Genre dan Other Classifications Jamaludin, Amal; Andi M. Faisal Bakti; Tantan Hermansah; Muhammad Fanshoby
Jurnal Pewarta Indonesia Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Pewarta Indonesia
Publisher : Persatuan Wartawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jpi.v8i1.267

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab bagaimana perspektif genre dan other classifications serial Animasi Trungtung pada kanal Youtube Little Giantz. Sejauh mana aspek eskapisme digambarkan dalam serial tersebut? dan apa saja konteks verisimilitude dalam serial tersebut? Setiap pemilik kanal Youtube harusnya memberikan dengan jelas keterangan tentang genre, dan klasifikasi usia yang dianjurkan untuk setiap penontonnya untuk menghindari ketidak sesuaian antara program tayangan dan klasifikasi usia penonton. Teori-teori yang digunakan pada penelitian ini yakni konsep teori Eskapisme, Verisimilitude, dan Repertoar Element. Al Qur’an yang menggambarkan ketiga teori tersebut adalah QS. Al Imran : 197, QS. Al Baqoroh: 17, dan QS. Ar Rad: 28. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik. Objek penelitiannya adalah 16 serial animasi Trungtung pada kanal Youtube The Little Giantz. Teknik pengumpulan data terdiri dari studi pustaka, dan dokumentasi. Serial Trungtung kurang memberikan informasi mengenai genre dan rating usia yang bisa dijadikan pedoman orangtua untuk menilai layak tidaknya tontonan tersebut untuk anak. Dengan informasi genre dan rate usia yang jelas, dapat menjadi pedoman dan membantu orangtua menilai kelayakan tayangan terebut, demi mencegah dampak negatif yang terjadi.
Distribusi, Promosi, dan Periklanan Pesan Wakaf pada Masyarakat Badan Wakaf Indonesia Kota Tangerang Selatan Nurochman Nurochman; Andi M. Faisal Bakti
Bridge : Jurnal Publikasi Sistem Informasi dan Telekomunikasi Vol. 4 No. 2 (2026): Mei : Bridge : Jurnal Publikasi Sistem Informasi dan Telekomunikasi
Publisher : Asosiasi Profesi Telekomunikasi Dan Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/bridge.v4i2.851

Abstract

Waqf is one of the instruments of Islamic economics that holds great potential for improving community welfare and promoting sustainable socioeconomic development. However, this potential has not been fully realized due to low public participation in waqf. This situation indicates that messages and education regarding waqf have not been effectively communicated to the general public. This study aims to analyze how the distribution, promotion, and advertising of waqf messages are conducted to the public through a case study of the Indonesian Waqf Board in South Tangerang City. The method used is a descriptive qualitative approach with a constructivist paradigm. Data collection was conducted through interviews, observations, documentation, and literature review to obtain a comprehensive picture of the waqf communication strategies implemented. The results of the study indicate that the distribution of waqf messages is still limited to seminars, workshops, and incidental activities, resulting in uneven information reach. Waqf promotion has also not been conducted consistently and remains conventional, while the use of digital advertising and social media has not been maximized. The main obstacles faced include low public literacy regarding waqf, a lack of professionalism among waqf administrators, and minimal public trust in waqf management. This study concludes that the development of waqf requires modern communication strategies through the digitization of messages, consistent promotion, increased institutional transparency, and intensive use of social media in order to significantly increase public participation in waqf.
REPRESENTASI LGBTQ DI MEDIA ONLINE THE JAKARTA POST PERSPEKTIF TEORI MEANING DAN MEDIA Ahmad Fahrur Rozi; Andi M. Faisal Bakti
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 15 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v15i2.18882

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana representasi LGBTQ di media online the Jakarta Post (JP). Penelitian ini berangkat dari massifnya pemberitaan LGBTQ di JP. Pemberitaan LGBTQ pada media JP nampak menunjukkan sikap pro JP terhadap upaya legalisasi LGBTQ di tengah masyarakat Indonesia. Berbeda dengan media lain yang cenderung netral ataupun kontra terhadap legalisasi LGBTQ di Indonesia. Teori dalam penelitian ini ialah teori media dan meaning perspektif Gill Branston dan Roy Stafford. Dalam teori tersebut terdapat tiga unsur teori, yakni analisis semiotika, strukturalisme, serta makna denotasi dan konotasi. Adapun melalui teori tersebut penulis memiliki tiga temuan utama. Pertama, analisis semiotik terepresentasikan dari penggunaan font berwarna putih yang identic dengan LGBTQ itu suci dan positif. Kedua, konsep strukturalisme dalam kata “a fight for acceptance” tidak hanya bermakna “perlawanan” tetapi juga “persaudaraan” bahwa LGBTQ bagian dari masyarakat Indonesia. Ketiga makna denotasi dan konotasi nampak dari kata “acceptance” yang tidak hanya “penerimaan” tetapi juga “legalisasi” LGBTQ. Selain itu representasi LGBTQ di JP nampak menunujukan sikap pro LGBTQ sepertihalnya media lain Jakarta Globe. Sedangkan di lain sisi legalisasi LGBTQ secara dominan tidak diterima oleh publik.
Bias Moderenisasi Pembangunan Dominan pada Proyek Pantai Indah Kapuk Dua (PIK 2): Dampak terhadap Sosial dan Ekonomi Masyarakat Olivia Fitra Ilma Fadlila Humaida Habib; Andi M. Faisal Bakti
Jurnal Ilmu Komunikasi, Administrasi Publik dan Kebijakan Negara Vol. 3 No. 2 (2026): April : Jurnal Ilmu Komunikasi, Administrasi Publik dan Kebijakan Negara
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/komunikasi.v3i2.987

Abstract

The development of Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2) presents serious issues, including eviction, the loss of traditional livelihoods, and the marginalization of local communities within a modernization agenda that disregards social justice and sustainability. This research questions the extent to which the dominant modernization bias influences the socio-economic conditions of the surrounding community, as well as how public participation practices are implemented in the planning and execution of the project. The PIK 2 project has led to social inequality, the deprivation of rights, and environmental degradation, illustrating a pattern of systemic exploitation of coastal communities through the economic and political power of development elites. The dominant development theory framework proposed by Melkote and Steeves is used to examine modernization bias, supplemented by Islamic concepts such as mustadh’afin and ghasab to strengthen the social justice perspective. In this study, the author employs a qualitative case study approach, utilizing in-depth interviews, field observations, and documentation involving affected residents, community leaders, and policymakers. The results of the analysis indicate very low levels of public participation, instances of intimidation during land acquisition, and a significant loss of access to employment and basic facilities for the community. The conclusion of this research emphasizes the need for policy reform to ensure that development is more transparent, participatory, and equitable, in order to protect the rights of local communities from dominant and exploitative development patterns.