This study aims to describe the figure of a transformative leader with a vision and mission to provide changes in a community system to explore the Qur'an by establishing Qur'an educational institutions and management design institutions that are not far from basic management. This research uses a qualitative-descriptive method with a data collection method using observation, interview, and documentation. Data analysis using Miles and Huberman's framework using, data condensation, data display, and data verification. The result of this research is the existence of an organized system that is carried out by a transformative leader figure in the form of planning, organizing, implementing, and evaluating a structure directed to achieve mutual success. However, every institution with an established strategy must face obstacles in this regard, The an-Nawawi Foundation at least has obstacles from educators who are still in college on average so sometimes they are late in teaching and have inadequate facilities and infrastructure. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sosok pemimpin yang bersifat transformatif dengan visi dan misi untuk memberikan perubahan dalam suatu sistem masyarakat untuk mendalami al-Qur’an dengan cara mendidirikan lembaga pendidikan al-Qur’an dan desain pengelolaan lembaga yang tidak jauh dari manajemen dasar. Penelitian ini menggunakan metode kualititatif-deksriptif dengan metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan kerangka Miles dan Huberman dengan cara, kondensasi data, dislay data dan verifikasi data. Hasil dari penelitian ini berupa adanya suatu sistem yang terorganisir yang dilakukan sosok pemimpin transformatif yang pada tahapan berupa adanya perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi yang terstruktur dan terarah untuk mencapai kesuksesan bersama. Bagaimanapun, setiap lembaga dengan strategi yang mapan pasti memiliki kendala yang dihadapi dalam hal ini, yayasan an-Nawawi setidaknya memiliki kendala dari pihak pendidik yang rata-rata masih menempuh kuliah sehingga terkadang telat dalam mengajar serta sarana dan prasarana yang belum memadai.