This Author published in this journals
All Journal Sari Pediatri
Sri Endah Rahayuningsih
Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran, Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Korelasi antara Skor Apgar dengan Derajat Keparahan Enterokolitis Nekrotikans pada Neonatus Kurang Bulan Kecil Masa Kehamilan Via Dewinta Sari; Novina Andriana; Sri Endah Rahayuningsih; Reni Ghrahani; Mia Milanti Dewi; Fiva Aprilia Kadi
Sari Pediatri Vol 25, No 4 (2023)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp25.4.2023.264-70

Abstract

Latar belakang. Enterokolitis nekrotikans merupakan penyakit yang dapat terjadi pada neonatus kurang bulan kecil masa kehamilan. Prevalensi neonatus kecil masa kehamilan di Indonesia tahun 2012 mencapai 18% dengan neonatus kurang bulan sejumlah 8800. Penelitian sebelumnya menyatakan insidensi enterokolitis nekrotikans pada neonatus kurang bulan kecil masa kehamilan sebesar 3,2%. Hipoksia kronis menyebabkan hipoksia perinatal sehingga didapatkan Skor Apgar yang rendah saat lahir. Skor Apgar rendah diduga dapat menyebabkan hipoperfusi splanknik yang memicu peningkatan derajat keparahan enterokolitis nekrotikans.Tujuan. Mengetahui korelasi antara Skor Apgar dengan derajat keparahan enterokolitis nekrotikans pada neonatus kurang bulan kecil masa kehamilan.Metode. Studi potong lintang ini melibatkan neonatus kurang bulan kecil masa kehamilan yang terdiagnosis enterokolitis nekrotikans dan tidak enterokolitis nekrotikans. Data berasal dari rekam medis pasien yang dirawat pada tahun 2018-2022 di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin Bandung.Hasil. Terdapat 55 neonatus kurang bulan kecil masa kehamilan yang terdiagnosis enterokolitis nekrotikans dan 55 neonatus kurang bulan kecil masa kehamilan tidak enterokolitis nekrotikans. Hasil riset didapatkan korelasi yang signifikan antara Skor Apgar menit ke-1 (p<0,001, r -0,873) dan ke-5 (p<0,001, r -0,876) dengan derajat keparahan enterokolitis nekrotikans pada neonatus kurang bulan kecil masa kehamilan. Variabel lain, seperti usia gestasi (p<0,001, r -0,930) dan berat badan lahir (p<0,001, r -0,636) juga memiliki korelasi yang signifkan dengan derajat keparahan enterokolitis nekrotikans pada neonatus kurang bulan kecil masa kehamilan. Tidak terdapat pengaruh usia gestasi (p=0,590), berat lahir (p=0,211), dan skor Apgar (p=0,058) terhadap kejadian enterokolitis nekrotikans pada neonatus kurang bulan kecil masa kehamilan.Kesimpulan. Terdapat korelasi negatif antara Skor Apgar dengan derajat keparahan enterokolitis nekrotikans pada neonatus kurang bulan kecil masa kehamilan.