M Tohir
Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Metode Ulama Dalam Memberantas Hadis Palsu Mohammad Lutfianto; M Tohir
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 6 No 2 (2023): Oktober
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v6i2.148

Abstract

Para ulama sangatlah menjaga dan merawat hadis yang telah mereka dapatkan dari pemalsukan hadis Nabi. Mereka melakukan seleksi terhadap hadis yang mereka dapatkan dengan berbagai cara, baik seleksi terhadap rangakaian periwayatan (isna>d) maupun terhadap redaksi dari hadis tersebut. Meskipun masih banyak dijumpai beberapa hadis yang sengaja dipalsukan hanya demi mendukung golongan tertentu. Hal inilah yang menjadi warisan masa khulafaur rasyidin, khususnya pada masa khalifah ‘Ali> bin Abi> T{a>lib, dalam proses perjalanan sejarah hadis Nabi SAW., yangmana menjadi salah satu sumber bagi pengkaji hadis dalam meragukan keotentikannya. Penulis menfokuskan kajian kali ini pada beberapa permasalahan meliputi, bagaimana deskripsi dari hadis palsu, sejarah muncul dan berkembangnya, dan cara atau upaya menanggulanginya.Penelitian ini masuk dalam kategori penelitian kualitatif dan bersifat kepustakaan (library reacheach). Kesimpulan dari penelitian ini adalah hadis mawd{u>’ bukanlah termasuk kategori hadis atau dengan kata lain bukan hadis Nabi. Namun dalam pembahasan ‘ulu>m al-h{adi>th, hadis mawd{u>’ tidak bisa dilepaskan. Terpecahnya umat Islam pasca masa khulafa>’ al-ra>shidu>n ternyata berimplikasi terhadap perjalanan hadis, yaitu banyak munculnya pemalsuan hadis yang digunakan untuk melegitimasi kelompok mereka masing-masing. Dalam perkembangannya dslam menabentengi hadis, ulama merumuskan teori naqd al-h{adi>th yang terdiri dari naqd al-sanad dan naqd al-matn, dengan mengacu kepada kaedah kesahihan
Akuntabilitas Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) dalam Implementasi Undang-Undang Perkawinan di Kantor Urusan Agama M Tohir; Umar Zakka; Mahtumridho Gufron Bin Simun
AL - IBRAH Vol 10 No 2 (2025): Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam
Publisher : Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/alibrah.v10i2.741

Abstract

This study evaluates the accountability of the Nikah Management Information System (SIMKAH) in the implementation of the Marriage Law at the Office of Religious Affairs (KUA). Using a qualitative approach with a case study design, this research assesses the role of SIMKAH in improving the efficiency, accuracy and transparency of marriage administration. Data were collected through in-depth interviews, observation, and document analysis. Analysis was conducted thematically, through four main stages: data reduction, coding, theme grouping, and thematic description to identify patterns relating to SIMKAH accountability. The results showed that SIMKAH strengthens KUA accountability by speeding up the recording process, reducing errors, and improving access to information for related parties. However, some constraints such as limited technological infrastructure and lack of user understanding are still a challenge. This study recommends increased training for staff and strengthening technological infrastructure to optimise SIMKAH implementation. The findings provide important insights for the government in developing a more accountable and transparent marriage administration system in Indonesia.