Robert Bara
Universitas Sam Ratulangi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS

UJI AKTIVITAS ANTI ULTRAVIOLET EKSTRAK TERIPANG Holothuria atra, Holothuria scabra SERTA Synapta maculata DARI PANTAI TONGKAINA KECAMATAN BUNAKEN KOTA MANADO Rian S. Lalawi; Esther D. Angkouw; Remy E.P. Mangindaan; Robert Bara; Inneke F. Rumengan; Frans Lumuindong
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 11 No. 3 (2023): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.11.3.2023.53659

Abstract

Anti-UV compounds are compounds used for making sunscreen or sunscreen/sunblock that can absorb sunlight. Several classes of antioxidant active compounds such as cinnamates, flavonoids, tannins, quinones, and others have been studied to have the ability to protect the skin from UV rays. The purpose of this study was to determine the anti-UV substance of extracts of three types of sea cucumbers H. atra, H. scabra and S. maculata. This test was conducted using spectrophotometric analysis method using UV-Vis spectrophotometer. Spectrophotometer is a tool used to measure energy relatively if the energy is transmitted, reflected or emitted as a function of wavelength. The results of the anti-UV activity test showed that the three sea cucumbers were able to absorb UV A at 320-400 nm. From this study it can be concluded that sea cucumbers have the potential as anti-UV. It is suggested that it can be further researched with the purification stage. Keywords: Sea cucumber, Holothuria atra, Holothuria scabra, Synapta maculata, anti-UV ABSTRAK Senyawa anti UV adalah senyawa yang dipakai untuk bahan pembuatan tabir surya atau sunscreen/sunblock yang memiliki kemampuan untuk menyerap sinar matahari. Adapun beberapa golongan senyawa aktif antioksidan seperti sinamat, flavonoid, tanin, kuinon, dan lain-lain telah diteliti memiliki kemampuan untuk melindungi kulit dari sinar UV.Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan substansi anti UV ekstrak ketiga jenis teripang H. atra, H. scabra dan S. maculata. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis spektrofotometri dengan memakai alat spektrofotometer UV-Vis. Spektrofotometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur energi secara relatif jika energi tersebut ditransmisikan, direfleksikan atau diemisikan sebagai fungsi dari panjang gelombang. Hasil penelitian uji aktivitas anti UV menunjukan bahwa ketiga teripang mampu menyerap UV A pada 320-400 nm. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa teripang laut berpotensi sebagai anti-UV. Disarankan agar dapat diteliti lebih lanjut dangan tahap pemurnian. Kata kunci : Teripang laut, Holothuria atra, Holothuria scabra, Synapta maculata, anti-UV
Portable Tidal Monitoring System for Coastal Observation in North Sulawesi Christian Mala; Alfet Luasunaung; Patrice Kalangi; Robert Bara; Rosita Lintang; Stephanus Mandagi; , Deiske A. Sumilat; Intan Pangerti
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 13 No. 2 (2025): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.13.2.2025.61705

Abstract

Tidal data play a critical role in supporting maritime weather forecasting and providing disaster-related information, such as early warnings for tidal flooding. However, the limited distribution of tide gauge instruments across Indonesia remains a significant challenge in obtaining comprehensive data. This study aims to design and implement a portable tidal measurement device as an alternative solution to enhance data availability. The system is developed to monitor sea level heights in the operational area of the Bitung Maritime Meteorological Station, North Sulawesi, utilizing a JSN-SR04T ultrasonic sensor as the primary measurement instrument. The collected data are transmitted wirelessly using an ESP8266 NodeMCU module connected to the internet via a modem, subsequently stored in a database, and displayed through an Internet of Things (IoT)-based user interface. The device calibration was conducted by comparing the prototype’s measurements with those obtained from the standard Automatic Weather Station (AWS) at Bitung Maritime Station. Performance testing was carried out at Manado Port from October 5,2022 to October 7, 2022 2022. The observational data were validated using the Root Mean Square Error (RMSE) method to evaluate measurement accuracy. Validation results indicate that the closer the RMSE value approaches zero, the higher the accuracy of the data produced. Keywords: tidal monitoring, internet of things, ultrasonic sensor ABSTRAK Data pasang surut laut merupakan komponen krusial dalam mendukung prediksi cuaca maritim serta penyediaan informasi kebencanaan, seperti peringatan dini banjir rob. Namun demikian, keterbatasan distribusi alat pengamatan pasang surut di Indonesia masih menjadi kendala dalam memperoleh data yang komprehensif. Penelitian ini merancang dan mengimplementasikan perangkat pengukur pasang surut portabel sebagai solusi alternatif untuk meningkatkan ketersediaan data. Sistem dirancang untuk memantau ketinggian muka air laut di wilayah Stasiun Meteorologi Maritim Bitung, Sulawesi Utara, dengan memanfaatkan sensor ultrasonik JSN-SR04T sebagai alat ukur utama. Data hasil pengukuran dikirim secara nirkabel menggunakan modul ESP8266 NodeMCU yang terhubung ke jaringan internet melalui modem, kemudian disimpan dalam basis data dan ditampilkan melalui antarmuka berbasis Internet of Things (IoT). Kalibrasi perangkat dilakukan dengan metode komparatif terhadap alat standar Automatic Weather Station (AWS) Maritim Bitung. Uji performa perangkat dilaksanakan di Pelabuhan Manado selama 5 Oktober hingga 7 Oktober 2022. Data hasil pengamatan divalidasi menggunakan metode Root Mean Square Error (RMSE) untuk mengukur tingkat akurasi. Hasil validasi menunjukkan bahwa semakin mendekati nilai nol pada RMSE, maka tingkat akurasi data semakin tinggi. Kata kunci: pasang surut laut, internet of things, sensor ultrasonic