Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN KINERJA LINGKUNGAN, SOSIAL, DAN TATA KELOLA PADA NILAI PERUSAHAAN DI INDONESIA Vincentia Anindha Primacintya
Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol. 20 No. 1 (2024): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan
Publisher : Fakultas Bisnis Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/jrak.v20i1.4

Abstract

ABSTRACT The study analyzes the relationship of each element of environmental, social, and governance (ESG) performance to firm value. This study used 207 Indonesian non-financial companies from 2014 to 2022. Based on the analysis, this study provides empirical evidence that environmental performance has a positive relationship with firm value. Companies that have high concern for the environment, such as good waste treatment and good management of carbon emission gases can create a good image in the eyes of stakeholders. Research cannot provide empirical evidence that social performance and governance have a relationship with firm value. Furthermore, additional analysis provides empirical evidence that unitary ESG performance has a significant positive influence on firm value. The better the ESG performance of a company, the better the stakeholders' assessment of the company. Kata kunci: environmental, social, governance, ESG, firm value ABSTRAK Penelitian menganalisis hubungan setiap elemen kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST) terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini menggunakan 207 perusahaan non-keuangan Indonesia dari tahun 2014 sampai 2022. Berdasarkan hasil analisis, penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa kinerja lingkungan memiliki hubungan positif dengan nilai perusahaan. Perusahaan yang memiliki kepedulian tinggi kepada lingkungan, seperti pengolahan limbah yang baik dan pengelolaan gas emisi karbon yang baik dapat menciptakan citra yang baik dimata stakeholder. Penelitian tidak dapat memberikan bukti empiris bahwa kinerja sosial dan tata kelola memiliki hubungan dengan nilai perusahaan. Selanjutnya, analisis tambahan memberikan bukti empiris bahwa kinerja LST secara kesatuan memiliki pengaruh signifikan positif dengan nilai perusahaan. Semakin baik kinerja LST suatu perusahaan, maka penilaian stakeholder terhadap perusahaan semakin baik. Keywords: lingkungan, sosial, tata kelola, LST, nilai perusahaan
PENGARUH NILAI PERUSAHAAN DAN KINERJA KEUANGAN TERHADAP ESG DENGAN RISIKO SISTEMIK SEBAGAI PEMODERASI Bagas Samuel Christiananta Putra; Vincentia Anindha Primacintya
Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol. 20 No. 2 (2024): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan
Publisher : Fakultas Bisnis Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/jrak.v20i2.61

Abstract

ABSTRACT This study examines financial performance and firm value against ESG (Environment, Social and Governance) with systemic risk as a moderating variable. Using companies from 5 (five) ASEAN countries (Indonesia, Malaysia, Singapore, Thailand and the Philippines). Period 2015 to 2022. Based on the test results, this study provides results that financial performance (ROA) has no influence on ESG. Firm value has a negative effect on ESG. Systemic risk has a positive effect on ESG. Moderation results state that systemic risk is able to moderate the effect of financial performance (ROA) significantly on ESG. Systemic risk is not able to moderate the effect of company value on ESG. after the inclusion of systemic risk (Moderation), the influence of the independent variable on the dependent variable becomes stronger, which initially has an influence of 70.8945% (before there is a Moderation variable) to 71.4744% (after there is a moderation variable). Translated with DeepL.com (free version). Keywords: ESG; Financial Performance; Firm Value; Systemic Risk; Climate; Covid-19 ABSTRAK Penelitian ini menguji kinerja keuangan dan nilai perusahaan terhadap ESG (Environment, Social and Governance) dengan risiko sistemik sebagai variabel moderasi. Menggunakan perusahaan dari 5 (lima) negara ASEAN (Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Philipina). Periode 2015 sampai dengan 2022. Berdasarkan hasil pengujian, penelitian ini memberikan hasil bahwa kinerja keuangan (ROA) tidak memiliki pengaruh terhadap ESG. Nilai perusahaan berpengaruh negatif terhadap ESG. Risiko sistemik berpengaruh positif terhadap ESG. Hasil moderasi menyebutkan risiko sistemik mampu memoderasi pengaruh kinerja keuangan (ROA) secara signifikan terhadap ESG. Risiko sistemik tidak mampu memoderasi pengaruh nilai perusahaan terhadap ESG. setelah dimasukkan risiko sistemik (Moderasi), pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen menjadi lebih kuat, yang awalnya memiliki pengaruh sebesar 70,8945% (sebelum ada variabel Moderasi) menjadi 71,4744% (setelah ada variabel moderasi). Kata kunci: ESG; Kinerja Keuangan; Nilai Perusahaan; Risiko Sistemik; Iklim; Covid-19
Pengaruh Moderasi Eksternal Auditor pada Hubungan Karakteristik Bank dan Risiko Kredit Dian Rubihani; Vincentia Anindha Primacintya
Efektor Vol 12 No 2 (2025): Efektor Vol.12 No.2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/e.v12i2.27027

Abstract

Penelitian ini memberikan merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan data sekunder  terkait pengaruh moderasi antara peran ukuran dan umur bank terhadap risiko kredit. Data penelitian dari laporan keuangan perusahaan perbankan tahun 2022-2024 yang dianalisis menggunakan metode Moderated Regression Analysis (MRA). Penelitian menunjukkan hasil bahwa adanya pengaruh negatif signifikan pada hubungan ukuran bank dan risiko kredit, serta ditemukan adanya pengaruh moderasi eksternal auditor pada hubungan umur bank dengan risiko kredit. Selain itu juga ditemukan tidak adanya hubungan signifikan antara umur perusahaan dengan risiko kredit, serta eksternal auditor gagal memoderasi hubungan ukuran bank dengan risiko kredit. Penelitian ini membuka peluang, untuk mengkaji lebih dalam pengaruh faktor ekonomi makro.