Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Literature Review: Penerapan Media Gamification Dengan Pendekatan Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Ellya Pabella Oktaviani; Detalia Noriza Munahefi
Journal of Mandalika Literature Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jml.v6i2.4433

Abstract

Kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran matematika di sekolah masih tergolong rendah, hal ini dikarenakan pembelajaran yang masih monoton tanpa adanya inovasi dalam pelaksanaan pembelajaran, Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan media pembelajaran yang inovatif dan menarik, salah satu media pembelajaran yang sesuai adalah gamification. Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk menganalisis penerapan media gamification dengan pendekatan Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka (literature review) dengan menelaah berbagai penelitian terdahulu yang membahas gamification, Problem Based Learning, serta kaitannya dengan berpikir kritis matematis. Hasil studi menunjukkan bahwa gamification sebagai media pembelajaran interaktif dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran matematika. Sementara itu, pendekatan Problem Based Learning memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis melalui pemecahan masalah kontekstual. Kombinasi kedua metode ini berkontribusi dalam meningkatkan analisis, evaluasi, dan pemecahan masalah matematis, yang merupakan aspek penting dalam berpikir kritis. Dengan demikian, berdasarkan kajian literatur yang dilakukan, penerapan media gamification dengan pendekatan Problem Based Learning memiliki potensi besar dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa.
DEVELOPMENT OF JUWANA HERITAGE IN MATHEMATICS ANDROID APPLICATION INTEGRATED WITH PROBLEM-BASED LEARNING ASSISTED BY ADOBE ANIMATION TO IMPROVE MATHEMATICAL PROBLEM SOLVING SKILLS Detalia Noriza Munahefi; Alifia Sabila Al-qonita
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol. 13 No. 2 (2025): MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mp.v13i2.11696

Abstract

Mathematical problem-solving skills need to be developed to achieve the SDGs, specifically in quality education. However, the results of the 2022 PISA (Philosophy of Mathematics) show that the problem-solving ability of students in Indonesia is relatively low. Innovation is needed to improve problem-solving abilities by developing an Android application integrated with Problem-Based Learning (PBL) with cultural nuances. The study aims to develop an Android application, "Juwana Heritage in Mathematics," integrated with PBL assisted by Adobe Animate. Research and Development (R&D) with the ADDIE model (Analyze, Design, Develop, Implementation, and Evaluation) is the research method. Data sourced from validation questionnaires, practicality questionnaires, student response questionnaires, and problem-solving ability tests. The validity test results were 89.35% in the very valid category. The practicality test results were 87.7% in the very practical category. Test the effectiveness of the application through t-tests, z-tests, and proportion tests. The results of statistical tests show that (1) the average mathematical problem solving ability of students with the Juwana Heritage in Mathematics application integrated with PBL reached a minimum completion of 80, (2) the proportion of students' problem solving ability with the Juwana Heritage in Mathematics application integrated with PBL that had reached completion was more than 75%, (3) the average mathematical problem solving ability of students with the Juwana Heritage in Mathematics application integrated with PBL was higher than students with PBL (4) the proportion of students' completion with the Juwana Heritage in Mathematics application integrated with PBL was higher than students with PBL and (5) the increase in problem solving ability in students with the Juwana Heritage in Mathematics application integrated with PBL was higher than students with PBL.
Pengembangan Komik Terintegrasi PBL Bernuansa Makanan Khas Klaten untuk Meningkatkan Literasi Numerasi : Development of PBL-Integrated Comics Nuanced by Klaten's Traditional Foods to Improve Numeracy Literacy Feronia Sanabila Sa'ada, Feronia Sanabila Sa'ada; Detalia Noriza Munahefi; Scolastika Mariani
Edu-Sains: Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 15 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jmpmipa.v15i2.55931

Abstract

Rendahnya literasi numerasi siswa di Indonesia berdasarkan hasil PISA 2022 menjadi tantangan nyata dalam pendidikan matematika. Kondisi serupa terjadi di SMPN 1 Polanharjo, di mana siswa mengalami kesulitan menginterpretasikan data kontekstual menjadi pemodelan matematika. Penelitian Research and Development (RnD) menggunakan model ADDIE ini bertujuan untuk menguji tingkat kelayakan, keterbacaan, keefektifan, dan respon siswa terhadap media komik bernuansa etnomatematika makanan khas Klaten terintegrasi model PBL berbasis deep learning pada materi statistika pemusatan data. Hasil validasi membuktikan bahwa komik memenuhi kriteria sangat layak. Uji keefektifan menunjukkan media komik efektif dalam meningkatkan literasi numerasi siswa, yang ditunjukkan oleh nilai rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 82,87  (mencapai KKTP 75) dan ketuntasan klasikal melampaui 70% . Selain itu, analisis uji-t menunjukkan bahwa skor peningkatan (N-gain) kelas eksperimen sebesar 0,71 yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol yang memperoleh skor  0,52. Media komik juga terbukti mudah dipahami berdasarkan uji keterbacaan dengan persentase rata-rata 99,75%  dan memperoleh respon siswa yang sangat baik dengan persentase rata-rata 86,04% . Kesimpulannya, penggunaan media komik ini terbukti layak, mudah dipahami, efektif, dan mendapatkan respon positif dari siswa. Media komik dapat memfasilitasi siswa untuk memahami konsep abstrak melalui masalah kontekstual, sehingga mampu meningkatkan literasi numerasi secara bermakna.