Alif Reviana
Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Pengendalian Emosi Pada Wanita Yang Menikah Dini Di Dusun Petung Desa Binade Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo Alif Reviana
ROSYADA: Islamic Guidance and Counseling Vol. 4 No. 2 (2023): Rosyada: Islamic Guidance and Counseling
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/rosyada.v4i2.6543

Abstract

Pernikahan merupakan status yang merubah seseorang dari masa lajang menjadi berpasangan atau kawin. Usia perkawinan yang masih dini dapat menjadi perhatian yang tinggi karena adanya pernikahan yang masih muda atau bisa dikatakan belum mencukupi umur yang telah ditentukan oleh UU dan berisiko tinggi terhadap kasus perceraian, kemudian kehamilan yang terjadi di usia muda juga berisiko terhadap emosi orang tua yang belum stabil, belum siap dan mampu menerima kenyataan menjadi orang tua serta anak menjadi pelampiasan disaat terjadi masalah karena belum mampu mengendalikan emosinya. Di dalam hukum Islam ada beberapa prinsip yaitu perlindungan terhadap jiwa, agama, keturunan serta harta dan akal manusia. Salah satu prinsip yang harus dijaga yaitu prinsip keagamaan dengan begitu agama dapat menjaga jalan nasab atau keturunan dari seorang laki-laki dan perempuan. Dalam penelitian ini, penulis membahas bagaimana kondisi emosi pada wanita yang menikah dini, kemudian cara pengendalian emosi pada wanita yang menikah dini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan kondisi emosi pada wanita yang menikah dini dan cara pengendalian emosi khususnya di Dukuh Petung Desa Binade, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Teknik analis data dengan menyusun data yang telah di peroleh kemudian mengorganisasikan ke dalam pola serta membuat kesimpulan yang mudah di pahami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi emosi pada wanita yang menikah dini di Dusun Petung Desa Binade bisa dikatakan belum stabil atau belum matang dalam menghadapi masalah rumah tangga dan melampiaskan emosi ke anaknya. Kemudian pengendalian emosi pada wanita yang menikah dini ditemukan fakta bahwa satu dari dua pelaku belum bisa mengendalikan emosinya dan masih mengulangi kesalahan yang sama dalam permasalahan rumah tangganya.