Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tato Tubuh Sebagai Ekspresi Kepercayaan di Mentawai Putri Amini Naser; M Nursi; M.Rolanda Razaqu; Siti Nofrianti; Yunda Amelia
Jurnal Ilmiah Langue and Parole Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Langue and Parole
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36057/jilp.v7i1.618

Abstract

Tato tubuh di kalangan masyarakat Mentawai, sebuah kelompok etnis di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Indonesia, memiliki peran penting sebagai ekspresi kepercayaan, identitas budaya, dan warisan sejarah. Eksistensi budaya tato Mentawai di Sumatera Barat zaman sekarang yang semakin modren menjadi pertanyaan sebagai kalangan. Kebudayaan tato yang kuat akan asal usulnya dibudayakan secara turun temurun apakah masih diteruskan oleh anakmuda zaman sekarang ini? Proses penatoan yang masih menggunakan teknik, alat, dan bahan yang masih tradisional mungkin menjadi salah satu alasan anak muda sekarang. Kaum anak muda lebih tertarik dengan motif dan teknik tato yang lebih modern, disisi lain sejak dikeluarkan melalui SK No.167/PROMOSI/1954 yang memerintahkan suku Mentawai meninggalkan tradisi tato dan kepercayaan mereka, Arat Sabulungan. Masyarakat Mentawai mulai meninggalkan kebudayaan tersebut dan membangun kehidupan mengikutin zamannya. Namun kebudayaan tato itu sendiri telah menjadi identitas Mentawai yang telah banyak dikenal oleh rakyat Indonesia melalui asal usul, teknik, motif, alat, dan bahan yang digunakan dalam proses tersebut memiliki keunikan tersendiri bagi masyarakat Mentawai. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari informasi mengenai tato Mentawai dari asal-usul hingga keberadaan tato saat ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan secara studi literatur. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dan dideskripsikan secara utuh. Hasil yang kemungkinan ditemukan adalah penerimaan diri, merasa setara dengan orang lain, konsep diri yang dibangun, dan sisa- sisa keberadaan tato yang tidak lagi dibudayakan.Melampaui sekadar ornamen tubuh, tato-tato ini menyimpan makna mendalam yang merangkum simbolisme budaya, kepercayaan spiritual, dan identitas kelompok. Dalam tradisi Mentawai, tato tidak hanya menjadi elemen dekoratif, tetapi juga sarana komunikasi dengan dunia spiritual, perlindungan dari roh jahat, dan penanda status sosial. Proses inisiasi dan pematangan seringkali dihubungkan dengan pemberian tato, menambah dimensi simbolis dalam perjalanan hidup individu. Tradisi lisan turut memainkan peran penting dalam mempertahankan dan meneruskan pengetahuan tentang makna tato dari satu generasi ke generasi berikutnya. Sementara tato Mentawai mempertahankan nilai-nilai tradisional, dampak globalisasi dan perubahan sosial memberikan tantangan serta peluang untuk memahami dan melestarikan kekayaan budaya ini. Penghormatan terhadap tato Mentawai bukan hanya sebagai seni visual, tetapi juga sebagai penjaga nilai-nilai dan cerminan dari perjalanan sejarah masyarakat yang unik ini.