Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS FILSAFAT ILMU DALAM KONTEKS KOMUNIKASI PEMBANGUNAN Zamroatul Fuaddah
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v9i2.15469

Abstract

Philosophy has an important role in the development of communication science, especially development communication which shapes the practices and social realities of society. A thorough understanding of the philosophy of scientific concepts, such as axiology, epistemology, and ontology, is the key to guiding development communication more meaningfully and effectively in supporting social progress and improving community welfare. The method used in this research is a literature review study, where researchers collect data from indexed books and journals. The researcher attempts to explain how philosophical studies have been carried out in development communication over the last ten years. The results of this research will provide a better understanding of the role of philosophy of science in the context of developmental communication and how axiology, epistemology and ontology influence developmental information communication practices. These findings will contribute to a better understanding of how development communication can be more effective, ethical and sustainable to support social, economic, political and cultural development goals.
Konstruksi Identitas Diplomatik Indonesia dalam Pertemuan Virtual Pemimpin BRICS Ina Primasari; Zamroatul Fuaddah; Aryo Prakoso Wibowo; Syurya Muhammad Nur
Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 5 No 2 (2026): Juli - Desember 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poliitik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/vzzkbz59

Abstract

BRICS mewakili kekuatan global alternatif yang menantang dominasi Negara Barat dengan menekankan multipolaritas, yaitu kerja sama antar negara-negara besar untuk menciptakan tatanan dunia yang lebih seimbang dan tidak hanya dikendalikan oleh kekuatan Barat. Studi ini menganalisis partisipasi Presiden Prabowo Subianto dalam Pertemuan Virtual Pemimpin BRICS pada 8 September 2025, dengan fokus pada bagaimana identitas diplomatik Indonesia dibangun melalui pidato kenegaraan resmi. Menggunakan Analisis Wacana Kritis (CDA) Fairclough dan perspektif konstruktivis dalam Hubungan Internasional (Wendt, 1992), penelitian ini mengkaji dimensi tekstual, diskursif, dan sosial dari pidato tersebut. Pada tingkat tekstual, temuan menyoroti citra Indonesia sebagai mitra kerja sama sekaligus menyuarakan kritik implisit terhadap hegemoni global. Pada tingkat diskursif, pidato tersebut diproduksi oleh Sekretariat Presiden dan disebarluaskan melalui media nasional dan internasional, sehingga memperkuat citra diplomatik Indonesia di hadapan khalayak global dan domestik. Pada tingkat praktik sosial, wacana tersebut mencerminkan dukungan terhadap multipolaritas, penolakan terhadap standar ganda, dan solidaritas internasional. Studi ini menunjukkan bahwa bahkan pernyataan multilateral singkat oleh Presiden Prabowo Subianto dapat berfungsi sebagai instrumen penting untuk pembangunan identitas dan kekuatan lunak Indonesia. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan memperluas penerapan CDA ke ranah diplomasi internasional.