Nur Rohman
Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam Pemilihan Presiden 2024: Analisis Terhadap Pemilih Pemula Nur Rohman
JPW (Jurnal Politik Walisongo) Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jpw.v5i1.18330

Abstract

Pemilihan presiden di Indonesia adalah peristiwa politik yang krusial dan dipantau dengan cermat oleh masyarakat dan pengamat politik. Dalam konteks ini, peran Partai Solidaritas Indonesia (PSI) telah menarik perhatian yang signifikan, terutama dalam hubungannya dengan pemilih pemula. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran PSI dalam pemilihan presiden dengan fokus khusus pada dampaknya terhadap pemilih pemula. PSI adalah salah satu partai politik baru yang muncul dalam lanskap politik Indonesia. Penelitian ini menggunakan berbagai sumber, termasuk survei opini publik, wawancara dan analisis data sekunder, untuk mengidentifikasi bagaimana PSI telah mempengaruhi pemilih pemula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PSI telah berhasil menarik perhatian pemilih pemula dengan platform politik yang segar, terutama terhadap isu-isu sosial, lingkungan, digitalisasi. Partai ini memanfaatkan media sosial dan komunikasi dengan efektif untuk mencapai pemilih muda. Penulis juga menyoroti peran PSI dalam memberikan pendidikan politik kepada pemilih pemula, meningkatkan partisipan mereka dalam proses politik, dan mendorong mereka untuk berperan aktif dalam pemilihan presiden. PSI telah berperan aktif dalam pemilihan presiden. PSI telah berperan dalam memotivasi pemilih pemula untuk mendukung kandidat yang sesuai dengan nilai-nilai aspirasi mereka. Mereka telah mengusung pesan yang segar, inovatif, dan fokus pada aspirasi generasi muda. Partai ini secara aktif memanfaatkan media sosial dan strategi kampanye modern untuk mencapai pemilih pemula dan memenangkan dukungan mereka. Meskipun PSI memiliki dampak positif pada pemilih pemula, penelitian ini juga mencatat beberapa kritik dan tantangan yang dihadapi oleh partai PSI, seperti ketidakmampuan mereka untuk mengatasi isu-isu ekonomi yang lebih substansial dan kurangnya pengalaman dalam pemerintahan. Dalam artikel ini, kami menyelidiki bagaimana PSI mempengaruhi pemilih pemula melalui kampanye, komunikasi, dan pendekatan politiknya. Penulis juga menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pemilih pemula dalam memilih dan mendukung PSI, termasuk ideologi, kepemimpinan partai, dan isu-isu kampanye. Selain itu, penulis mengevaluasi dampak partisipasi pemilih pemula dalam pemilihan presiden dan bagaimana kontribusi PSI memengaruhi hasil pemilihan. Dengan demikian, artikel ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang peran penting PSI dalam menggerakkan pemilih pemula dalam politik Indonesia. Melalui penelitian ini, penulis menggambarkan kontribusi PSI dalam politik Indonesia, potensi pemilih pemula sebagai kelompok pemilih yang signifikan, dan implikasi dari interaksi ini terhadap pemilihan presiden mendatang. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang peran PSI dalam menggalang dukungan pemilih pemula, penulis dapat merencanakan strategi politik yang lebih efektif dan inklusif dalam masa depan. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman lebih mendalam tentang peran PSI dalam pemilihan Presiden 2024, terutama dalam konteks pemilihan pemula. Penelitian ini dapat menjadi sumber informasi yang berharga bagi para pengambil keputusan politik yang sedang terjadi di Indonesia, terutama dalam hal keterlibatan pemilih pemula dalam proses demokrasi.