Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dampak Perubahan Sosial Terhadap Solidaritas Sosial Petani dalam Masyarakat Dayak Ribun di Kecamatan Kembayan Kabupaten Sanggau Yosi Velani; Mukhlis Mukhlis; Sudirman Sudirman
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/d2km3839

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan solidaritas sosial petani Dayak Ribun, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya, serta mengkaji dampak perubahan sosial terhadap solidaritas sosial masyarakat Dayak Ribun di Kecamatan Kembayan Kabupaten Sanggau. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis penelitian menggunakan teori solidaritas sosial Émile Durkheim yang membedakan solidaritas mekanik dan solidaritas organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa solidaritas sosial masyarakat Dayak Ribun masih tergolong kuat dan tercermin dalam kegiatan gotong royong, kerja sama pertanian, kegiatan adat, serta hubungan kekerabatan yang erat. Namun, perkembangan teknologi pertanian, meningkatnya penggunaan tenaga kerja upahan, dan perubahan orientasi ekonomi telah mendorong munculnya solidaritas organik. Masyarakat Dayak Ribun saat ini berada pada fase transisi sosial, di mana solidaritas mekanik dan solidaritas organik berkembang secara bersamaan. Faktor-faktor yang memengaruhi solidaritas sosial meliputi budaya dan adat istiadat, hubungan kekerabatan, kondisi ekonomi, perkembangan teknologi pertanian, serta perbedaan pandangan antar generasi. Perubahan sosial memberikan dampak positif berupa meningkatnya produktivitas pertanian, diversifikasi mata pencaharian, dan bertambahnya pengetahuan masyarakat. Di sisi lain, perubahan tersebut juga menyebabkan berkurangnya intensitas gotong royong dan meningkatnya hubungan kerja berbasis upah. Meskipun demikian, nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan adat istiadat masih tetap dipertahankan sebagai modal sosial masyarakat Dayak Ribun.