Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

POLA PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MEMBENTUK AKHLAK SANTRI DI PONDOK PESANTREN DINIYYAH PUTERI PADANG PANJANG Hanton Hanton
El-Rusyd Vol. 8 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIIT) Ahlussunnah Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58485/elrusyd.v8i1.145

Abstract

Sudah menjadi keharusan setiap lembaga pendidikan dalam mengimplementasikan pendidikan karakter untuk pembentukan akhlakul karimah terhadap para siswa/santrinya, untuk merealisasikannya setiap madrasah mempunnyai pola tersendiri dan materi yang bisa mengantarkan para siswanya untuk menjadi orang yang beraklakul karimah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pola pendidikan karakter yang diterapkan serta nilai-nilai pendidikan karakter yang membawa kepada perbaikan akhlak yang dilakasanakan oleh pondok pesantren Diniyyah Puteri Padang Panjang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan pengumpulan datanya dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi, Adapun sumber data penelitian kepala madrasah, guru dan santri. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Dalam pengecekan keabsahan data dengan menggunakan triangulasi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa di Ponpes Diniyyah Puteri Padang Panjang mengembangkan pola pembiasaan dalam membentuk karakter pribadi santrinya. nilai yang lebih menonjol itu adalah nilai-nilai religius dengan penekanan pada aspek ibadah dengan pola yaitu pembudayaan ibadah setiap hari. Pola pembiasaan tersebut diwujudkan dalam kegiatan-kegiatan baik harian, pekanan, bulanan yang terjadwal dan terkontrol dengan baik. Dengan pembiasaan tersebut diharapkan nilai yang ingin ditanamkan menjadi budaya yang melekat dalam diri santri. Menurut peneliti pola pembiasaan ini efektif dalam membentuk karakter santri.
The Impact of Deep Learning on Students' Learning Outcomes in Shalat Instruction Junita Hasanah; Hilda Anjelita; Desva Usifa; Hanton Hanton; Afrizal Afrizal
International Journal of Islamic Teaching and Learning Vol. 3 No. 1 (2026): March
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Solok Nan Indah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69637/ijiting.v3i1.678

Abstract

This study was motivated by the low achievement of elementary school students in learning shalat, highlighting the need for an effective instructional approach that can enhance students’ understanding, skills, and awareness during the learning process. The study aimed to examine the effect of the deep learning approach on students’ learning outcomes in shalat instruction within the Islamic Education subject. A quantitative research design was employed involving 42 fourth-grade students from two classes in a public elementary school in Indonesia. Data were collected through observation, pre-tests, post-tests, and documentation. The data were analyzed using tests of normality, homogeneity, and differences between group means. The findings revealed a statistically significant effect of the deep learning approach on students’ learning outcomes, with a two-tailed significance value below 0.05. The experimental group demonstrated a greater mean improvement (25.95) than the control group (12.14). These findings indicate that the implementation of the deep learning approach in Islamic Education significantly enhances students’ academic achievement in shalat learning.
Orientalist Critiques of Quranic Authenticity: A Critical Analysis of Abraham Geiger and Theodore Nöldeke Imel Yulia Sari; Badoar Hasibuan; Hanton Hanton
El-Rusyd Vol. 11 No. 1 (2026): June
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ahlussunnah Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58485/elrusyd.v11i1.726

Abstract

Orientalist studies of the Quran have given rise to various criticisms that question the authenticity and originality of the revelation, one of which is the allegation that the Quran’s language is derived from Jewish traditions and earlier religions. Abraham Geiger and Theodore Nöldeke were Orientalist scholars who argued that certain vocabulary, religious concepts, laws, and stories in the Quran are closely linked to Jewish traditions and other foreign languages. This study aims to analyze Geiger and Nöldeke’s views on the allegations of linguistic duplication in the Quran and to examine Muslim scholars’ responses to these views. The study employs a qualitative method using a content analysis approach. Data were obtained from primary sources the works of Orientalists and secondary sources, including books, journals, and relevant literature on the sciences of the Quran (ulumul Quran). Data analysis was conducted using content analysis and descriptive-critical analysis. The results of the study indicate that the allegations of linguistic duplication in the Quran stem from a historical-philological approach that highlights similarities in vocabulary and traditions between the Quran and Jewish and Christian texts. However, Muslim scholars argue that these similarities are part of a process of acculturation and Arabization of language that does not diminish the authenticity of the Quran as a revelation from Allah. Thus, the existence of vocabulary that bears similarities to other languages cannot be used as a basis for denying the originality and miraculous nature of the Quran.